Sabtu, 07 Mei 2011

Membaca berita


Sejak berita tentang krisis di Timur Tengah teutama krisis di Libya yang sudah dimasuki campur tangan Amerika cs, saya selalu mengikuti perkembangan selanjutnya. Dan emosi saya terpancing untuk memaki Amerika dan sekutunya. Terlebih lagi penyergapan Angkatan Laut Amerika ke mansion Osama bin Laden yang menewskan tokoh karismatik Taliban yang disebut teroris oleh barat itu, membuat saya lebih membenci Amerika.
Semuanya sudah jelas, tindakan-tindakan sewenang-wenang Amerika cs terhadap negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam menunjukkan bahwa barat mempunyai ambisi yang luar biasa untuk menghancurkan Islam.
Apapun kata-kata pembenaran atas tindakan dan sikap mereka terhadap muslim seperti melecehkan nabi Muhamad,membakar alquran, menginjak-injak alquran yang dilakukan tentara Amerika di Guantanamo dan propaganda anti Islam seperti tulisan Salman Rusydi " The Satanic Verses" dll itu menyakitkan hati saya dan mungkin juga banyak muslim yang lain.
Sehingga, kalau dua tahun yang lalu ketika anak sulung saya bercerita tentang kebencian terhadap barat dan radikalisme muslim di kalangan kampus,Universitas Pajajaran, timbul kekhawatiran saya apakah anak saya juga dihinggapi idealisme yang sama. Saya bahkan merasa ngeri apabila saya mendengar kata-kata gurauan " seharusnya di bom saja mereka"
Namun....
Sekarang saya berubah pikiran. Saya bisa menerima apabila ada radikalis yang berani melawan ketidakadilan terhadap muslim di mana pun. pikiran ini timbul setelah beberapa penghinaan yang dilakukan sebagian bangsa Amerika dan sekutunya terhadap dunia Islam mengusik hati saya.
Penghinaan barat selama ini tidak semuanya menunjukkan bahwa sesungguhnya mereka hanya memerangi teroris.
Siapa pun akan mengakui bahwa teror itu mengancam kedamaian dunia dan teroris itu harus diperangi. Tetapi menurut saya sampai kapan pun upaya memerangi teroris tidak akan pernah berakhir tanpa melihat akar masalah munculnya terorisme.
Sebenarnya sikap barat terhadap dunia Islam, yang dimulai dengan ketidakadilan Amerika yang selalu memihak Israel dalam masalah Israel -Palestina sama dengan menanamkan bibit permusuhan dengan Islam. Dan kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk atas perlakuan barat dan Yahudi terhadap muslim yang tertindas di Palestina itulah pemicu tindakan-tindakan teror sebagai pembalasan. Masih ingatkah bagaimana Israel membantai muslim Palestina yang tidak berdosa, wanita dan anak-anak serta orang tua di kamp pengungsian Sabra dan Satilla? Dan bagaimana sikap Amerika?
Maka dapat dimengerti jika kekecewaan itu sudah berubah menjadi kebencian yang selanjutnya menyuburkan terorisme. Andaikan Amerika sebesar negara Israel,Libya, Suriah, Mesir atau Iran bahkan Irak. Terorisme mungkin tidak ada karena perlawanan bisa dilakukan dengan perang terbuka.
Melawan penindasan negara adikuasa dan adidaya yang tahu caranya hanya mereka, mereka yang dicap sebagai teroris.Perang selalu menelan kurban orang tidak berdosa.Apa yang dilakukan Amerika terhadap Irak, Libya dan Afganistan dan di vietnam juga menelan banyak kurban tak berdosa.Dan perang melawan Amerika cs yang dilakukan oleh teroris juga menelan kurban tak berdosa. Amerika dan Australia bisa menghitung dan menulis dalam prasasti monumen, nama-nama kurban bom bunuh diri di pihak mereka, tetapi apakah mereka bisa menghitung dan mencatat berapa kurban perangnya di sejumlah negara yang diinvasinya?
Dan inilah intrik barat yang takut menerima risiko kebencian terhadap mereka namun pandai menanamkan opini untuk kekejaman teroris dengan cara mengobarkan dendam dan kebencian selamanya terhadap teroris yang menurut mereka identik dengan dunia Islam.

Kalau saja arogansi barat itu masih diimbangi dengan kecerdasan mereka untuk bisa belajar dari pengalaman dan hati nurani kemanusiaan barangkali teroris bisa dijinakkan.
Sekarang dengan membunuh Osama bin Laden tidak dalam pertempuran dan membuangnya ke laut, apa yang bisa kita harapkan untuk meredam terorisme. Jangankan kelompok AlQaeda umat Islam pun banyak yang merasa terhina. Dan jangan harapkan mereka bisa tenang selamanya.Jadi terorisme belum berakhir dengan terbunuhnya Osama Bin Laden

Tidak ada komentar:

Posting Komentar