Sabtu, 08 Maret 2014

Semoga Hari ini Menyenangkan semuanya




Cabe di Sudut Teras Belakang


Di Radio Cellin Dion membuka pagi di hari Minggu ini dengan Power of Love. Pagi ini lebih sibuk dari biasanya di jalanan depan rumah karena adanya Car Free Day dijalan utama.  Kendaraan lalu lalang meramaikan Tamansari yang biasanya lengang.

Hari kemarin adalah hari raya Saraswati, yaitu hari pendidikan bagi umat Hindu. Semua sekolah dan kantor pemerintah libur. Di sekolah, dari TK sampai SMA dan sederajat dilaksanakan upacara persembahyangan pada pagi hari. Begitu juga para ibu di rumah juga melaksanakan sembahyang dengan banten, semacam sajen, di rumah atau pergi ke tempat anak-anak bersekolah.

Hari ini semoga menyenangkan semuanya, secerah cuaca pagi dan sesejuk angin yang berhembus. Percakapan dengan adik semalam cukup membuat saya tergelak  sendirian dan menjawab sapaan kawan jauh serta mantan murid di fb sudah mengantar tidur saya semalam menjadi nyenyak.



Jumat, 07 Maret 2014

Menjadi Guru Menjadi Penggembira

Suara serangga penggerek riuh bersahutan mengalahkan suara burung gereja. Suasana pagi di Sabtu yang hangat. Rumah ini hening, begitu juga rumah tetangga. Hanya salak dua anjingnya yang terdengar bersahutan sepanjang pagi ini. Mungkin mereka sedang membicarakan situasi terkini di tempatnya he he.

Mereview hari kemarin saat jaga pemantapan Ujian Sekolah saya terkesan dengan gaya seorang ibu guru pasangan mengawas saya di kelas saat mengingatkan anak-anak. Gayanya memerintah seperti doktrin kaku yang potensial menimbulkan reaksi negatif bagi yang mendengarnya. Saya jadi berpikir begitu jugakah dia di rumah? Kalau saya tahu dia meminta saya menjadi pasangan mengawasnya dengan sikap begitu, mungkin saya menghindar saja. Saya senang dengan suasana yang nyaman dan tanpa masalah.
Terlebih dia minta ijin ke perpustakaan untuk mengambil koran dan membacanya di kelas. Guru ini memang dulunya hanya seorang pegawai tatausaha yang beralih ke guru setelah menempuh program pendidikan kilat setaraf sarjana. Dalam minggu ini ada dua pasangan saya yang mengawas sambil membaca koran atau jalan-jalan di luar kelas setelah tanda tangan kehadiran di kelas. Lalu dua kali pasangan lainnya yang ijin sarapan di kantin.

Koleksi Museum Wayang
Kelihatannya sudah terjadi distorsi  kedisiplinan bertugas pada event penting seperti ini. Mau gimana lagi, Kesadaran akan hak dan kewajiban ada pada setiap individu. Mengingatkan sama artinya dengan mengurus kepentingan orang lain.
Waktu menyelesaikan soal untuk anak-anak masih lama, tetapi ada pengawas seolah mendesak mereka agar cepat selesai. Dan benar, setengan jam sebelum bel tanda selesai berbunyi kami sudah keluar.


Selanjutnya kami break sambil ngobrol di bawah kerindangan pohon ketapang di halaman ruang guru. Menikmati sejuknya angin di hari yang gerah. Obrolan di halaman memang beda dengan obrolan di ruang guru. Sesuai dengan lokasinya, obrolan kami banyak tentang hal-hal di luar kerjaan, terkadang menggembirakan terkadang serius bahkan kadang juga mengejutkan.
Beginilah enaknya menjadi guru, sesekali kita punya kehormatan di depan kelas dan sesekali kita menjadi manusia bebas penuh canda dan cerita di luar tugas sebagai penggembira. 




Percakapan antara Belibis dan Burung Gagak


Belibis,"Hai burung gagak, kamu lihat bulu indahku?"
Gagak, "Ya, aku melihatnya melenggoklah dan perlihatkan padaku."
Belibis, "Baiklah, tetapi perlihatkan juga padaku kegagahanmu terbang di udara!"
Gagak, " Ya nanti akan kuperlihatkan padamu, segeralah menari!

Belibispun asyik melenggang- lenggok di sawah berlumpur, sementara mata burung gagak memandang tajam membayangkan bagian yang paling empuk dari burung belibis.
Lalu kata belibis, "Aku sudah cukup lama menari, kapan kamu perlihatkan kegagahanmu?"
Si gagak dengan santai menjawab, "Ya nanti saja,kuperlihatkan padamu. Kamu mau menari lagi?"
burung belibis mulai berpikir," (Menurut cerita para burung, Gagak suka memangsa sesama unggas yang tak berdaya)" Lalu belibis berkata:
" Hai gagak, aku tahu kamu berbohong, janganlah kau mangsa aku!"
                                                                                                                                                                      Gagak yang baik hati pun iba lalu menjawab, "Baiklah." Dan membiarkan belibis itu terbang dengan gembira.


JatiLuwih
Jatiluwih

Begitulah cerita tentang burung belibis dan gagak malam ini. Selamat malam.

Rabu, 05 Maret 2014

Selalu Ada Harapan

Malam di empat Maret baru saja berlalu mengakhiri satu hari yang indah. Bersemi bunga di pucuk-pucuk kegersangan menanti datangnya hujan. Dan kepastian itu pada akhirnya datang juga, hujan menyirami segala kegersangan seperti yang diharapkan.

Selamat pagi matahariku, selamat menghangatkan segala isi bumi, selamat menghangatkan seluruh sel di tubuhku walau hanya sebentar. Karena musim kemarau yang panjang sudah mengurangi elastisitas semuanya.
Tetapi selalu ada harapan untuk hari-hari nanti, hari pada saatnya pancaran kehangatan akan membangkitkan semangat kita lagi.

Senin, 03 Maret 2014

Hilangnya Kesempatan

Merdu dan riang suara burung-burung liar menandai hari baru sedang dibuka. Rona matahari menembus kaca boven kamar saya. Sayang angin sedikit bertiup, menandakan cuaca akan panas sepanjang hari.
Seperti hari kemarin, udara sangat panas dan kering.

Pembaca, pernahkah Anda memikirkan bagaimana cepatnya waktu berjalan sehingga tidak kita sadari tahun 2014 sudah berada pada bulan ketiga, Maret. Sementara perubahan sesuatu yang ada pada diri kita tidak secepat perubahan waktu.
Menyedihkan jika saya melihat anak muda yang telah kehilangan begitu banyak waktunya tanpa harapan selain untuk hidup saja. Nasib menjadikannya kehilangan kesempatan. Terlebih mengetahui mereka adalah mantan murid saya yang tidak mendapatkan pekerjaan selepas kuliah.

Banyak dari mereka sengaja tidak menggunakan waktunya karena merasa tidak memerlukannya. Kekayaan keluarga dan kemalasan membuat mereka tidak peduli tentang masa depan. Dan pada akhirnya mereka benar-benar kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kehormatan dari anak-anak mereka.

Minggu, 02 Maret 2014

Bahagia Itu Sederhana




Pagi tadi adalah pagi bahagia. Karena beberapa kalimat tentang kebahagiaan disampaikan oleh adik-adik saya menanggapi kiriman foto-foto yang saya kirim.

Bahagia yang pertama adalah, bahwa kebahagiaan itu sederhana, minum kopi sambil mengingat perjalanan ke gunung. ..Ha ha ha kenapa begitu persis komentar adik ini dengan apa yang sedang saya ingat saat ini.

Lalu adik bungsu di Surabaya  menyahut, Bahagia itu sederhana, tidur panjang di hari Minggu.

Dan anak saya di Jakarta bertanya, " kok nggak kopi item Ma? Saya juga lagi ngopi Ma.. mau menikmati hidup" Lalu dia mengirim gambar dan menulis.. Bahagia itu adalah saat Zidan tidur zzzz....




Saya mengirim lagi sebuah foto, Bahagia juga ada pada warna merahnya bunga. Adik saya menjawab "..ah aku milih bahagia pada botok jamur yang ada di meja saja." Sayang foto masakan itu sudah saya hapus.


Ternyata bahagia memang sangat sederhana, yaitu ketika kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang kita sayangi pada saat rasa sepi menyelimuti.





Pagi yang penuh warna walapun kering rerumputan karena lama hujan tidak turun dan hari hampir berlalu dalam suhu udara yang cukup panas.

Sabtu, 01 Maret 2014

Selamat Datang Maret

Selamat datang Maret. Februari berlalu sangat tergesa-gesa sehingga tak terasa Maret sudah mengantikan. Satu Maret hari ini, hari yang cukup menenangkan karena hari ini saya bertemu beberapa kawan di Yahoo dan Facebook. Walaupun hanya beberapa saat saja.

Malam ini malam Minggu namun tidak ada hal istimewa, ada keluarga datang dan kami makan malam bersama sambil merencanakan liburan pada hari raya Nyepi yang akan datang.