Sabtu, 14 Mei 2011

Tak ada seorang pun yang Tahu


Ada satu perasaan yang membenam di dada yang tidak seorang pun tahu bagaimana, termasuk saya sendiri tidak tahu bagaimana mengatakannya. Helaan nafas tersendat berat yang bisa merefleksikan adanya beban di dada saya sehingga apa yang terjadi hari-hari yang baru lewat hanya selingan saja. Hari-hari di tempat kerja penuh dengan canda tawa ketika saya di sana, begitu cepat berubah apabila saya sudah berada di rumah.
Dan kembali murung kalau saya berada di kamar.

Jam istirahat, saya buka email dan mendapati satu pesan dan alangkah senang hati saya karena email itu adalah sebuah komentar untuk blog saya yang berjudul Pulau Merah pada Hari Raya Nyepi 2011. Saya menjadi bersemangat lagi untuk menulis karena ada yang membaca tulisan saya.

Dan sore tadi hujan turun meredupkan cuaca, saya ingin bercerita bagaimana suasana berhujan ini mengingatkan satu kenangan lalu saya kirim pesan singkat saya,namun....
Sedihnya hati saya.
Selintas lagi harus saya hapus dengan sebuah kesadaran bahwa saya tidak boleh sedih hanya karena mengikuti perasaan saja. Saya harus realistis siapa saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar