Senin, 16 November 2015

Mengapa Saya Harus Berdoa Untuk Paris?

Perancis seharusnya tahu apa yang akan ia dapatkan setelah apa yang ia dan sekutunya lakukan di negara-negara yang ia sebut sebagai negara terorist, negara-negara Islam. Apa mereka itu bodoh tidak berpikir bahwa setiap aksi akan ada reaksi. Mereka tidak berpikir bahwa setiap bangsa memiliki kehendak sendiri dalam menyelesaikan persoalan bangsanya dan benci dengan campur tangan bangsa lain seperti mereka. Yang selalu mengambil keuntungan dari kekacauan negara lain. Belum lagi dalam masalah ideologi mereka seringkali menginjak-injak keyakinan bangsa lain dengan menghina agama Islam dengan berbagai cara.

Saya tertawa jika tiba-tiba mereka meminta simpati hanya karena aksi teror yang membawa 157 kurban itu. Begitu kecil nyali bangsa yang bersemangat menghancurkan bangsa lain tetapi heboh untuk sedikit pengurbanan terhadap apa yang mereka lakukan.
Sungguh menggelikan, jika facebook menggiring perasaan netizen untuk berduka atas kejadian itu. Lalu orang rame-rame, latah memasang berdera merah putih biru di foto profilnya.
Jika sekarang mereka menangis, menangislah untuk kehancuran negara-negara yang dimusnahkannya, karena kuban yang tak berdosa untuk negara-negara itu berlipat-lipat jumlahnya dibandingkan dengan tragedi Paris 2015.
Mereka pikir negara-negara Islam hanya dihuni oleh teroris, mereka pikir teroris itu monster yang tidak berpikir. Mereka pikir bangsa-bangsa yang beragama Islam boleh direndahkan dan dipermainkan martabatnya. Mereka pikir semua yang ada di bumi ini hanya untuk kepentingan mereka.

Menangislah, berdukalah ketika kalian mendapat balasan terhadap apa yang telah kalian lakukan. Dengan begitu kalian akan merasakan betapa sakitnya orang menangis. Dan setelah itu sadarlah untuk menjadi bangsa yang dewasa yang bisa menghargai hak azasi manusia dan tidak lagi mencampuri urusan bangsa lain. Tidak lagi mengusik-ngusik kedamaian bangsa lain dengan menghina agamanya dan merendahkan martabatnya.

Sungguh saya pernah berduka untuk Palestina, berduka untuk anak-anak libanon, berduka untuk bangsa Suriah yang tak berdosa, sangat berduka untuk musnahnya satu peradaban di Irak, hancurnya Lybia dan terkalahkannya bangsa Afganistan yang mempertahankan negaranya.
Saya pernah menangis untuk genosida suku Rohinga dan bangsa Bosnia.
Tetapi saya tidak bisa berduka untuk tragedi Paris. Saya ingin berbela sungkawa tetapi saya tidak bisa.
Maafkan saya.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar