Senin, 16 Agustus 2010

Kesal dengan hilangnya foto-foto pilihan dari halaman teks blogg

       Ini untuk yang ketiga kalinya foto-foto yang menyertai teks blog hilang dari tampilan. Benar-benar kesal.Coba bayangkan berapa waktu yang sudah saya buang untuk upload foto sekian banyak itu, juga biaya yang sudah saya keluarkan untuk pulsa yang sudah saya gunakan.

       Bantuan Blogger hanya menjawab foto ada di web album picasa. Trus apa bedanya dengan tetap menyimpannya di dokumen? Saya kesal lagi, memindahkan dari Picasa memang mudah tetapi sama dengan mengulangi pekerjaan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Ternyata kekesalan bukan hanya dari saya. Forum diskusi blogger bantuan sudah banyak yang mengeluh tetapi pemecahan tetap sama. Mengulang atau blog tampil tanpa gambar. Sama dengan bohong-bohongan.

Siapa yang bisa menolong saya. Saya kesal..kesal dan kesal. Saya kempali ke editor lama saja. Tetapi pada akhirnya cara itu juga akan diganti dengan editor baru.Saudara goggle chrome itu.Hhh
Jadi yang begini ini yang terburuk dalam bloggeran.

Flickr Miki

       Flickr miki mengingatkan kenangan kami saat kami sering bersama. Ia sangat suka masakan saya,kari ayam, goreng pare dan pasti ada tempe goreng. Selalu habiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda sehabis makan malam.
       Hari-hari libur kami suka keluar kota atau berbelanja.Sungguh tak terlupakan meskipun saat-saat itu sudah berlalu lebih dari empat tahun.

Minggu, 15 Agustus 2010

Saya tidak mau menunggu lagi

        Saya tidak mau menunggu lagi untuk hal apapun, karena menunggu itu penyiksaan diri. Kalau saya ingin pergi untuk menikmati jalan-jalan ya suka-suka. Kalau saya ingin memiliki sesuatu saya akan membelinya. Dan kalau saya ingin mendapatkan sesuatu saya akan berusaha mendapatkannya.



 

  Sekarang saya sedang menginginkan sesuatu, namun untuk ini saya hanya bisa menunggu tanpa tahu bagaimana saya memperolehnya karena yang saya inginkan adalah sesuatu yang absurd. Sesuatu yang ada dalam  angan-angan tentang matahari yang hangat di pangkuan atau bulan merah terselip dalam pelukan.

Concolo Mirarte, I like the dress

  
Kemarin pagi saat saya buka email, ada satu email dari concolo Mirarte berbunyi, I love the dress. Komentar yang sangat singkat, kelihatannya kami punya kesamaan tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik dia bilang bahasanya spanish .Dia menulis blog dengan bahasa yang saya tidak bisa mengerti.Walau begitu kami bisa berkomunikasi dengan gambar.Saya hanya katakan. That is good, I like it.Dia bilang gambar-ambar itu diambilnya di Paris bukan Argentina.

Dua blog lagi, happy snapy dengan judul Mysteri Themes dengan foto kereta api model kuno seperti di film-film lama. dg latar belakang pegunungan yang subur.Dan Give the Emperor juga kelihatan di dasbor dengan judul when I throw....

Dan satu lagi yang saya ingat, kehangatan matahari di hari Sabtu ini kunikmati bersama desah suara angin pada jam 11.35 di lantai dua sekolah.

Rabu, 11 Agustus 2010

Senja di kota Ruteng




Perjalanan terhambat oleh hujan, jam dua kami masih di kabupaten Bajawa Manggarai Barat. Di sebuah pemberhentian sopir meminggirkan mobil untuk memasang terpal penutup barang di kap mobil. lebih dari seperempat jam. Saya sempat mengabadikan seorang ibu menjual jeruk lokal.Dengan meletakkan jeruk di nampan yang terbuat dari anyaman lidi daun kelapa.




Jam lima sore kami sampai di Ruteng. Kami turun di pusat kota. Kami saling berpamitan dengan penumpang lain. Seorang penumpang yang berangkat dari hotel yang sama memberi nomor Hp dan meminta kami menelponnya nanti. Maxi namanya, umurnya sekitar 35 tahun.
Sambil menunggu kendaraan lanjutan ke Labuan Bajo kami berjalan-jalan seputar tempat itu.Berfoto di depan kantor BRI dan membeli sedikit oleh-oleh di toko terdekat.



Apakah Saya terpenjara ?

          Baru saya sadar sebenarnya saya hanyalah seorang perempuan tak berdaya. Untuk menikmati kehangatan matahari  senja pun harus mengintip dari balik tirai.Sementara kehangatan hari-hari saya sudah tidak ada lagi
.
          Saya selalu merasa dalam penjara kehidupan masa lalu.
Kini saya ingin kehangatan matahari bisa menerobos tirai jendela membangkitkan gairah hidup yang meredup bersama habisnya waktu. Sekecil apapun cahaya itu akan menjadi sangat berarti untuk memacu hasrat cinta akan nikmat dan karunia kehidupan.






          Semalam saya mengenggam bulan mengikuti putaran rasa tanpa suara. Namun tak sanggup sanggup menumpahkan kerinduan  karena ciumanku tak kan sampai ke wajahnya.

          Kini saya hanya menunggu kapan kapan saya merdeka menyentuh matahari dan memeluk bulan di pangkuan.

Selasa, 10 Agustus 2010

pagi ini cerah di mana pun

    cuaca cerah, saya banyak menghabiskan waktu di rumah pagi ini. di kamar atas sedikit hangat dan pemandangan ke luar bisa saya dapatkan dari dua arah,yaitu dari jendela depan dan dari pintu kamar yang mengarah ke jendela tengah.

    Pagi didominasi suara kicauan burung di pepohonan depan rumah saya. saat ini ada suara cwit....cwit....cwit....yang nyaring dan lucu. suara burung sedang bertanya pada temannya. Lalu ada jawaban dengan suara yang lebih ringan terputus--putus tetapi berbicara lebih banyak.Dan suara burung lain lagi sayup-sayup seakan bertanya-tanya ringan..serta menyapa teman-temannya.

   Sekarang burung gereja yang cerewet itu mengacaukan semuanya. Mereka menghilang.suara merdu burung-burung tadi tidak terdengar lagi. Tinggallah ceracap burung gereja yang sedang berebut makanan di atap-atap rumah.

   Suasana pagi hangat ini mungkin terjadi setiap hari, sayang kita sering mengabaikannya.dan membiarkan saat seperti ini berlalu tanpa kenikmatan.

Suara burung kini ditutup oleh suara anak-anak di sekolah SD yang  letaknya hanya berbatasan dengan pagar belakang rumah saya.Riuh mereka bermain dan berteriak-teriak saat jam istirahat.Anak-anak perempuan lebih banyak melengking dan berteriak-teriak sesekali ditingkahi suara serak dan berat anak laki-laki. Lalu anak-anak berteriak lagi sambil tertawa-tawa.
Menyenangkan, suara itu kini meredup setelah bel berbunyi diiringi teriakan kecewa mereka.
Dan cit...cit... datang lagi. Anak-anak  burung mencari makan bersama induknya di pucuk-pucuk pohon perindang di pinggir jalan depan rumah.



Hari pertama bulan puasa dengan karunia semesta yang tak terhingga. Beruntunglah kita yang bisa melihat dan mendengarkan segala yang dibeikan Allah kepada makhluknya.