Minggu, 08 Januari 2012

Rhythm on The Rain


Irama hujan sepanjang malam sepanjang hari ini membenamkan segala kegembiraan.
Secangkir kopi pun tak sanggup memberi kehangatan badan apalagi perasaan.
Namun biarkan kali ini curah hujan menyusun iramanya mengisi kekosongan jiwa-jiwa yang sendiri.

Seperti pikiran kanak-kanak kami dahulu, kami saling bertanya kenapa begitu banyak air tersimpan di langit dan tak ada habis-habisnya tercurah ke bumi.
Benar, hujan adalah rahmat. Bersama hujan kasih semesta membasahi Bumi Manusia (Hmm Pramudia AT) Menghapuskan Bumi Berpeluh (?).

Dan biarkan saja sebagian orang merana dalam kesepiannya, karena mereka tidak mau mendengar bagaimana hujan menyuguhkan susunan nadanya yang ritmis.
Dan biarkan saja sebagian orang menikmati kerinduannya, karena mereka tidak punya keberanian lagi untuk mengatakannya.

Hujan turun dan turun tanpa mempedulikan pikiran manusia. Hujan terus menyanyikan iramanya seperti irama sebuah lagu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar