Minggu, 25 November 2012

Gerimis dalam Matahari

Ada rasa gundah yang terbawa saat saya bangun di pagi hari ini, Menggelayuti kalbu dan mengendap-endap dalam setiap relungnya.
Tetapi sudahlah, begitu bisik yang terdengar dari satu relung hati ketika ada relung yang ingin meratapi kegundahannya.

Dan tidak lama kemudian segera relung yang lain melumurkan damai ketika mata saya menangkap dua puncak  pegunungan Batukaru saat saya membuka pintu kamar tidur. Pemandangan di keremangan  dari kaca jendela itu membuat rasa syukur saya bertubi-tubi memukuli dada dan mengatakan bahwa saya adalah orang yang bisa berbahagia dalam semua kesedihannya.
ohh,
Saya memandangi panorama dalam kabut itu sejenak sebelum mengambil air Wudlu. Saya ingin segera mandi pagi-pagi walau ini hari Minggu. Begitu semangatnya saya untuk menyambut hari ini sebagai hari kebangkitan dari kelemahan, setelah jiwa dikuasai oleh malam yang berat.

Dan sore ini gerimis tipis menari dalam cahaya matahari, berkilauan membasahi semua yang tampak dari jendela kamar. Saya dipukul sunyi. Lalu saya menghapus sederetan angka di hp saya. Saya sangat sedih, tetapi ini mungkin akan lebih baik.






Jumat, 23 November 2012

Waktu Bergulir tanpa Terasa

Kesadaran seringkali tidak mampu mengikuti bergulirnya waktu yang demikian cepat. Begitu cepat berubahnya jam,hari,minggu dan bulan, tahu-tahu sudah mendekati penghujung tahun.

Berbagai peristiwa terlewati tanpa terasa. Ada atau tidaknya kemajuan yang dicapai juga belum bisa saya rasakan, namun tidak ada kompromi dengan waktu.
Apalagi kesempatan untuk mengulang lagi segala yang akan menjadi kenang-kenangan.

Manusia memang diciptakan untuk mengisi sejarahnya sendiri. Dan mengulang sejarah adalah suatu ketidakmungkinan, karena sejarah berjalan ke depan dan tak pernah berbalik.
Biarlah kita berjalan cepat untuk meninggalkannya dan meraih harapan untuk masa depan.
Masa Depan?
Hmm orang seperti saya, masih bicara masa depan?
Iyyyaalah, harapan boleh ada pada siapa saja tak terkecuali saya. Yang jelas harapan masa depan saya adalah bisa terbebas dari rasa susah dan bisa menikmati hidup dengan penuh rasa syukur.

Seperti bagaimana mereka, kawan-kawan selalu mengatakan bahwa sayalah orang yang paling tenang dan nyaman hidupnya. Syukur,syukur. Apapun yang terjadi hanya saya yang tahu.

Pantai Soka Tabanan

Rabu, 21 November 2012

Hidup Saya

Hidup saya menyisakan cita rasa dari romantisme gaya Shakespeare Yang selalu terinspirasi oleh sesuatu yang menjadi belahan jiwanya.
Bahwa romantisme ini mengalir begitu deras dari mata air jiwa yang tidak pernah surut.
Manakala saya mengenang satu zat, saya seperti selalu terbangun dari tidur. Tersenyum di bawah bayang bulan dan tertawa menentang matahari.

Masih adakah dia di dunia ini? Jika zat itu tak ada, hidup saya kehilangan warna . Hanya mengikuti perjalanan waktu sampai senja tak tersisa.
Hidup adalah warna, bukan hanya hitam dan putih. Hidup dimulai dari kegelapan di goa garba menuju cahaya aneka warna dan pada akhirnya segalanya memudar dan tinggallah menjadi putih.Isn't?
Belahan jiwa manusia ada di antara gugusan warnanya.

Hanya saya yang tahu, hanya saya yang merasa begitu. Biarlah, ini rahasia semesta. Takdirlah yang membawa saya menuju romantisme Perasaan yang tumbuh di sela-sela duri, dan bersemi di antara bukit kebencian.


Saya senang bekerja di sini

                                                                       














Senin, 19 November 2012

Selalu Caecillia

Always you dear, gadis manis yang setia menanti saya untuk meluangkan waktu untuknya. Saya selalu senang bila dia memanggil Ma untuk saya dan selalu mengatakan miss you bila beberapa hari kami tidak ngobrol. Kami janji akan ngobrol di cam namun belum sempat keburu tugas begitu menumpuk. sehingga hanya lewat fb saja kami saling memanggil.


Saya tahu kawan kecil ini selalu tulus mengatakan apa yang dikatakan. itu yang membuat saya juga sering menunggunya di obrolan. Terutama saat kami kesepian.


Teman kecil saya yang lain sudah menjauh, akan sesepi inikah jika suatu saat kebosanan datang juga di antara saya dan kawan kecil saya. perasaan tidak mengenal usia, saya senang menjadi mama baginya. Selalu Caecillia.



Minggu, 18 November 2012

Mempersiapkan Soal Ulangan Semester

Kesibukan ini hanya akan berhenti ketika saya harus beristirahat total. Terkadang badan tua ini rasanya remuk redam menghabiskan banyak pekerjaan yang tak kunjung habis.

Dan mempersiapkan soal ulangan semester menjadi tugas mendesak. 50 butir soal baru 30 soal selesai diketik. Besok tugas panitia pagi kerja sampai siang. Trus saya apakan tamu-tamu saya sekarang?
Apapun juga ini lebih baik daripada mereka yang tidak bisa melakukan semua ini. Patutnya aku ikhlas dalam mensyukuri apa yang ada sekarang.
Dipikir-pikir percuma kalau saya mengeluh dan tidak ikhlas. Capek dapat pahala tidak.

Sebenarnya ada baiknya saya sibuk, karena bisa mengikis pikiran sia-sia yang sering mengganggu. Aneh sebenarnya tetapi nyatanya demikian. Hampir setiap menit yang kosong pikiran saya melayang dengan cepat ke tempat lain. Padahal di tempat itu tidak ada apapun, tidak sedikitpun ruang untuk saya. Hanya ruang yang kosong dan hampa.


Saya menyadari, karena itu saya harus bisa menerima apapun pembiaran untuk saya. Biarkan saya capek, biarkan saya bosan biarkan saya pergi dan biarkan semuanya seperti daun kering yang akan melebur sendiri dalam bumi.






Kamis, 15 November 2012

Terasing

Setiap kali saya berada di tempat asing di ketinggian, saya selalu merasa sepi. Mengingat sesuatu dan selanjutnya tarikan-tarikan nafas pendek akan berpacu di tenggorokan.

Setiap kali saya mengingatnya saya sedih karena saya tahu saya sudah melakukan kesalahan besar telah melibatkannya ke dalam emosi yang berkepanjangan.
Hingga saat ini tidak bisa saya menanggalkannya meskipun sudah berusaha. Hidup saya memang penuh keanehan, banyak hal tak terduga saya temui.
Tetapi biarlah, itu menjadi catatan saya. Pahitnya kehidupan ini memindahkan emosi saya dari kehidupan nyata ke dalam fatamorgana. Namun pengaruh fatamorgana itu terlalu kuat sehingga kehidupan nyata saya kurang berarti lagi.

It was my life, betapapun saya meratap tak ada gunanya. Lebih baik saya membiarkan fatamorgana itu sebagai teman hidup saya. sebagai sumber energi agar saya tetap bisa melangkah sampai ujung jalan ini berakhir.




Malam Ini saya Mengubahnya

Malam ini, kamis 15 November 2012 saya mengubah desain serta judul  blog saya. Hanya sedikit perubahan, saya berharap ada kemerdekaan baru dengan tampilan ini.

Hancur-hancuran capeknya badan saya hari ini, Lord! help me! Kapan saya bisa menikmati hari-hari ringan seperti kapas? Tugas pekerjaan yang tak ada putusnya beberapa minggu ini membuat jenuh, sudah datang lagi tugas baru persiapan akhir semester ganjil.
Dan....dan saya ingin beristirahat sejenak.


Sebenarnya semestinya saya bersyukur, bisa mengajar dengan tidak banyak menguras tenaga. Tinggal klik dan klik sambil sesekali pamer pengalaman lewat gambar.
Sama-sama menyenangkannya, antara menanamkan rasa cinta tanah air dan pamer. Yang tidak menyenangkan adalah tagihan-tagihan administrasi yang berlebihan dan semakin membingungkan itu.
Penjabaran program yang selalu mengulang-ulang indikator, standar kompetensi, apalagi proses penilaian mulai dari rancangan, alat, proses, evaluasi nilai, evaluasi soal, remidial individu dan tetek bengek oooo. Hanya superior yang bisa bekerja sesuai dengan tagihan pendidikan seperti itu.

Guru juga manusia, bukan mesin hitung yang bekerja tanpa otak. Kompensasi dengan banyaknya libur? Oke, justru itulah yang menjadi penyebabnya.Kejar target. Libur berarti buat power point, program, bahan ajar, perangkat baru. dan semuanya tidak cukup satu minggu.

Begitulah seninya pekerjaan seorang guru.