Sabtu, 19 April 2014

Bahagia itu Sederhana






Selamat pagi dari Tabanan kawan. Matahari masih bersembunyi dari balik bukit ketika saya membuka jendela pagi ini. Minggu yang cerah diramaikan oleh suara berbagai burung di pepohonan. Dan bunga kamboja yang berguguran di rumput melengkapi keindahan pagi ini.

Saya menikmati secangkir teh dan sepiring bubur untuk mengurangi rasa lapar sehabis bangun tidur lalu menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil. Hari ini hari milik saya. Setumpuk koreksian baru dua kelas yang saya kerjakan, jadi masih tiga kelas lagi. Saya senang dengan hasil koreksian saya karena nilai yang mereka dapatkan secara umum bagus. Dan saya yakin ini nilai murni karena saya mengawasi mereka dengan seksama saat ulangan.

Barangkali laporan tengah semester kemarin dengan nilai mereka yang asli termasuk nilai di bawah rata-rata, serta laporang nilai afektif dan psikomotor yang saya tulis apa adanya termasuk nilai dengan predikat C, itu  sudah membuat mereka jera. Memberi nilai begini bukah hal yang mudah, walaupun hanya untuk nilai tengah semester karena tidak semua wali kelas mau menerima. Perlu melakukan pendekatan dengan hati-hati kepada mereka karena para wali kelas juga ikut bertanggung jawab. Kalau kita salah memberi pengertian kepada wali kelas, boleh jadi mereka justru akan mengadu kepada sejawat lain atau bahkan kepala sekolah.

Tetapi syukurlah kali ini tidak ada masalah, termasuk protes dari murid. Ada dua anak perempuan yang bertanya tetapi  setelah saya perlihatkan deret nilainya dan membandingkannya dengan kawan-kawannya dia bisa menerima.

Rasanya mereka semakin dekat dengan saya, kami sering juga membahas sesuatu atau berbagi cerita singkat di dalam jam istirahat jika saya tidak beristirahat di ruang guru yang letaknya cukup jauh dan harus menuruni tangga dan panas pula. Mereka sudah faham kebiasaan saya ini.

Bekerja tanpa beban memang menyenangkan dan nyaman. Semuanya ada waktunya, bekerja dan bersantai, bermonopoli dan berbagi. Tetapi berkompromi soal hasil belajar perlu hati-hati jika tidak ingin membunuh semangat dan kemauan belajar mereka.










Memunguti Bunga Kamboja.









Pembaca, angin sejuk mulai berhembus memasuki ruang kamar saya.
Kebahagiaan memang sederhana, maaf saya mengutip dari salah satu status teman saya di facebook dan di BBM. Sudah dua kali saya temukan kalimat ini dari penulis yang berbeda, berarti itu benar.
Mungkin suasana pagi ini juga termasuk kebahagiaan yang sederhana bagi sebagian orang. Dan jika Anda mau, saya juga mau berbagi dengan Anda asalkan Anda tinggalkan ruang Anda yang sempit, jauhi suara bising dari segala macam mesin, lalu dengarkan suara nyanyian burung serta rasakan hembusan angin di tempat yang nyaman. Serta bayangkan Anda sedang berbahagia. Di situlah kebahagiaan  yang sederhana itu. Selamat Pagi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar