Rabu, 24 September 2014

Belajar dari Alam

Selamat petang,
Merah lembayung di langit barat daya sudah menandai bahwa hari ini kita perlu beristirahat. Jadi mari kita nikmati istirahat ini dengan secangkir teh dan sepotong kue. Siapa tahu kenikmatan ini menjadi inpirasi  untuk hari esok dan sekaligus bisa merefleksi apa yang  terjadi hari ini . Karena sangat tidak mungkin dua hal ini bisa kita lakukan ketika kita terlalu sibuk dan suntuk dalam pekerjaan.

Sahabat, Saya baru saja memposting foto di facebook saat menuruni G. Semeru. Saya tulis status ' Walaupun tidak seberat saat mendaki, menuruni puncak pun perlu kawan.'  Tetapi hanya satu kawan yang bisa mengerti maksud kalimat saya.

Sebenarnya yang  membuat saya berpikir begitu adalah saat saya mendaki G Semeru, harus menempuh perjalanan yang panjang dengan trekking dan  medan yang bervariasi. Apalagi saat muncak, saya hampir putus asa lalu saya bangkitkan semangat saya dengan kalimat " Mungkin beginilah hidup yang sesungguhnya."

Kalau dipikir-pikir apa sebenarnya yang saya cari dengan susah payah begitu kalau bukan satu tujuan, puncak.  Dan apa yang saya dapatkan di puncak, kepuasan.  Namun kepuasan berada di puncak  tidak akan bisa bertahan lama karena angin di sana terlalu keras. Maka turun adalah jalan satu-satunya. Dan pada saat turun, keberadaan kawan sangat saya perlukan. Mereka yang kuat dan muda beberapa kali terjungkal karena berjalan sendiri tetapi dengan saling berpegangan saya turun tanpa kesulitan.

Begitulah saya belajar dari alam.

G Semeru 2014

Puncak G Rinjani 2013




Tidak ada komentar:

Posting Komentar