Rabu, 14 Juli 2010

Taman Nasional Kelimutu Flores




Jam enam pagi.Sopir sudah menunggu kami, dengan sedikit ngantuk kami bersiap pergi ke danau Kelimutu sebelum kabut mendahului. Tanpa mandi kami bergegas. Pemilik bungalow ini sepertinya pemalas, belum menyiapkan breakfast saat kami akan pergi. Jadi kami pergi dengan perut kosong.Hanya ada snack ringan di ransel dan sedikit aqua.

Jarak Desa Mone ke Taman wisata Kelimutu hanya tiga belas km saja. Cukup dua puluh menit dengan mobil. Melalui jalan sempit di dinding pegunungan mobil melewati tanjakan demi tanjakan hingga kami sampai di pintu gerbang Taman Nasional ini. Kami melapor dan membayar tiket masuk tigaribu rupiah perorang, Memasuki taman ini terasa suasana sepi dan sunyi tidak seperti tempat wisata yang sering dikunjungi.

Kendaraan mengantar sampai tempat parkir. Udara dingin memagut, sopir kami masih mengunakan selimut tebal saat mengantar kami menuju jalan tanah untuk sampai ke kawah Gunung Kelimutu. Di sana seorang pemandu amatiran sudah menunggu untuk mengantar kami sambil menjual dagangannya.
Sopir menitipkan kami dan bertiga kami memasuki area hutan yang sunyi. Suara satwa mengisi keheningan hutan. Kami meniti trap-trap dari batu segiempat yang tertata rapi di antara pohon pinus dan tepian tebing dan lembah di sebelah kiri kami. Tidak lama kemudian yang kami temui benar-benar suasana wisata alam yang alami. Lembah yang tertutup hutan dan lereng-lereng perbukitan yang luas di mana-mana. Fantastis sungguh fantastis, burung-burung beterbangan dengan suaranya yang sendu mengisi lembah dan lereng gunung yang damai pagi ini.
Hanya satu km saja namun terasa lelah mendaki. Dan suasana yang nyaman ini membuatku tidak ingin cepat-cepat melewati setiap jengkal keindahan Kelimutu. Kami minta segelas nesc afe dan teh panas kepada pemandu serta pop mie. Sangat nikmat di tengah suasana dan udara yang dingin. Sambil memandangi alam sekitar tak henti-hentinya saya mengagumi karunia alam untuk Flores.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar