Minggu, 31 Oktober 2010

Mengenang Mbah Marijan


Tulisan saya awal juli lalu belum selesai, tulisan yang merekam perjalanan sepuluh hari di Yogyakarta. Dan tentunya kunjungan ke rumah Mbah Marijan. Laki-laki tua pesohor jurukunci Gunung Merapi yang lincah selincah Merapi.
Namun tak bisa saya terima bahwa catatan tentangnya harus berakhir dengan kepergiannya. Saya masih belum mengupas semuanya.Apa yang saya lihat dan saksikan di sekitar simbah yang bagi saya ia adalah lelaki tua yang sangat arif.
Ketika banyak orang berbicara tentang dia, dan hanya melihat lelaki tua itu sebagai jurukunci dan bintang iklan minuman berenergi serta bintang iklan kesenian tradisional Campur Sari, berbagai sorotan tentang pribadi Mbah menjadi simpang siur. Tidak sedikit yang memandang negatif terhadap laki



Pasti saat mudanya ia pribadi yang hangat dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar