Senin, 30 Mei 2011

Semuanya akan Menjadi Kenangan


Petang ini hujan turun deras, tadi saya terjebak di jalan Gajahmada di emper sebuah toko cukup lama. Selalu ada perasaan sedih dikala hujan turun terlalu lama, memandangi derasnya hujan seperti melampiaskan kegalauan mengusir kesepian.

Saya ingat lagu itu, Rain and Tears, mata saya ikutan hangat. Ada yang sudah menjadi kenangan walaupun belum terlalu lama.Yaitu ketika saya berteka teki dengan teman kecil saya tentang lirik lagu itu. Saya senang sekali saat itu teringat semasa saya baru lepas dari mahasiswa, hampir setiap hari saya memutar lagu itu. Waktu itu saya baru patah hati, selalu menyendiri di kamar.

Sekarang kenangan sedih bertambah satu lagi.Merubah kegembiraan menjadi kemurungan.Apakah kisah selalu berulang? Sepertinya demikian. Begitu cepatnya peristiwa berganti, antara kebahagiaan dan kesedihan, antara kerinduan dan kebosanan, antara pengharapan dan keputusasaan.
Teman,
Hujan masih meneteskan air dan membunyikan suara di fiberglas dekat kamar. Berirama malas dan enggan, tidak seperti bulan Agustus tahun lalu, hujan itu menghentakkan irama penuh gairah meningkahi malam. Hujan kala itu memacu gelora di dada mengisi malam untuk menyambut dinihari.
Kini hujan itu juga meninggalkan kenangan , saat itu menjelang mudik lebaran
dan hujan deras malam itu mengantarkan pagi yang indah saat saya dan keluarga akan meninggalkan Bali. Saya sangat bahagia hari itu dengan senyum dan semangat yang luar biasa. Kenangan itu tak akan bisa dilupakan.

Ahh detik ini hujan sudah benar-benar reda.Satu demi satu tetes yang tersisa di atap fiberglass itu. Saya tidak boleh terbelenggu dengan kenangan. Karena semua yang ada dalam kehidupan ini toh akan menjadi kenangan. Itu pasti, dan hanya ada dua kenangan yaitu kesedihan dan kesenangan.Dan saya sudah melengkapinya.

yahh....sampai di sini,
Selamat malam semuanya, saya akan bekerja lagi mengoreksi pekerjaan murid-murid saya dan meninggalkan kenangan itu untuk sementara. Good night!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar