Tidak boleh ada rasa letih, kesal dan sakit untuk segala hal yang terjadi dalam perjalanan hidup ini. Seberapa penting kah cerita ini dibandingkan banyaknya cerita yang dialami orang lain, yang kurang lebihnya sama. Ada saat menyenangkan ada saat menyedihkan. Naik turunnya tingkat emosi adalah hal biasa karena sesungguhnya hidup manusia merupakan kombinasi bagian-bagian kecil dari emosi yang selalu berulang. Tak akan ada emosi yang abadi.
Hanya cinta yang sejati yang abadi. Namun seperti apa cinta sejati. Selama ini cinta sejati hanya dikenal dalam bahasa. Suatu saat orang menyangka bahwa ia sedang merasakan hal itu tetapi sesaat kemudian semuanya berubah.
Posesifme menjadi satu penyebab melemahnya kekuatan cinta. Sebaliknya menyintai tidak harus menghilangkan adanya pertimbangan.
Cinta memang transaksi tetapi hanya cinta palsu yang menjadikan transaksi sebagai satu-satunya keputusan.
Kita perlu belajar memahami cinta, belajar mengerti apa cinta sejati, belajar menerima setelah memberi, tidak meminta setelah memberi. Mungkin begitulah antara lainnya.
Cinta memang pengurbanan.
Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Kamis, 18 Desember 2014
Rabu, 17 Desember 2014
Pertengahan Desember
Tak terasa Desember sudah melewati pertengahannya ketika saya berada di sini, di Surabaya, untuk urusan keluarga. Perjalanan panjang selama satu minggu mendampingi karya wisata murid kelas XII mempengaruhi pikiran saya dalam bentuk ilusi-ilusi aneh saat tertidur dan terkadang membingungkan saya berada di mana.
Banyaknya agenda saya untuk urusan keluarga masih tertahan di sini demi alasan kemanusiaan. Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain.Begitu kan salah satu ajaran kita. Mudah-mudahan hal itu juga yang menjadi alasan mengapa saya betada di sini.
Beberapa hari lagi baru lah perjalanan akan berlanjut ke kota kelahiran menemui ibu. Menghabiskan waktu bersama sampai menjelang tahun baru.
Menengok kembali perjalanan terakhir dengan anak kelas XII mencatat beberapa hal tentang mereka, dari peristiwa-peristiwa lucu dan sederhana di dalam perjalanan sampai padapada masalah penting dan serius di forum.
Beberapa gambar berikut menjadi laporan hasil perjalanan tsb.
Banyaknya agenda saya untuk urusan keluarga masih tertahan di sini demi alasan kemanusiaan. Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain.Begitu kan salah satu ajaran kita. Mudah-mudahan hal itu juga yang menjadi alasan mengapa saya betada di sini.
Beberapa hari lagi baru lah perjalanan akan berlanjut ke kota kelahiran menemui ibu. Menghabiskan waktu bersama sampai menjelang tahun baru.
Menengok kembali perjalanan terakhir dengan anak kelas XII mencatat beberapa hal tentang mereka, dari peristiwa-peristiwa lucu dan sederhana di dalam perjalanan sampai padapada masalah penting dan serius di forum.
Beberapa gambar berikut menjadi laporan hasil perjalanan tsb.
![]() | ||
| Makan Siang di Rumah Makan Watu Dodol Banyuwangi |
![]() |
| Objek 1, Pura Gunung Salak Bogor |
![]() |
| Checkin Sanno Hotel Jakut |
![]() |
| Bergembira Sebelum Sarapan |
![]() |
| Siap Jalan |
Senin, 01 Desember 2014
Hanya untuk Rasa Kurang Percaya
1 Desember 2004, Seandainya Desember ini kelabu, itu terjadi karena kesalahan saya. Saya telah melakukan kesalahan besar sehingga akibatnya saya seperti menghukum diri sendiri. Kenapa saya begitu dungu, tak berperasaan membantai kebaikan dan ketulusan orang lain hanya karena rasa rendah diri saja. Saya memang tidak pernah menang melawan rasa rendah diri, sehingga saya sering kehilangan sesuatu yang sebenarnya sangat saya harapkan. Saya kehilangan hanya untuk rasa kurang percaya diri.
Sekarang apa yang harus saya lakukan, kemana saya harus mencari mutiara yang hilang itu. Harusnya saya bisa menyuarakan perasaan yang sebenarnya, harusnya tidak menyerah pada rasa rendah diri dan tidak mengorbankan rasa yang sesungguhnya.
Baru saya sadari kini saya sangat terpukul oleh keputusan itu, Keputusan dari satu keputusan semu saya yang menyakitkan. Itu pasti.
Apakah penyesalan saya ini berguna, apa gunanya? Setiap saat menangis pun tak akan bisa mengurangi rasa sesal itu. Tetapi sudahlah, bukankah saya pernah berkata bahwa menyintai sesuatu itu tanpa syarat. Apapun yang terjadi tak harus menghapuskan rasa itu. Suspensi sebuah cerita tidak harus terjadi selamanya, pada saatnya segalanya akan berubah, baik atau tidak baik adalah konsekuensi dari tindakan yang telah saya lakukan. Saya akan menerima tanpa merubah apapun dari perasaan yang ada.
Saya berharap kalimat-kalimat yang patut digarisbawahi tidak akan terhapus selamanya.
Sekarang apa yang harus saya lakukan, kemana saya harus mencari mutiara yang hilang itu. Harusnya saya bisa menyuarakan perasaan yang sebenarnya, harusnya tidak menyerah pada rasa rendah diri dan tidak mengorbankan rasa yang sesungguhnya.
Baru saya sadari kini saya sangat terpukul oleh keputusan itu, Keputusan dari satu keputusan semu saya yang menyakitkan. Itu pasti.
Apakah penyesalan saya ini berguna, apa gunanya? Setiap saat menangis pun tak akan bisa mengurangi rasa sesal itu. Tetapi sudahlah, bukankah saya pernah berkata bahwa menyintai sesuatu itu tanpa syarat. Apapun yang terjadi tak harus menghapuskan rasa itu. Suspensi sebuah cerita tidak harus terjadi selamanya, pada saatnya segalanya akan berubah, baik atau tidak baik adalah konsekuensi dari tindakan yang telah saya lakukan. Saya akan menerima tanpa merubah apapun dari perasaan yang ada.
Saya berharap kalimat-kalimat yang patut digarisbawahi tidak akan terhapus selamanya.
Sabtu, 29 November 2014
Sukses Untuk Civen
Senja berubah abu-abu karena mendung yang menutup angkasa semakin merata. Sejak senja ini kesunyian akan terus mengisi perasaan saya karena Civen telah pergi. Perginya terlalu tergesa-gesa tanpa menunggu saya bertanya mengapa semudah itu keputusannya. Beberapa jam setelah keputusan itu saya baca saya tidak bisa menguasai diri, saya merasa tidak sehat dan merenung, siapa sebenarnya dia yang begitu berpengaruh dalam perasaan saya. Berkebangsaan Inggris asal Manchester dan identitas lainnya tidak meyakinkan saya bahwa saya berhadapan dengan orang yang sesungguhnya. Lalu bagaimana saya bisa mempercayai untuk berinvestasi sedang saya tidak tahu itu investasi apa.
Saya telah kehilangan komunikasi karena ketidaksepahaman pendapat saja. Walau begitu saya masih meyakini pertalian sahabat kami tidak akan secepat ini berakhir. Membina pertemanan yang cukup lama dengan saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing tak akan mudah terhapus hanya karena tidak sependapat dalam satu hal.
Perbedaan pengalaman menjadi alasan mengapa selisih pendapat ini terjadi. Karena itu saya bisa mengerti dan memahami kekecewaannya. Saya berpikir saya tidak bisa membuatnya kecewa di kemudian hari. Saya pasti akan menjadi egois jika memaksanya memasuki pengalaman saya yang tidak seperti yang diharapkan.
Dia futuristik sedang saya klasik. Betapa terseoknya saya dibelakang langkahnya yang cepat.
Semoga Civen berhasil mendapatkan mimpinya. Saya akan melihatnya sukses dan bahagia dengan patnernya nanti. Sukses untuk Anda teman. Seperti yang Anda katakan saya juga akan bersama Anda selamanya.
Saya telah kehilangan komunikasi karena ketidaksepahaman pendapat saja. Walau begitu saya masih meyakini pertalian sahabat kami tidak akan secepat ini berakhir. Membina pertemanan yang cukup lama dengan saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing tak akan mudah terhapus hanya karena tidak sependapat dalam satu hal.
Perbedaan pengalaman menjadi alasan mengapa selisih pendapat ini terjadi. Karena itu saya bisa mengerti dan memahami kekecewaannya. Saya berpikir saya tidak bisa membuatnya kecewa di kemudian hari. Saya pasti akan menjadi egois jika memaksanya memasuki pengalaman saya yang tidak seperti yang diharapkan.
Dia futuristik sedang saya klasik. Betapa terseoknya saya dibelakang langkahnya yang cepat.
Semoga Civen berhasil mendapatkan mimpinya. Saya akan melihatnya sukses dan bahagia dengan patnernya nanti. Sukses untuk Anda teman. Seperti yang Anda katakan saya juga akan bersama Anda selamanya.
Jumat, 28 November 2014
Memberi dan Menerima
Sangat sulit saya utarakan di sini bagaimana gelapnya ruang dimana hati saya berada. Sesuatu telah membuat saya bingung, risau dan sedih bercampur menjadi satu. Beginikah beratnya menahan emosi yang bergejolak sehingga melumpuhkan sendi dan tulang.
Sekarang yang tersisa adalah kesedihan, tetapi saya harus menerima. Berharap semua akan baik-baik saja. Kalau dipikir-pikir mengapa saya tidak pernah bisa melawan hal yang tidak sesuai dengan kata hati saya. Sementara saya musti menerima dan mrenuruti apa yang tidak saya pahami.
Semoga hal ini segera berlalu dan mengembalikan lagi gairah dan semangat pikiran untuk menerima dan memberi secara adil dan jujur.
Sekarang yang tersisa adalah kesedihan, tetapi saya harus menerima. Berharap semua akan baik-baik saja. Kalau dipikir-pikir mengapa saya tidak pernah bisa melawan hal yang tidak sesuai dengan kata hati saya. Sementara saya musti menerima dan mrenuruti apa yang tidak saya pahami.
Semoga hal ini segera berlalu dan mengembalikan lagi gairah dan semangat pikiran untuk menerima dan memberi secara adil dan jujur.
Minggu, 23 November 2014
Seperti Bulan dan Matahari
Hujan mengguyur malam, ini menyenangkan, tetapi hanya sesaat saja saya bisa merasakan kesegarannya dari jendela karena beberapa pekerjaan harus segera saya selesaikan. Alhamdulillah koreksi ulangan umum sudah selesai tinggal menunggu hasil akhir. Sedang gambar untuk ilustrasi buku cerita untuk TK Cendekia Harapan ( Children House) baru tiga yang selesai, masih tiga lagi.
Harusnya saya sudah bisa meminggirkan perasaan yang mengayun kesana-kemari dengan kesibukan yang terus ada. Tetapi kenyataannya saya tidak bisa lepas dari bayang-bayang itu. Tidak ada waktu yang terlewati tanpa mengingatnya. Berapa tahun lagi saya bisa menghapusnya saya tidak tahu. Saat ini saya hanya bisa merasakan bahwa saya masih sanggup bertahan untuk satu hal tanpa mempedulikan tuju.
Seperti bulan dan matahari yang selalu bertemu dan berpisah mengikuti jalan masing-masing.
Harusnya saya sudah bisa meminggirkan perasaan yang mengayun kesana-kemari dengan kesibukan yang terus ada. Tetapi kenyataannya saya tidak bisa lepas dari bayang-bayang itu. Tidak ada waktu yang terlewati tanpa mengingatnya. Berapa tahun lagi saya bisa menghapusnya saya tidak tahu. Saat ini saya hanya bisa merasakan bahwa saya masih sanggup bertahan untuk satu hal tanpa mempedulikan tuju.
Seperti bulan dan matahari yang selalu bertemu dan berpisah mengikuti jalan masing-masing.
![]() |
| Nirwana Resort |
Sabtu, 15 November 2014
Kemenangan dan Kekalahan
Secangkir kopi telah habis di teras tadi pagi, ketika awan mendung masih menutupi langit dan burung-burung tak memperdengarkan suaranya. Si kecil Bintang baru saja mengucapkan "bye" dan sepi kembali menyelinap diam-diam.
Sejak semula saya sudah menduga bahwa pertalian ini rapuh, pertalian ini penuh sambungan. Satu dengan yang lain terikat oleh kepentingan yang sama, saling membangun eksistensi.
Di satu sisi pertalian itu menghasilkan kekuatan tetapi di sisi lain sambungan itu menyakitkan ketika gaya tarik dua ujungnya tak seimbang.
Pembaca, semua orang tentu sepakat bahwa hidup adalah dinamika. Ada pergerakan yang terjadi sepanjang waktu yang terkadang tidak mudah dan berat untuk dilanjutkan. Tetapi menyerah bukanlah pilihan karena sekali kita menyerah akan ada penyerahan-penyerahan yang lain.
Begitu juga, hidup adalah permainan sejumlah perasaan yang hanya bisa dibaca oleh mata dan bibir. Keduanya tidak bisa berbohong. Senyum dan tangis adalah refleksi kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup. Permainan terjadi oleh adanya timbal balik dan saling-silang antara beberapa unsur yang tidak selamanya dalam kombinasi yang sama. Kita hanya akan bisa bertahan di dalamnya apabila kita berpengalaman dalam memainkannya.
Kemenangan dan kekalahan tidak lebih baik daripada ketahanan. Karena keduanya adalah hasil sesaat yang sering tidak relevan dengan hidup ke depan. Sedangkan ketahanan bisa menjadi kekuatan untuk pertarungan selanjutnya. Okay!
Sejak semula saya sudah menduga bahwa pertalian ini rapuh, pertalian ini penuh sambungan. Satu dengan yang lain terikat oleh kepentingan yang sama, saling membangun eksistensi.
Di satu sisi pertalian itu menghasilkan kekuatan tetapi di sisi lain sambungan itu menyakitkan ketika gaya tarik dua ujungnya tak seimbang.
Pembaca, semua orang tentu sepakat bahwa hidup adalah dinamika. Ada pergerakan yang terjadi sepanjang waktu yang terkadang tidak mudah dan berat untuk dilanjutkan. Tetapi menyerah bukanlah pilihan karena sekali kita menyerah akan ada penyerahan-penyerahan yang lain.
Begitu juga, hidup adalah permainan sejumlah perasaan yang hanya bisa dibaca oleh mata dan bibir. Keduanya tidak bisa berbohong. Senyum dan tangis adalah refleksi kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup. Permainan terjadi oleh adanya timbal balik dan saling-silang antara beberapa unsur yang tidak selamanya dalam kombinasi yang sama. Kita hanya akan bisa bertahan di dalamnya apabila kita berpengalaman dalam memainkannya.
Kemenangan dan kekalahan tidak lebih baik daripada ketahanan. Karena keduanya adalah hasil sesaat yang sering tidak relevan dengan hidup ke depan. Sedangkan ketahanan bisa menjadi kekuatan untuk pertarungan selanjutnya. Okay!
Langganan:
Postingan (Atom)














