Jumat, 01 April 2016

Kita Hanya Menjalani Takdir

Aku tak pernah membencimu, kuharap kamu juga tak membenciku
ketaksepadanan  membentangkan laut pemikiran kita
tetapi tak pernah bisa menenggelamkan serpihan cintaku padamu
serpihan yang akan mengapung selamanya 
sampai dunia menumpahkan samuderanya

Aku tak pernah bisa melupakan suara melodi cintamu
walau iramanya tak terdengar lagi, hatiku masih bisa mendengarnya
karena komposisi nada itu tersimpan dalam memori terdalamku
setia hadir pada semua waktuku

hidup tidak menunda kekalahan seperti Chairil bilang
kekalahan hanyalah pada kehancuran sel yang kita punya
bukan pada jiwa
kekekalan ada pada jiwa kita yang dipenuhi rasa cinta segala
anugerah, kenikmatan dan kebahagiaan
pada keharmonisan antara pengabdian dan keikhlasan
akan segala yang disuratkan dalam lembaran takdir kita

Aku tak akan membencimu, kuharap juga kamu
karena kita hanya menjalani takdir saja



Baluran 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar