Sambil menunggu penumpang kami melihat-lihat sekitar. Sebenarnya udara di sini sejuk dan berpotensi menjadi desa yang indah karena tanahnya subur. Sayang tidak banyak orang menanam sayur dan bunga. sehingga banyak tanah subur terbengkalai dan hanya ditumbuhi rumput dan semak liar. Hanya ada beberapa orang yang menanami halaman rumahnya dengan bunga.
Jam dua belas malam kami tiba kembali di L Bajo. Perjalanan dari Ruteng di mulai jam tujuh malam menunggu penumpang juga. Perjalanan ini tersa lebih cepat sampai karena jalan terus menurun sampai L Bajo. Selain itu kami lebih banyak tidur karena kecapaian.
Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Sabtu, 07 Agustus 2010
Rabu, 04 Agustus 2010
Inspirasi datang seperti air mengalir
Ketika, adalah kata yang bisa mengingatkan kita pada satu peristiwa yang telah terjadi. Dan ketika juga bisa menjadi kata yang melahirkan keinginan kita pada apa yang akan terjadi.
Ketika saya memulai sesuatu saya bertanya apakah ini akan memberi arti bagi hidup saya. Saya sering merasa bahwa hidup saya tidak lama lagi akan digantikan oleh satu generasi tanpa kompromi.
Ketika teman melihat saya di depan kerjaan ia bilang "Untuk apa kamu rajin begitu, sebentar lagi kita akan beristirahat." Saya berpikir ia benar tetapi ia tidak tahu yang saya kerjakan adalah sesuatu yang bisa membuat saya senang.
Ketika generasi anak saya bilang "Ibu sudah tua tetapi masih semangat mengikuti ilmu pengetahuan." saya berpikir ia berkata seperti itu karena ia tidak tahu bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya monopoli anak muda.
Dan ketika mereka masih berpikir tentang saya,saya sudah mendapatkan inspirasi untuk memaknai hidup saya. Inspirasi tentang air yang terus mengalir mencari muara. Bahwa pikiran manusia juga akan terus berubah bersama dengan perubahan waktu.
Ketika dua keping otak saya tidak cukup lagi untuk menyimpan memori , saya harus bisa berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan apa yang harus saya selesaikan sebelum waktu saya habis.
Dan,
Ketika darah saya masih bergerak, kaki dan jari tangan masih mau bersama, saya masih ingin berjalan bahkan berlari untuk menemukan sesuatu yang masih bisa saya dapatkan dari hidup saya.
Ketika waktunya tiba, inspirasi ini akan berakhir bersama akhir kehidupan saya.
Daun di dekatmu
Daun kering terbang dan jatuh di dekatmu.
Itu bukan daun yang terakhir, kasihku
Di ranting yang ditinggalkannya masih ada serumpun daun yang menunggu diterbangkan angin
Dan akan hinggap di dekatmu
Itu bukan daun yang terakhir, kasihku
Di ranting yang ditinggalkannya masih ada serumpun daun yang menunggu diterbangkan angin
Dan akan hinggap di dekatmu
Selasa, 03 Agustus 2010
Sore di ruang guru
Sore ini saya lagi bersama dua orang teman di ruang guru mengisi waktu dengan belajar bersama membuat blog. Saat yang menyenangkan. Suatu saat nanti pengalaman kecil ini akan menjadi sangat berarti setelah pensiun . lima tahun lagi.
Minggu, 01 Agustus 2010
Foto Baru Consolo
Hari ini pembaruan blog yang pertama kulihat adalah dua foto baru yang diposkan oleh Consolo Mirarte.Foto suasana di tempat umum, sepertinya sekelompok mahasiswa ysng sedang menunggu sambil duduk-duduk di tangga semen tidak jauh dari jalan.Sedang satu lagi adalah foto seorang laki-laki baya berjas coklat sedang membaca di etalase papan pengumuman. Foto ini diambil dari arah belakang dengan jarak dekat sehingga kepala laki-laki plontos bagian atas kepalanya ini menjadi unik.
Ada perasaan senang menerima gambar ini meskipun tanpa komentar dan tanpa penjelasan dari yang memposkannya.
Ada perasaan senang menerima gambar ini meskipun tanpa komentar dan tanpa penjelasan dari yang memposkannya.
Bulan Agustus 2010
Mengawali bulan Agustus matahari pagi sedikit ramah dan menghangatkan suasana. Cuaca sepanjang Juli yang terus berubah membuat suhu udara juga cepat berubah. Hujan renyai menjelang dinihari akan diikuti dengan kabut dan menyisakan warna basah di landscap sekitar rumah. Sebentar kemudian matahari sudah menyiramnya dengan cahaya hangat dan membiarkan sisa embun itu menguap perlahan.
Begitu jugakah peristiwa akan berlalu? Bulan Juli ditutup oleh hujan di luar jendela. Petang menandakan tirai jendela akan menutupnya dari pandangan mata. Yang ada hanya suara tetes-tetes penghabisannya di dedaunan. Suara renyai hujan membangkitkan kerinduan.
Adakah manusia yang bisa terbebas dari rasa rindu yang mencekamnya, dan kapankah kerinduan berhenti menghinggapi perasaan manusia ?
Dan saya juga dihinggapi kerinduan itu, yang tidak saya ketahui rindu terhadap apa dan rindu kepada siapa. Akhirnya saya akan mengembalikan anugerah indah ini kepada Penciptanya. Namun satu kesempatan nanti saya ingin mendapatkannya kembali kerinduan saya untu Hotel Azzahra, Taman Bakhutmah dan Jalan Masfella tanpa ada air mata.
Consolo Mirarte Tadi Pagi
Ketika saya membuka daftar bacaan di blog saya ada tiga kiriman foto dari koneksi consolo Mirarte. Foto kesipbukan kota yang padat di Argentina, foto dinding bata bangunan tua yang sudah dirambati tumbuhan menjalar dan potret sebuah kafe yang pengunjungnya kebanyakan orang-orang tua dan beberapa lagi. Saya tertarik satu foto yaitu foto pemakaman kristen.Pemakaman ini bagus dan rapi seperti sebuah musoleum yang dirawat dengan baik. Namun tiba-tiba ada rasa takut merayapi pikiran saya. Bukan kematian yang saya takutkan tetapi suasana dingin sunyi yang ada di sana.
Begitu jugakah peristiwa akan berlalu? Bulan Juli ditutup oleh hujan di luar jendela. Petang menandakan tirai jendela akan menutupnya dari pandangan mata. Yang ada hanya suara tetes-tetes penghabisannya di dedaunan. Suara renyai hujan membangkitkan kerinduan.
Adakah manusia yang bisa terbebas dari rasa rindu yang mencekamnya, dan kapankah kerinduan berhenti menghinggapi perasaan manusia ?
Dan saya juga dihinggapi kerinduan itu, yang tidak saya ketahui rindu terhadap apa dan rindu kepada siapa. Akhirnya saya akan mengembalikan anugerah indah ini kepada Penciptanya. Namun satu kesempatan nanti saya ingin mendapatkannya kembali kerinduan saya untu Hotel Azzahra, Taman Bakhutmah dan Jalan Masfella tanpa ada air mata.
Consolo Mirarte Tadi Pagi
Ketika saya membuka daftar bacaan di blog saya ada tiga kiriman foto dari koneksi consolo Mirarte. Foto kesipbukan kota yang padat di Argentina, foto dinding bata bangunan tua yang sudah dirambati tumbuhan menjalar dan potret sebuah kafe yang pengunjungnya kebanyakan orang-orang tua dan beberapa lagi. Saya tertarik satu foto yaitu foto pemakaman kristen.Pemakaman ini bagus dan rapi seperti sebuah musoleum yang dirawat dengan baik. Namun tiba-tiba ada rasa takut merayapi pikiran saya. Bukan kematian yang saya takutkan tetapi suasana dingin sunyi yang ada di sana.
Akhir Pekan Akhir Juli.
Akhir Juli bertepatan dengan akhir pekan. Kesibukan hari ini masih tinggi meskipun badan saya kurang sehat. Udara dingin sebulan lebih membuat badan kurang gerak karenanya. Jadinya weekend ini kami di rumah saja. Melihat-lihat tanaman dan kolam ikan teras belakang.
Kegiatan ultah sekolah sudah berakhir dan kegiatan mengajar sudah kembali normal. Yang saya hadapi sekarang adalah murid kelas X yang baru saja memulai SMA. Ternyata masih menyenangkan berada di kelas baru walaupun masih ada saja gangguan kecil seperti murid yang sms-an pada saat saya ajar. Dalam minggu pertama ini sudah tiga anak saya skors keluar dari kelas saya karena pelanggaran itu.
Kemarin, di Kelas X3 saya mengeluarkan satu murid perempuan. Tetapi ia menolak dan minta maaf. Saya tidak menerima karena belum lama saya menyampaikan hal itu dia sudah berani melanggar. Dia memaksa untuk tinggal di dalam kelas dengan muka bersungut. Saya juga memaksa dia keluar, saya katakan saya terganggu olehnya. Akhirnya dia benar-benar marah dan keluar.
Baru sekali ini saya menghadapi murid seberani ini. Saya berpikir dia anak pejabat dan mungkin akan mengadu kepada orang tuanya. Saya katakan kepada yang lain bahwa saya konsekwen dengan aturan yang sudah saya katakan, jadi risiko apapun saya siap menanggungnya.
Kegiatan ultah sekolah sudah berakhir dan kegiatan mengajar sudah kembali normal. Yang saya hadapi sekarang adalah murid kelas X yang baru saja memulai SMA. Ternyata masih menyenangkan berada di kelas baru walaupun masih ada saja gangguan kecil seperti murid yang sms-an pada saat saya ajar. Dalam minggu pertama ini sudah tiga anak saya skors keluar dari kelas saya karena pelanggaran itu.
Kemarin, di Kelas X3 saya mengeluarkan satu murid perempuan. Tetapi ia menolak dan minta maaf. Saya tidak menerima karena belum lama saya menyampaikan hal itu dia sudah berani melanggar. Dia memaksa untuk tinggal di dalam kelas dengan muka bersungut. Saya juga memaksa dia keluar, saya katakan saya terganggu olehnya. Akhirnya dia benar-benar marah dan keluar.
Baru sekali ini saya menghadapi murid seberani ini. Saya berpikir dia anak pejabat dan mungkin akan mengadu kepada orang tuanya. Saya katakan kepada yang lain bahwa saya konsekwen dengan aturan yang sudah saya katakan, jadi risiko apapun saya siap menanggungnya.
Langganan:
Postingan (Atom)