Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Rabu, 10 Mei 2017
Rayuan Pulau Kelapa
Makin sering didengar semakin enak dinikmati nada dan irama lagu Rayuan Pulau Kelapa, salah satu lagu nasional kita.
Sejak nilai kebinekaan kita tercabik, lagu-lagu kebangsaan terus diperdengarkan oleh beberapa stasiun televisi dan radio terutama RRI. Terlebih lagi setelah vonis terhadap Gubernur terkalahkan dalam pilkada DKI 19 April 2017 atas dugaan penistaan agama dijatuhkan dengan vonis 2 tahun penjara.
Saya pikir semua yang terjadi pada diri manusia itu membawa pesan baik, termasuk peristiwa yang kini sedang terjadi, yang menurut sebagian orang merupakan peristiwa matinya keadilan di negeri ini.
Saya jadi teringat pepatah arab " Akal adalah hakim yang adil."
Terlepas dari semuanya saya hanya melihat beberapa
Peristiwa yang menyangkut gubernur DKI ini selalu fenomenal. Dan reaksi pendukung atas vonis 2 tahun penjara kepadanya menjadi puncaknya.
Berbagai aksi solidaritas pendukungnya digelar dan selalu disertai dengan aksi lagu-lagu nasional.
Sebegitukah kekhawatiran bangsa ini akan munculnya perpecahan sehingga terus menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, padahal pada bulan Agustus saja ini sudah jarang diperdengarkan. Jika iya, saya merasa bangga karena tiba-tiba saja generasi muda sadar untuk menyintai tanah airnya.
Keanekaragaman peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air telah menguras perhatian dan menyeret emosi kita semua. Semoga saat ini menjadi titik balik menuju persatuan kembali.
Sabtu, 06 Mei 2017
Bahasa Hati
Bahasa hati sulit diutarakan dengan kata
Banyak hal yang tak punya kosa kata
Terlalu pelik untuk diungkapkan
Semakin banyak pertimbangan
Kita tidak sendiri, tidak berdua
Sekalipun dunia ini fana
Isi dunia memporandakan kita
Hati kita kita yang jaga
Karena kita tak bisa bilang pada siapa
Tentang luka yang menganga
Hanya Yang Menciptakan kita yang tahu
Cara menyembuhkannya.
Menjadi Guru
Ada saatnya bersama-sama dan ada saatnya berpisah pula. Segalanya tak pernah terasa ketika tiba-tiba waktu sudah sampai pada perpisahan. Mereka sudah pergi dan segera tergantikan generasi berikutnya.
Betapa menjadi guru itu menyenangkan. Setiap tahun menemukan anak-anak baru dan kehilangan murid-murid lama. Suatu hal yang berimbang ada datang ada pergi, ada suka ada duka, dan inilah salah satu keadaan yang telah menyelaraskan hidup seorang guru. Saya bersyukur mengkuti garis kehidupan sebagai guru.
Begitu mudahnya saya mendapatkan hiburan di sekolah dan begitu banyak pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk menutup waktu luang saya.
Pembaca, ketika orang berkata berhentilah bekerja di usia tua untuk menikmati hari tua, saya senang mendengarnya tetapi saya belum sanggup menjalaninya. Saya tidak bisa secepat itu menghentikan langkah. Saya perlu waktu untuk bisa mencapai titik jenuh dan berharap kejenuhan itu akan datang sendiri tanpa terpaksa. Sekarang yang bisa menghentikan kerja saya hanya kondisi fisik saja. Selama fisik saya mampu saya tidak akan bethenti bekerja
Malam Membelam
Malam selalu membelam menyakiti waktu
Gemeritik hujan awal musim kemarau datang tak menentu
habiskan detik-detik berlalu
Seperti sedang bersiap untuk sesuatu
Sunyi itu bisa menjadi duka
Walau tak bisa dibaca apa sebabnya
Begitu dalam luka rasa membekas
Membuka
Aku bisa lebih tahan karena aku punya jiwa
Yang terbuat dari bara
Yang bisa membakar semangatku sendiri
Karena aku lahir bukan untuk menyerah
Jumat, 05 Mei 2017
Katakan dengan Bunga
Selamat pagi, selamat berakhir pekan pembaca,
Hari ini Sabtu merupakan hari yang selalu dinanti para pekerja untuk menikmati istirahat dari rutinitas mingguan atau bahkan menjadi hari tersibuk oleh kreativitas yang mendatangkan keuntungan baru. Keuntungan moral ataupun material
Pembaca, Anda pasti sudah mengikuti berita adanya trend mengirim bunga kan, diawali dengan kekalahan pasangan gubernur DKI petahana dalam pilkada. Lalu datang kiriman bunga ke balai kota DKI dari pendukung sebagai ucapan yang menyemangati dengan ucapan-ucapan menyejukkan.
Saya lihat ini adalah sebuah fenomena yang luar biasa indah. Terlepas dari siapa untuk siapa dan apa yang diinginkan para pengirimnya, saya merasa baper juga ya melihat itu semua, sebagai sikap menerima dengan tulus sebuah kekalahan Sang Jagoan. Sulit saya kira orang bisa menerima kekalahan jagoannya dengan cara sebaliknya dari kekecewaan yang menyakitkan. Saya melihat masih banyak rakyat biasa yang bijak dalam menyikapi semua situasi. Aksi pengiriman karangan bunga adalah satu contoh sikap dewasa bangsa ini dan saya melihat ini juga sebuah aksi balasan atas banyaknya aksi demontrasi pengerahan massa yang bisa diartikan sebagai tekanan bagi mereka selama ini.
Aksi karangan bunga selanjutnya adalah pengiriman bunga kepada pihak kepolisian dan TNI serta kepada presiden.
Saya penyinta bunga karena itu saya ikut merasakan alangkah senangnya mendapat penghargaan seperti itu. Ingat kata sebuah slogan Katakan sesuatu dengan bunga.
Btw, pada acara dengan anak-anak ke kebun raya kemarin saya juga ingin memotret bunga, sayang semua tanaman bunga yang ada tidak berbunga. Musim bunga belum tiba.
Dan ini bunga plastik di meja kerja saya dulu. Entah siapa yang menggantikannya kini.
😊😊😊😊
Kamis, 04 Mei 2017
Pantai Yeh Gangga suatu Senja
Lama tidak bisa posting karena kendala sinyal, kali ini saya puaskan untuk memosting laporan hari-hari yang sudah telewati dalam rangkaian libur beberapa minggu lalu. Ketika anak-anak bisa berkumpul di Bali.
Kali ini kami tamasya ke Pantai Yeh Gangga yang ada di Tabanan. Pantai terdekat dari rumah, kurang dari 30 menit dari kota Tabanan. Pantai ini satu garis pantai dengan pantai-pantai sebelah selatan P Bali. Berurutan dari Pantai Soka, Pantai Pasut, Yeh Gangga, Pantai Tanah Lot, Pantai Kedungu, Pantai Seseh, Pantai Nyanyi, yang semuanya ada di Kabupaten Tabanan. Selanjutnya Pantai Berawa, Pantai Kuta dan Nusa Dua. Dari Pantai Yeh Gangga beberapa objek wisata pantai tersebut kelihatan bangunan-bangunannya walaupu kecil. Sedang Pantai Ulu Watu tampak jelas, juga Patung Garuda Wisnu juga tampak menyembul di puncak bukit.
Ombak pantai Yeh Gangga terkenal berbahaya tetapi ini yang disukai peselancar. Karena itu pantai Yeh Gannga tidak pernah sepi dari wisatawan manca negara yang surving di sana. Keramaian pantai ini pasa sore hari.
Banyak kegiatan pengunjung di sana yang umumnya dilakukan anak muda dan anak-anak. Mereka bermain bola, mandi dan bermain pasir. Sedang wisatawan asing surving dan berkuda. Ada juga yang joging sepanjang pantai.
Pantai ini berpasir hitam pekat dan berkilau. pasirnya bermagnit sehingga cepat menempel pada benda logam bermagnit juga.
Tidak terhitung kami ke sini tetapi tidak pernah bosan mengunjunginya. Pemandangan saat matahari tenggelam menjadi saat tang ditunggu para pengunjung. Dan jika matahari sudah tenggelam, berangsur-angsur semua meninggalkan pantai.
Langganan:
Postingan (Atom)


















