Sabtu, 26 April 2014

Bukan Kekalahan yang Sia-Sia


Seperti matahari yang tidak pernah bosan terbit dari balik bayangan, membuka jendela dan menatapnya setiap pagi juga tidak pernah membosankan. Semangat yang tergesa-gesa  berpacu dengan cahaya matahari menyinari bumi. Dan sisa bulan separuh lingkaran menambah gairah saya menyambut hari ini.



Selama masih mempunyai kewajiban rutin, kerja, semua ini selalu menjadi inspirasi. Tidak tahu nanti.
Apakah saya masih akan melihatnya sebagai hal yang menarik apa tidak.
Kawan,
Sekuat apapun keinginan setiap orang untuk bisa tetap bersemangat, kehilangan kebiasaan pasti akan merasa sulit. Mungkin pada awalnya atau bahkan seterusnya. Tetapi segala yang dilalui manusia dalam kehidupannya adalah proses. Jadi saya juga sedang menuju dan menjalani proses itu.

Saya sudah berusaha menggunakan waktu yang saya miliki sebanyak mungkin. Untuk semuanya yang bisa saya miliki baik itu berguna bagi orang lain maupun tidak, baik itu untuk kepentingan saya atau tidak. Saya merasa sudah cukup mendapatkan karunia semesta, yang mungkin lebih dari apa yang didapatkan sebagian orang.

Saya begitu menikmati hidup ini, tidak hanya pada kesenangannya tetapi juga pada penderitaannya. Walaupun saya tidak berani membayangkan lagi penderitaan itu. Saya sudah menguburnya dalam-dalam meskipun  hal itu tidak bisa mengembalikan perasaan saya seperti semula.

Hari-hari selanjutnya adalah harapan saya untuk bisa menyelesaikan pengalaman saya dengan sebaik mungkin.  Kehilangan saya harus saya ganti dengan pengalaman lain yang lebih baik. Dan saya yakin bisa karena kebisaan itu juga mengikuti kehendak dan kemauan kita. Apa yang kita maui kemarin tidak sama dengan apa yang kita mau hari ini dan seterusnya. Jadi saya tidak perlu mengerjakan sesuatu dengan kekuatan yang sama seperti kemarin.

Pembaca, saya menyadari semangat saya sudah tidak sebanding dengan kemampuan saya. Tetapi saya masih punya target untuk melengkapi pengalaman saya yaitu sekali lagi mendaki Gunung Ijen  pada bulan depan, dan jika Tuhan menghendaki juga, saya akan menggenapi usia saya dengan mendaki Gunung Semeru pada bulan Juni. Doakan saya mampu mendekati puncak Mahameru.



Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
.................................................. ..................................................
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah jauh dari cinta sekolah rendah
dan ada sesuatu yang tak bisa diucapkan
 sebelum akhirnya kita menyerah


Kurang lebih begitulah kata khairil Anwar tentang hidup. Kekalahan.
Dan saya akan kalah melewati pertandingan. Bukan kekalahan yang sia-sia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar