Tujuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk kemajuan dan kemudahan dalam meningkatkan kualitas hidup, dan peningkatan kualitas hidup sebagai hal positif jika tanpa diimbangi dengan kesadaran moral dan agama akan melahirkan faham hedonisme. Dan celakanya hedonik menjadi tujuan yang tidak ada ujungnya. Hedonisme tidak selalu berhadapan dengan uang semata melainkan juga segala yang memiliki sifat pemuas nafsu duniawi.
Semua generasi terwarisi akhlak orang tuanya, kebiasaan orang tuanya sedikit atau banyak. Orang tua yang punya komitmen untuk membentuk kepribadian anak yang baik akan menghabiskan banyak waktu untuk kebutuhan anaknya akan figur contoh baik baginya. Termasuk memberi pelajaran kepada anak tentang moral etika dan harga diri. Membuka wawasan dan nurani anak untuk memahami jati diri sebagai makhluk yang paling sempurna, yang bermartabat.
Keberhasilan satu generasi adalah hasil kerja generasi sebelumnya. Logikanya begitu. Kegagalan satu generasi juga hasil kerja generasi sebelumnya. Tetapi yang terjadi sekarang sering tidak bisa diterjemahkan dengan logika. Bahkan sering sangat bertentangan dengan logika. Banyaknya anomali tentang kejadian buruk dan kasus moral di negeri ini sulit dipahami sepotong, dari kesalahan generasi sebelumnya. Makanya secara sederhana saya hanya bisa mengartikannya bahwa existensi manusia masa kini yang telah menggeser kebutuhan mental menjadi kebutuhan gaya hidup menjadi penyebabnya.
![]() |
Teknologi yang Tertinggal di Sumur Minyak |
![]() |
Bengkel Kemiskinan |
![]() |
Kegotong Royongan Tetap Terjaga |
Semoga ilmu dan teknologi memudahkan bangsa ini mendapatkan energi positif untuk mengembalikan martabat bangsa dan negara. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar