Sabtu, 16 April 2011

Yakinkan Saya


Sore ini hangat, merasakan istirahat siang di rumah, bisa menulis pesan yang bisa melepaskan rasa sedih dan kecewa kepada teman; Saya tertidur setelahnya dan terbebaslah pikiran saya dari segala yang menyesakkan dada.
Sebenarnya saya menyadari berapa usia saya namun saya tak pernah bisa berpikir seperti orang tua yang arif dan pasrah. Saya masih ingin memberontak entah kepada siapa. Saya belum bisa menerima apa yang menghancurkan hidup saya tanpa alasan.Saya...saya...ingin meninggalkan hidup ini tapi bagaimana saya bisa memulainya.

Saya banyak mempertaruhkan kepribadian saya, harga diri dan mungkin kehormatan saya sebagai seorang perempuan demi mendapatkan penawar luka yang saya derita selamanya.
Ternyata tidak mudah menyembuhkan luka saya. Sangat sulit. Apakah saya harus putus asa setelah semua yang saya lalui ini?

Tidak mungkin saya membagi yang saya rasakan ini kepada keluarga saya. Apa yang bisa mereka lakukan selain mengasihani saya. Saya tidak mau. Saya ingin dibantu, dibersihkan memori buruk saya dan diselamatkan dari kehancuran bukan dengan rasa kasihan. Dan....yakinkan saya bahwa Tuhan akan menolong saya secepatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar