Minggu, 01 Agustus 2010

Bulan Agustus 2010

     Mengawali bulan Agustus matahari pagi sedikit ramah dan menghangatkan suasana. Cuaca sepanjang Juli  yang terus berubah  membuat suhu udara juga cepat berubah. Hujan renyai menjelang dinihari akan diikuti dengan kabut dan menyisakan warna basah di landscap sekitar rumah. Sebentar  kemudian  matahari sudah menyiramnya dengan cahaya hangat dan membiarkan sisa embun itu menguap perlahan.




     Begitu jugakah peristiwa akan berlalu?  Bulan Juli ditutup oleh hujan di luar jendela. Petang menandakan tirai jendela akan menutupnya dari pandangan mata. Yang ada hanya suara tetes-tetes penghabisannya di dedaunan. Suara renyai hujan membangkitkan kerinduan.
Adakah manusia yang bisa terbebas dari rasa rindu yang mencekamnya, dan kapankah kerinduan berhenti menghinggapi perasaan manusia ?


Dan saya juga dihinggapi kerinduan itu, yang tidak saya ketahui rindu terhadap apa dan rindu kepada siapa. Akhirnya saya akan mengembalikan anugerah indah ini kepada Penciptanya. Namun satu kesempatan nanti saya ingin mendapatkannya kembali kerinduan saya untu Hotel Azzahra, Taman Bakhutmah dan Jalan Masfella tanpa ada air mata.

Consolo Mirarte Tadi Pagi

Ketika saya membuka daftar bacaan di blog saya ada tiga kiriman foto dari koneksi consolo Mirarte. Foto kesipbukan kota yang padat di Argentina, foto dinding bata bangunan tua yang sudah dirambati tumbuhan menjalar dan potret sebuah kafe yang pengunjungnya kebanyakan orang-orang tua dan beberapa lagi. Saya tertarik satu foto yaitu foto pemakaman kristen.Pemakaman ini bagus dan rapi seperti sebuah musoleum yang dirawat dengan baik. Namun tiba-tiba ada rasa takut merayapi pikiran saya. Bukan kematian yang saya takutkan tetapi suasana dingin sunyi yang ada di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar