Sabtu, 08 November 2014

Dualisme

Ada dualisme dalam pikiran saya dalam memahami hal yang sedang terjadi saat ini. Dualisme yang bertentangan faham antara ya dan tidak. Terkadang pilihan ya ketika timbul pikiran bahwa satu hal penting yang pernah menjadi mimpi selama hidup saya kini telah datang. Namun karena saya merasa bahwa saya sudah terlambat untuk menyambut mimpi itu,saya harus mundur.
Kemunduran ini saya harapkan memberi ruang baru untuk sesuatu yang berhak mengisinya. Tak lama lagi saya tak berarti apa-apa berada di ruang itu.




Pembaca, malam baru saja berganti dinihari. Tidak terasa satu pekan sudah berakhir untuk kemudian datang lagi pekan yang baru, begitu seterusnya sampai tak terasa kalau kita sudah melewati waktu yang panjang. Begitu samarnya perubahan yang terjadi selama itu dan tiba-tiba kita sudah berada di ujung waktu.




Berbahagialah Anda yang bisa mengikuti perubahan waktu dengan sadar, mengisinya dengan segala yang membuat hidup Anda berarti, apalagi bisa melakukannya tepat waktu.








Jumat, 07 November 2014

Menyintai dan Dicintai

Apalagi yang akan saya tulis untuk mengisi catatan ini, segala yang terjadi selalu silih berganti seperti awan di langit, berubah lamban tetapi pasti dan secepat buih di pasir, begitu terjadi begitu menguap.

Kawan, sebenarnya inti persoalan manusia dalam hidupnya adalah cinta. Cinta adalah awan, langit, dan buih..
Perlu waktu yang panjang  menuju cinta sejati. Cinta sejati hanya terlihat ketika kesedihan terjadi
setelah perpisahan. Cinta sejati tidak akan membiarkan adanya penderitaan dan keputusasaan, melainkan menjadikannya keikhlasan.

Perpisahan ibu dan anak adalah kesedihan,tetapi keikhlasan telah mengubahnya menjadi kebahagiaan.
Menyintai itu seperti orang memikul beban yang sangat berat tetapi tidak mau meletakkannya. Sedangkan dicintai itu seperti terbebas dari beban namun tidak bisa berjalan cepat.


Vegetasi di Kaki Semeru 2014


Senin, 03 November 2014

Layang-layang dan Cakrawala

Hanya bisa memandangi gemerlapnya bintang untuk  mengatakan  kegelisahan ini. Pesan itu terus mengganggu pikiran seperti layang-layang yang terbang tinggi namun kemudian perlahan talinya mengendur dan oleng karena angin tidak lagi memberinya tenaga.
Tetapi sudahlah, sesaat cakrawala sudah memberinya ruang untuk menikmati ketinggiannya dan hembusan angin sudah memberikan kebebasan.
Jika layang-layang itu kembali ke bawah ia bukan lagi layang-layang biasa. Ia sudah mendapatkan pengalaman luar biasa dalam hidupnya. Seandainya ia bersedih, kesedihannya adalah kesedihan yang manis. Karena kesedihan itu lahir dari cinta dan kerinduannya akan cakrawala.




Jumat, 31 Oktober 2014

Kecurigaan

Senja hampir tenggelam dan sisa-sisa sinar matahari di bingkai jendela memanggil saya untuk menuliskan satu hal yang baru saja saya sadari. Mungkinkah saya sudah terpedaya oleh satu tipuan. Seandainya benar,Saya saya tidak ingin tipuan itu akan berlanjut dan menghancurkan saya secara perlahan.

Kelud 2012


Memang sudah bukan saatnya lagi saya berpikir tentang tipuan atau bukan, saya terlalu renta untuk memikirkan sesuatu yang tak mungkin. Tetapi tidak bisa terpungkiri bahwa di sebelah pikiran ada perasaan dan rasa itu tidak mengenal batas apapun.

Dalam sejarah banyak hal unik yang bisa terjadi, seperti ketika Kahlil Gibran mencintai seorang gadis yang tidak pernah  dikenalnya sampai akhir hidupnya. Dan perasaan cinta itulah yang menghidupkan banyak puisinya. 




Rabu, 29 Oktober 2014

Harapan dalam Perubahan

Redup di luar karena matahari malas beranjak dari balik awan, angin juga lamban bergerak membuat pagi ini tak terburu-buru berjalan.
Kegelisahan semalam sudah berkurang, rasa sesak di dada yang mengganggu itu tidak terasa lagi. Bersyukurlah Tuhan selalu cepat mengobati segala rasa sakit pada diri saya.

Memahami setiap perubahan yang terjadi dalam setiap pengalaman itu sangat sulit. Karena perubahan itu berarti memindahkan perasaan dari satu situasi ke situasi lain yang masih menjadi kemungkinan. Dan kemungkinan itu bisa jadi akan tidak lebih baik dari situasi ketika kita berada dalam kepastian.

Harapan memang selalu ada untuk perubahan, menyambut harapan adalah semangat perubahan itu. Namun mungkinkah segalanya akan terjadi sesuai harapan jika pelaku harapan seperti saya ini sudah tidak berotot untuk bisa mencapai puncak harapan itu. 

Senin, 27 Oktober 2014

Bahagia

Selamat pagi cinta,
Selamat mengawali hari ini dengan gelimang cinta dan keindahan seperti Anda menghargai udara yang berhembus setiap hari, seperti Anda memaknai cahaya matahari saat bangun pagi memaknai setiap hembusan nafas sebagai rakhmat dan kasih.

Kawan, merenungi sebuah pesan panjang seorang teman, air mata saya terus menitik. Pesan itu terlalu indah untuk didengarkan orang seperti saya. Lalu  tergambar sebuah kekecewaan yang besar jika terjadi di alam nyata oleh ketidak seimbangan itu.

Seperti tumpahan rasa saya, segalanya.
Tetapi saya akan melakukan kesalahan jika mengucapkan hal itu, dan saya merasa sudah terlalu menyesak di dalam dada kata-kata itu. Kini semuanya tertuang lepas merdeka setelah membaca pesan yang baru saya terima beberapa jam lalu.
Saya memerlukan cukup waktu untuk merenungi semuanya, saya kehilangan kata-kata untuk membalasnya.
Bahagia. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Kesuksesan itu Relatif

Malam sudah terlewati seperti malam-malam biasanya, dengan penuh rasa syukur dan berusaha melupakan semua kegelisahan.
Saya merenungi perbincangan dengan dua kawan di meja bundar kemarin, ketika kami di acara sebuah pesta. Kami menikmati kopi panas sambil ngobrol dalam obrolan itu salah seorang teman mengatakan bahwa saya ini orang tua yang benar-benar sukses. Spontan saya berpikir, apa beda saya dengan mereka. Dua kawan ini juga sudah mencetak  keberhasilan sebagai orang tua bagi anak-anaknya .

Terbesit dalam pikiran, sepertinya ada sesuatu yang kurang bagi kawan ini, mungkin mereka melihat saya tidak bermasalah dalam mengentaskan anak-anak, sedang banyak kawan harus membayar dengan mahal di luar batas kemampuan demi mendapatkan pekerjaan untuk anak-anaknya.

Saya harus mengakui, anak-anak sangat berarti bagi saya karena mereka telah memberi hal terbaik sehingga orang melihat saya sebagai orang tua sukses.



Sebenarnya ukuran kesuksesan itu tidak memiliki standar. Yang ada adalah gradasi tingkat kesuksesannya. Semuanya, kita, akan dilihat sebagai orang sukses ketika berada dalam gradasi warna di atas warna lainnya.

Kesuksesan itu tidak diperoleh secara tiba-tiba, melainkan dari proses berlapis.
Dan cara meletakkan lapis demi lapisnya  sama dengan menorehkan warna pada kanvas. Perlu kematangan warna sebelumnya. Ketika lapisan warna kuning sudah mengering barulah warna merah bisa ditorehkan. Kesabaran lah yang membuat warna kuning tidak berubah menjafi oranye karena adanya warna merah.

Jadi kesuksesan itu adalah relativitas dalam menjalani kehidupan.