Kenapa pada malas posting ya, masih yang kemarin-kemarin saja, Loving karya Happy Snappy, If I...,dan Image from New Zealand punya Dianemichauddlowry.Ahh sebenarnya saya juga tidak punya gairah lagi menulis.
Maunya kali mengupload foto libur nyepi kemrin ternyata terhapus semua, ohh aku memaksa diri sehingga sambil ngantuk kuhapus beberapa foto lama yang masih tersimpan di kamera dan...terjadilaah...menyesal...foto-foto cantik acara wisata bersama keluarga adik-adik saya hilang.Apa mau dikata.Percuma saja menyesali menggerutu atau yang lainnya.
Dokumen tak ada lagi. Tetapi ada beberapa yang masih tersimpan di kamera ponsel.nanti akan saya tampilkan di blog ini.
Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Selasa, 08 Maret 2011
Senin, 07 Maret 2011
Mengungsi pada hari Nyepi
Pada akhirnya kami mengungsi juga meninggalkan Bali pada hari raya Nyepi tahun ini.Jumat,empat Maret kami meninggalkan Tabanan.Penyeberangan kali ini antri selama dua jam sehingga lewat jam delapan WIB kami baru sampai di Genteng. Sabtu pagi-pagi kami joging selama hampir satu jam mengelilingi desa dan melewati persawahan dengan pemandangan yang bagus. Tampak latar belakang Gunung kelabu di bawah awan putih.
Tanaman jagung sedang berbuah,sementara lombok merah sarat dengan buah yang siap dipetik membuat kami gemas,juga tomat dan sayur hijau di kiri kanan jalan. Setelah sarapan kami memulai perjalanan wisata ke pantai Pulau Merah, pantai selatan Banyuwangi. Pantai ini mirip dengan pantai Kuta Lombok. Dengan bukit-bukit kecil dan ombak yang bagus untuk berselancar. Sepertinya pegunjung kali ini sebagian besar orang yang menghindar dari Nyepi juga. Dari sebelas mobil yang ada di sana satu yang bukan DK plat nomornya.
Perjalanan berikutnya ke pelabuhan nelayan Pancer.Enam kilometer dari Pulau merah dan berlanjut ke Pelabuhan ikan Muncar.
Kami makan malam di kota kecamatan Benculuk,mencoba nasi tempong, ternyata mirip dengan nasi campur tetapi sayur dan lalapannya lengkap. Enak dan murah.
Malamnya saya sulit sekali tidur.Dan paginya kami sudah harus siap-siap dengan perjalanan berikutnya sambil pulang ke Bali. Kali ini kami ke Taman Suruh.Taman dan kolam renang di kecamatan Jajag. Kolam ini alami dikeliling tebing bertrap dan pepohonan rindang,airnya sangat sejuk,jernih dan gemericik di mana-mana, dialirkan langsung daribukit. Sangat puas kami berenang dan berlomba serta berfoto menirukan gaya Gayus Tambunan bergantian. Wah pokoknya ini acara yang paling menyenangkan.
Kami masih melanjutkan jalan wisata ke perkebunan karet dan ke Kali Bendo.Makan siang di hutan setelah itu solat di sebuah musolla sambil menunggu hujan reda terus pulang ke Bali. Jam sebelas malam kami tiba di Tabanan lagi, capek sekali karena paginya kami kembali bekerja lagi.
Tanaman jagung sedang berbuah,sementara lombok merah sarat dengan buah yang siap dipetik membuat kami gemas,juga tomat dan sayur hijau di kiri kanan jalan. Setelah sarapan kami memulai perjalanan wisata ke pantai Pulau Merah, pantai selatan Banyuwangi. Pantai ini mirip dengan pantai Kuta Lombok. Dengan bukit-bukit kecil dan ombak yang bagus untuk berselancar. Sepertinya pegunjung kali ini sebagian besar orang yang menghindar dari Nyepi juga. Dari sebelas mobil yang ada di sana satu yang bukan DK plat nomornya.
Perjalanan berikutnya ke pelabuhan nelayan Pancer.Enam kilometer dari Pulau merah dan berlanjut ke Pelabuhan ikan Muncar.
Kami makan malam di kota kecamatan Benculuk,mencoba nasi tempong, ternyata mirip dengan nasi campur tetapi sayur dan lalapannya lengkap. Enak dan murah.
Malamnya saya sulit sekali tidur.Dan paginya kami sudah harus siap-siap dengan perjalanan berikutnya sambil pulang ke Bali. Kali ini kami ke Taman Suruh.Taman dan kolam renang di kecamatan Jajag. Kolam ini alami dikeliling tebing bertrap dan pepohonan rindang,airnya sangat sejuk,jernih dan gemericik di mana-mana, dialirkan langsung daribukit. Sangat puas kami berenang dan berlomba serta berfoto menirukan gaya Gayus Tambunan bergantian. Wah pokoknya ini acara yang paling menyenangkan.
Kami masih melanjutkan jalan wisata ke perkebunan karet dan ke Kali Bendo.Makan siang di hutan setelah itu solat di sebuah musolla sambil menunggu hujan reda terus pulang ke Bali. Jam sebelas malam kami tiba di Tabanan lagi, capek sekali karena paginya kami kembali bekerja lagi.
Label:liburan
Capeknya menghindari sepi.
Rabu, 02 Maret 2011
Saya senang memberi dan menerima
Saya senang memberi apa yang diperlukannya walaupun ini tidak sepadan dengan apa yang sudah diberikan anak-anak kepada saya.
Tidak bisa saya bayangkan andaikan anak-anak saya tidak berhasil. Apa yang saya punya selain mereka. Karena itu tak henti-hentinya saya mensyukuri nikmat ini.
Persoalan hanya satu kali datang dari anak kedua saya ketika dia menikah muda saat baru saja kuliah. Saat itu begitu beratnya saya rasakan karena dia memilih tidak pulang atas pilihan yang diajukan bapaknya,dan saya kehilangan. Saya menikahkan dia di rumah keluarga besar dan anak sulung yang belum genap dua puluh dua tahun menjadi walinya. Pernikahan penuh dengan air mata.
Tetapi itu sudah berlalu, sekarang ia sudah kembali dalam pelukan cinta keluarga kami lagi
Namun perjalanan menuju ke sana penuh dengan pengurbanan kami, saya dan kedua anak laki-laki saya. Suami begitu angkuh, ironis.Sementara dia sendiri berkutat dengan hobinya yang lebih menyakitkan keluarganya.
Ooooh Allah hapuskan....
Saya baru mau menikmati hidup yang Tuhan beri kali ini, saya sehat, saya tenang, saya nyaman melihat anak-anak saya bahagia.Tidak ada gunanya lagi saya memikirkan selain mereka dan diri saya sendiri.Saya tidak mau lagi menderita, saya harus bisa bangkit di samping mereka.
Tidak bisa saya bayangkan andaikan anak-anak saya tidak berhasil. Apa yang saya punya selain mereka. Karena itu tak henti-hentinya saya mensyukuri nikmat ini.
Persoalan hanya satu kali datang dari anak kedua saya ketika dia menikah muda saat baru saja kuliah. Saat itu begitu beratnya saya rasakan karena dia memilih tidak pulang atas pilihan yang diajukan bapaknya,dan saya kehilangan. Saya menikahkan dia di rumah keluarga besar dan anak sulung yang belum genap dua puluh dua tahun menjadi walinya. Pernikahan penuh dengan air mata.
Tetapi itu sudah berlalu, sekarang ia sudah kembali dalam pelukan cinta keluarga kami lagi
Namun perjalanan menuju ke sana penuh dengan pengurbanan kami, saya dan kedua anak laki-laki saya. Suami begitu angkuh, ironis.Sementara dia sendiri berkutat dengan hobinya yang lebih menyakitkan keluarganya.
Ooooh Allah hapuskan....
Saya baru mau menikmati hidup yang Tuhan beri kali ini, saya sehat, saya tenang, saya nyaman melihat anak-anak saya bahagia.Tidak ada gunanya lagi saya memikirkan selain mereka dan diri saya sendiri.Saya tidak mau lagi menderita, saya harus bisa bangkit di samping mereka.
Selasa, 01 Maret 2011
Bersabar
Setiap kali saya harus menahan apa yang seharusnya saya katakan. saya tidak punya kesempatan untuk mengatakannya sehingga saya tersiksa, dada saya sesak.Sampai kapan dia akan berubah.Berapa lama lagi menunggu dia bisa mengerti orang lain bukan hanya dirinya sendiri.
Terkadang saya juga merasa kasihan melihatnya terjerat dalam lingkaran yang dibuatnya sendiri.
Saya berada dalam posisi yang sulit untuk mengikutinya.
Walaupun saya menyadari tidak akan bisa berhenti mengikutinya selama saya masih punya rasa takut mengatakan apa yang ingin saya katakan. Bahwa saya tidak suka dengan sikapnya.
Bersabar adalah pelarian saya, saya menjadi lemah karena ilmu bersabar yang terpaksa saya pelajari ini.
Terkadang saya juga merasa kasihan melihatnya terjerat dalam lingkaran yang dibuatnya sendiri.
Saya berada dalam posisi yang sulit untuk mengikutinya.
Walaupun saya menyadari tidak akan bisa berhenti mengikutinya selama saya masih punya rasa takut mengatakan apa yang ingin saya katakan. Bahwa saya tidak suka dengan sikapnya.
Bersabar adalah pelarian saya, saya menjadi lemah karena ilmu bersabar yang terpaksa saya pelajari ini.
Jumat, 25 Februari 2011
Pekan yang melelahkan
Minggu ini kesibuka saya terasa sangat melelahkan. Tugas sebagai penguji ujian praktik,panitia Ujian Nasional dan koreksi harian yang bertumpuk-tumpuk menyita waktu di luar mengajar. Oh...
Jam 05.00 pm hari ini saya mulai dengan pemesanan belanja, di layar ponsel terbaca dua panggilan tak terjawab,dan kuamati berkali-kali nomor penelepon karena tidak yakin itu nomor siapa. setelah dua saya amati itu nomor bagus.saya tersenyum sesaat dan selanjutnya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan. Saya panggil balik namun seperti yang saya duga itu perbuatan sia-sia.Saya kirim pesan singkat. sama saja. yan sudahlah.
Jam 05.00 pm hari ini saya mulai dengan pemesanan belanja, di layar ponsel terbaca dua panggilan tak terjawab,dan kuamati berkali-kali nomor penelepon karena tidak yakin itu nomor siapa. setelah dua saya amati itu nomor bagus.saya tersenyum sesaat dan selanjutnya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan. Saya panggil balik namun seperti yang saya duga itu perbuatan sia-sia.Saya kirim pesan singkat. sama saja. yan sudahlah.
Rabu, 23 Februari 2011
Can you feel the love tonight
Malam dalam suasana begini mendengar Can you feel the love tonight memang enak. Sepertinya ini suara Elton Jhon, mirip Candle in the Wind yang pernah dinyanyikannya pada detik-detik menjelang pemakaman Lady Dyana tahun 2001.
Hentakan piano yang kuat seperti meneriakkan kesedihan. Good bye Rose, Dyana..Dyana, Saya ikut larut dalam kesedihan saat itu.Memahami kehidupan puteri dongeng yang cantik itu siapa pun akan bersimpati. Bahkan saat itu saya berpikir kenapa dia yang pergi...
Apakah Tuhan sengaja memberi kebahagiaan padanya ya? Dia meninggal dalam dekapan rasa bahagia setelah cukup lama terbelenggu sangkar emas suaminya.
Hentakan piano yang kuat seperti meneriakkan kesedihan. Good bye Rose, Dyana..Dyana, Saya ikut larut dalam kesedihan saat itu.Memahami kehidupan puteri dongeng yang cantik itu siapa pun akan bersimpati. Bahkan saat itu saya berpikir kenapa dia yang pergi...
Apakah Tuhan sengaja memberi kebahagiaan padanya ya? Dia meninggal dalam dekapan rasa bahagia setelah cukup lama terbelenggu sangkar emas suaminya.
Rabu, 16 Februari 2011
Begini-begini saja
Pada waktunya kebosanan selalu datang mengikuti perjalanan waktu kita.Seperti hari-hari belakangan ini saya merasa bosan mengikuti hari yang bergulir.Semangat hidup hampir redup tanpa sportifitas. Petang tadi saya bilang pada suami bahwa saya bosan, hidup begini-begini saja.Sikapnya yang apatis memperburuk hari-hari di rumah.Apakah saya harus terus mencari pelarian dengan kegiatan-kegiatan yang tidak begitu berarti, seperti melihat-lihat email, blog, facebook setelah semua aktifitas selesai.
Untuk menonton televisi saja kadang tidak nyaman. Yah..namanya orang nomor dua ya nonton pun sering tanpa pilihan.
Malam ini saya mengikuti blog baru milik Christoper, judulnya Salon, blog tanpa kalimat melainkan gambar dan lukisan klasik seperti lukisan yang berjudul Temples of love, Romance. Lukisan bergaya klasik surrealis dengan sapuan warna lembut sederhana, bahkan beberapa hanya berwarna hitam putih.Saya bisa menikmatinya karena ini beda dengan blog gambar yang umumnya berupa foto.Kali ini Salon berbicara dengan painting. Sepertinya saya juga ingin memamerkan karya kecil saya suatu hari nanti.
Begini-begini saja cara saya melupakan rasa kebosanan saya.
Untuk menonton televisi saja kadang tidak nyaman. Yah..namanya orang nomor dua ya nonton pun sering tanpa pilihan.
Malam ini saya mengikuti blog baru milik Christoper, judulnya Salon, blog tanpa kalimat melainkan gambar dan lukisan klasik seperti lukisan yang berjudul Temples of love, Romance. Lukisan bergaya klasik surrealis dengan sapuan warna lembut sederhana, bahkan beberapa hanya berwarna hitam putih.Saya bisa menikmatinya karena ini beda dengan blog gambar yang umumnya berupa foto.Kali ini Salon berbicara dengan painting. Sepertinya saya juga ingin memamerkan karya kecil saya suatu hari nanti.
Begini-begini saja cara saya melupakan rasa kebosanan saya.
Langganan:
Postingan (Atom)