Minggu, 15 Juni 2014

Masa Lalu adalah Kepastian


Senja sudah pergi untuk datang kembali esok hari. Seperti irama kehidupan yang terus berulang  dalam melewati detik-detik yang panjang. Dan di dalam detik-detik itu bisa saja terjadi perubahan suasana hati yang tidak terduga-duga.

Banyaknya variasi rasa pada diri manusia menjadikan dinamika hidup selalu terjadi. Ada saatnya kita menangis dan ada saatnya kita tertawa. Dan itu merupakan hal manusiawi yang sangat universal.
Karena itu biarkan kita menangis pada saat kita perlu untuk menangis dan biarkan kita tertawa pada saat kita membutuhkan tertawa.

Pembaca,
Malam sudah berganti dinihari dan sunyi menyelimuti. Banyak ruang waktu yang kosong tetapi apa yang bisa saya lakukan selain merenungi segala yang pernah terjadi.
Berpikir tentang masa depan, masa depan yang mana? Masa depan itu seperti fatamorgana. Ilusi yang mempermainkan kita setiap kita melangkah. Sebenarnya  detik ini adalah masa depan bagi hari-hari kemarin. Malam ini adalah juga bagian dari masa depan  yang kita pikirkan itu.

Memandang masa depan tak semudah melihat masa lalu karena masa depan bukanlah  kepastian sedangkan  masa lalu adalah kepastian.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar