Kamis, 15 Mei 2014

Kusuma Wijaya


putik sarimu menggurat di dalam rintihanku
ketika malam membukakan kelopakmu
menebarkan harum di setiap belahan jiwa
yang terselubung gelap gulita

putih warnamu mengabut dalam dingin malam
berjuntai sabar menegakkan mahkota
tatapanmu redup dalam kesunyian

engkau menulis sejarah tanpa tinta
Hanya dengan senyum saat musim tiba
namun kau bisa tinggalkan warna
yang tegas melebihi kata-kata



Tidak ada komentar:

Posting Komentar