Rabu, 11 November 2015

Menaklukkan Ego

Seperti pergantian musim ini, pergantian atmosfir perasaan manusia juga bisa sedrastis itu. Bila kemarin kita merasakan cuaca yang super panas, hari ini kita merasakan kedinginan. Apa yang kita tanggalkan dari badan ketika panas berkeringat, hari ini kita butuhkan untuk melindungi badan kita. Pergantian perilaku ini adalah cermin fleksibilitas yang terjadi dalam hidup secara naluriah.
Membayangkan kekhawatiran pada hari esok ternyata lebih menakutkan daripada menghadapinya.  Bahkan seringkali kita tidak menyadari bahwa kita sudah melewatinya, melewati kekhawatiran itu.
Kesadaran terhadap apa yang sepantasnya terjadi dan harus kita terima adalah sebanding dengan kita harus menggunakan sweater pada musim dingin, dan menggunakan jas hujan pada saat kehujanan. Bukan mengutuk mengapa hujan. Sinergi antara tantangan dan cara menghadapinya merupakan seni dalam kehidupan.

Manusia sering berpersoalan dengan karyanya (kutipan). Karya manusia adalah tantangan untuk ditaklukkan, menaklukkan ego menaklukkan rasa. Perjuangan ini terlahir dari harapan yang sangat besar untuk bisa mengakhiri ego dan membunuh impian semu.
Sampai nanti saya akan berangkat kerja satu menit lagi. bye.


Segara Anak G Rinjani


Tidak ada komentar:

Posting Komentar