Sabtu, 28 Januari 2012

Hujan Turun lagi Malam Ini

Kawan, dengarkan deru hujan malam ini, ditingkahi guntur dan hembusan angin yang tak ada hentinya. Semua menekan dan mendesak dada. Serasa saya hidup sendiri di bumi ini.
Adakah selain saya yang merasakan sedih seperti ini? Siapakah dia? Akan saya tanyakan kepadanya bagaimana cara mengganti rasa itu.
Apakah kesalahan saya kali ini adalah kesalahan terbesar sehingga saya harus menerima hukuman seberat ini. Saya terlontar ke masa lalu, saat duka menikam dada.

Untuk apa saya hidup jika tidak ada gairah lagi. Semangat seakan perlahan padam meskipun naluri untuk bertahan masih ada.
Kawan,
Hujan terus mencurahkan airnya dari langit. Menumpahkan segala yang ada di sana sehingga malam ini penuh dengan imajinasi tentang hujan.

Dan setiap kali hujan turun saya selalu teringat teman kecil saya. Banyak kenangan yang bisa membuat saya tersenyum tetapi banyak juga yang bisa membuat saya menangis.
Suatu harmoni citarasa yang luar biasa bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar