Kamis, 29 Oktober 2015

Jiwa Merana

Badan saya sakit. Saya tahu ini efek dari jiwa saya yang tidak sehat. Seharusnya saya bisa menyelesaikan satu cerpen malam ini ternyata tidak. Tidak sesuai dengan keinginan saya yang brutal untuk segera menumpahkan segala yang menyakiti jiwa saya, ulah saya yang menyiksa diri sendiri. Ternyata saya tepar, kepala terasa sangat pening dan cerita itu tak selesai.
Saya gila telah menggadaikan satu hal yang paling berharga dalam hidup saya begitu saja. Hanya berpikir hal itu demi bisa berguna pada orang lain, ternyata tidak.
saya bunuh diri, lalu mengubur diri dalam kegalauan dan mulai melihat kemuraman yang mengitari.

Persoalan hidup manusia bukan ada pada saya satu-satunya. Setiap orang punya persoalan dan mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikannya.
Hanya saya yang berlebihan, Kekhawatiran terhadap persoalan orang lain yang berlebihan membuat jiwa saya merana.








2 komentar:

  1. Jangan mudah galau teman.
    Jadi orang yang kuat dan tangguh
    Hati jangan dibawa susah sendiri
    Melainkan mari melihat masa depan yang lebih baik.
    Salam santai
    menang BERSAMA
    hidup adalah PERJUANGAN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih perhatiannya Bung Laswin. Anda betul hidup adalah perjuangan. Susah dan senang hanya kita sendiri yang menciptakannya. Salam santai juga.

      Hapus