Jumat, 27 Desember 2013

Dulu dan Kini

 Segala yang ada di dalam kehidupan terus berubah kecuali udara yang terus mengalir, ombak yang bergerak.
Perubahan yang tidak terasa adalah perubahan usia. Perubahan itu merayap seperti pergerakan awan.

 Foto ini diambil 34 tahun lalu, sulung dan bungsu.


 Dan kekinian sudah mengubahnya seperti ini.


Selasa, 24 Desember 2013

Pengalaman Baru Kawan Saya

Perjalanan  kemarin adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi dua kawan saya, ketika saya mengajak mereka menyeberangi bengawan Solo yang sedang banjir dengan perahu tua. Mereka tidak merasa takut walaupun ini merupakan pengalaman pertama mereka naik perahu. Sebaliknya mereka banyak mengambil kesempatan untuk bergaya di atas perahu dengan berfoto.
Selanjutnya kami  berjalan menyusuri desa seberang di kecamatan Padangan , 30 Km dari kota Bojonegoro.
Desa ini merupakan sentra industri limbah kayu jati.

Kami berbelanja banyak suvenir untuk oleh-oleh dan pesanan kawan. Kawan saya membeli sebuah kaligrafi besar seharga Rp 700.000. 
Kurang lebih dua jam berbelanja kami sudah kembali menyeberangi perahu. Kami berpisah di kota itu, dua teman melanjutkan perjalanannya ke Ngawi dan saya kembali ke Bojonegoro.Petang kami masing-masing sampai di tujuan.

Malam ini cuaca di kota kelahiran saya cukup cerah. saya menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di alun-alun dan naik sepeda hias, lalu main ayunan sambil menikmati es krim dengan seorang anak kecil. Senang rasanya walau tidak ada sesuatu yang istimewa. Inilah arti kecintaan saya pada kota kelahiran.

Minggu, 22 Desember 2013

Happy Mother Day



Hari ini saya bersama dengan i
bu lagi walau dalam beberapa hari saja.
Saya datang tanpa mengabarkan sebelumnya, dan benar, saking gembiranya ibu memeluk saya sambil berkata bahwa saya anak yang paling dirindukan.
Begitulah ibu, saya tahu benar makna kalimat itu karena saya juga sering berkata kepada anak saya bahwa mereka adalah anak yang paling saya sayang untuk pujian kepada setiap anak saya.
Bahwa masing-masing mereka adalah anak tercantik dan tertampan di dunia sambil menciumi setiap mereka
Dan saya juga melihat mereka senang mendengarnya.


Sabtu, 21 Desember 2013

Rasa Ini





 Rasa ini adalah ungkapan yang paling tepat untuk mewakili kegalauan saya hari ini. Cuaca rinai dan mendung yang meneruskan siang berhujan menjadikan suasana menjadi dingin dan beku. Padahal pagi tadi matahari sempat bersinar beberapa jam.
Saya sudah packing perbekalan untuk liburan akhir tahun di Jawa Timur. Dinihari nanti berangkat bersama kawan. Sedang yang lain mungkin akan menyusul dan bertemu di home town. Selanjutnya menghabiskan malam tahun baru di gunung. Tentu saja jika Tuhan mengizinkan rencana ini berjalan.
Dingin ini sedemikian rupa seperti mengubur semangat, dan sepi menekan.




Sebenarnya saya menyadari saya sedang kehilangan. Dan rasa ini timbul dari rasa kehilangan itu,. Rasa introvet terhadap bayangan hari-hari mendatang yang tidak memiliki warna lagi.
Lalu saya akan menjadi apa, memiliki apa dan bicara dengan siapa.

Rasa ini begitu berat menindih sehingga tawa menjadi hal yang sangat berharga untuk saya nikmati. Kalau saja saya tidak melihat berapa banyaknya perempuan lain yang tidak pernah merasakan apa yang sudah saya  nikmati, mungkin rasa ini akan lebih berat lagi.

Yah di atas langit masih ada langit. Segala yang ada dalam pengalaman manusia itu sangat relatif. Relatifitas itulah yang menjadikan hidup bukan hanya warna hitam dan putih; atau langit dan bumi melainkan perjuangan dalam mengukur perubahan.

Rabu, 18 Desember 2013

Hujannnnnnn




Tidak henti-hentinya hujan mengguyur siang ini. Walaupun suhu udara tidak terasa dingin, bisa dibayangkan andai ada yang menyodorkan secangkir teh hangat hhhhmmm pasti enak.
Lain halnya andaikata saya sakit ha ha,   tetapi sakit saya tidak selalu memerlukan bantuan untuk secangkir teh.

Pagi tadi saya tiba di sekolah saat akreditasi sudah dimulai. Pemeriksaan dimulai dari kantor administrasi sekolah dan tata usaha, lalu ruang kepala sekolah, ruang Pusat Sumber Belajar, ruang Teknik Informasi laboratorium Bahasa, Lab. Fisika, Lab. Kimia dll. Berarti pemeriksaan admisnistrasi guru,ruang guru dan lai-lain yang berkaitan dengan guru masih beberapa jam lagi.

Sepertinya lebih dari 50% guru tidak hadir. Wajarlah ini waktu liburan sekolah. Dan lagi akreditasi ini jadwalnya lebih awal karena sekolah kami mendapat giliran pertama yang dinilai.
Begitulah acara saya hari ini.

Kemarin adik saya datang dan membicarakan lagi acara pendakian, semangat saya bangkit seketika tetapi saya putuskan mungkin saya tidak perlu sampai ke puncak. Jadi saya tidak perlu mencari porter. Lagi pula cuaca juga tidak menentu sehingga saya hanya ingin menikmati suasana tahun baru di penginapan Ranu Pane saja. Atau ke pos pendakian Ranu Kumbolo. Tetapi yang begini ini bisa berubah menurut situasi pada saat yang tepat.
Saya berharap akan ada perubahan positif menuju semangat baru untuk mencapai tujuan.
Waktu seperti sudah demikian dekat. Rasanya tidak sabar saja untuk segera memulai perjalanan.

Ini saja berita sore ini, hujan sudah reda dan suara tekukur sudah terdengar jauh di sana menyambut lagi mataharai yang menampakkan diri lagi........









Senin, 16 Desember 2013

Hidup ini Berwarna




Gerimis menandai sore akan cepat kelam.
Tidak banyak yang bisa saya kerjakan selepas kerja. Hari ini merupakan hari pertama workshop Implementasi Kurikulum 3013.
Acara dimulai 08.00 dan berakhir 15.00. Hari pertama diawali dengan pembukaan yang diawali sambutan Kepala Sekolah, dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten.Setelah itu dari Narasumber yang membahas tentang kurikulum 2013.



Pada hari berikutnya nanti kami langsung diminta menghasilkan satu produk yaitu RPP yang sudah disesuaikan lengkap dengan alat evaluasi.
Baguslah dalam minggu pertama libur semester ini ada pekerjaan yang bisa merintang rasa bosan diam di rumah. Sambil menunggu yang lain libur juga dan bersama-sama menikmati liburan keluar kota.





Kawan, suara katak bersahutan di sana menambah kesepian di sekitar. Rumput basah dan dedaunan yang merunduk melengkapi rasa ketidak berdayaan melawan kesepian hari. Begini akan terjadi sepanjang masa dalam kehidupan, hingga akhirnya waktu menelannya sampai batas yang tidak ada habisnya.

Di sini, dalam setiap hembusan nafas ada persaingan antara hidup dan mati. Antara semangat dan putus asa, antara suka dan benci. Namun sebenarnya itulah yang menjadikan hidup ini mempunyai warna.

Sabtu, 14 Desember 2013

Kejujuran Tidak Selalu Ada Dalam Perkataan




Hujan mengguyur pada sore ini, weekend menjadi hari yang tenang untuk tetap tinggal di rumah dan tidak perlu berpikir lagi akan mengabiskan waktu di mana.

Di sekolah tadi saya bertemu dengan mantan murid yang sedang menunggu waktu untuk menerima rapor anaknya. Saya tidak ingat siapa dia, saya persilakan  ia duduk di ruang tamu. Tetapi wanita itu terus tersenyum dengan ramah dan memandangi saya. Sampai akhirnya ia bertanya apakah saya ingat siapa dia. Pertanyaan itu sangat sering saya dengar dan langsung saya menjawab, ya saya ingat.

"Ibu, doakan saya, bisa menjadi pegawai negeri ya." Katanya. Saya membalas dengan pertanyaan dimana ia mengajar. Ternyata pertanyaan saya tidak tepat. Dia bukan guru, ia magang di kantor Pemda Kabupaten Tabanan. "oh ya, semoga sukses" Jawab saya. Selanjutnya ia berulang kali mengatakan, bahwa dia dan saya seperti tidak jauh berbeda. Saya masih awet, katanya. Kalimat ini juga sudah sangat sering saya dengar dari mereka. Sebaliknya  banyak juga yang bertanya kapan saya pensiun.

Jadi pada dasarnya banyak orang melihat orang lain berdasarkan korelasi antara pengamatan visual dan pemahaman mereka. Objektivitas dalam keduanya pada orang dewasa sangat sulit dipercaya.

Beberapa kali di tempat parkir motor, ketika saya berada di dekat motor saya, saya merasa  diperhatikan murid saya. Dan ketika benar-benar saya duduk di sadel, mereka bertanya "Ini sepeda Ibu?"
" ya..." Lalu saya lanjutkan "Sepeda anak saya."  Saya tahu pertanyaan murid ini adalah suatu kejujuran untuk mengatakan kepada saya bahwa saya sudah tidak pantas mengendarai Yamaha-MX.
Yah itu sekelumit tentang kejujuran.

Pembaca, sepulang kerja saya langsung belanja dan memasak.
Terasa nikmatnya makan siang hari ini saya rasakan berdua dengan si bungsu. Dan dua kali mengisi piring adalah sebuah kejujuran bahwa masakan saya kali ini lezat...he he he bangga diri.