Sabtu, 30 November 2013

Kebosanan dan keletihan

Keletihan dan kebosanan mulai sering saya rasakan lagi. Malam ini malam Minggu yang biasa saja seperti malam-malam lainnya. Beberapa jam lalu saya dan rombongan baru saja datang dari suatu acara di desa Candikuning dekat objek wisata pegunungan Bedugul. Udaranya sejuk dan dingin jika angin datang.
Panorama dari ketinggian ke arah danau sangat mempesona walaupun sudah beberapa kali saya berada di tempat ini.



Kami makan siang di gazebo sambil menikmati keindahan alam dan nyamannya suasana. Speedboat di kejauhan tampak meluncur berlomba mengitari danau Bratan. Yang di depan pada bagian belakang badan speedboat memuncratkan air ke atas menunjukkan dia sedang beraksi, Dia berlari sangat cepat meninggalkan pesaingnya.

Saya ingin sekali mengirim berita kepada teman tentang indahnya pagi tadi ketika kabut menaungi perbukitan. Cemara yang berbaris lurus seperti menikam sepi di sekeliling Pura Ulun Danu.. Sayang jika tidak ada yang ikut merasakan indahnya suasana pagi.
Tetapi sudahlah, bisa saja pemandangan di tempat lain lebih indah dan lebih menyenangkan.

Jumat, 29 November 2013

Gerimis Mengantar Hari ini





Gerimis mengantarkan hari ini menuju ke kesibukannya. Saya berangkat tergesa-gesa namun kegiatan menyambut hari ulang tahun kota ini membuat rute yang biasa saya lalui berubah dan terjadi kemacetan. Saya terlambat beberapa menit walaupun bel tanda dimulai ulangan masih cukup lama.

Ternyata masih ada beberapa amplop soal belum diambil pengawasnya, yang artinya masih beberapa yang belum datang. Kepala sekolah dan panitia meminta saya mengambil amplop yang ada tanpa menunggu. Pasangan saya sudah berangkat ke  kelas, jadinya saya mengawas untuk kelas lain.
bel tanda mulai berbunyi dan semua soal serta LJK sudah saya bagikan ketika guru pengawas datang, sendiri tanpa pasangannya. Selanjutnya kami mengawas berdua tanpa banyak berbicara, selain ucapan terima kasih guru baru itu karena saya mengambil alih tugasnya dalam waktu yang tepat.

Gerimis tidak juga berhenti dan tiupan angin menambah dingin suasana kelas sampai jam terakhir berbunyi.



Rabu, 27 November 2013

Catatan Kecil Hari ini



Saya bertemu  dengan guru baru, mantan murid saya, saat mengawas di kelas yang sama tadi pagi. Pada waktu istirahat kami ngobrol. Dia menyemangati saya untuk tetap mengajar setelah pensiun. Saya berpikir ini hanya gurauan. Tetapi ia begitu serius dan berjanji mencarikan pekerjaan itu jika saya bersedia, dan meminta saya mengajukan surat lamaran. Saya pesimis mengingat umur saya yang sudah harus beristirahat.Tetapi dia mendesak terus sampai  yakin saya mau dan saya juga beralasan terus sampai saya yakin dia serius.
Akhirnya saya memberi jawaban okelah. Tetapi saya perlu waktu untuk mengatur jadwal dll.

Seperti ada semangat baru lagi setelah percakapan ini, setelah beberapa hari terakhir saya terus berpikir tentang apa kegiatan saya jika saya tidak mengajar lagi. Pekerjaan yang bisa mengalirlan inspirasi dan kenikmatan perasaan saya sehingga saya mendapatkan keseimbangan kesehatan rohani dan jasmani.
Pesimisme yang sering muncul dalam upaya pembelajaran jiwa saya untuk bisa menerima satu situasi yang berbeda nanti sedikit tergeser. Tetapi saya tidak boleh terlalu yakin dengan apa yang belum pasti.
Garis nasib juga yang akan membawa arah perubahan hidup saya akan kemana.

Saya berharap dan memohon kepada Tuhan agar selalu diberi kekuatan sehingga saya bisa terus bekerja sampai keletihan saya yang akan menghentikannya nanti.
Inilah catatan kecil saya hari ini.

Selasa, 26 November 2013

Bukan Sepotong Coklat

Saya harus berbagi tetapi bukan untuk sepotong coklat. Demi kesetiakawanan program yang saya selesaikan berhari-hari akan saya bagi besok.Saya sudah berjanji karena saya tidak bisa berbuat lain.

Ketika saya berhadapan dengan murid, saya tidak  toleran dengan adanya pekerjaan  berupa laporan hasil observasi yang sama persis antara dua orang bahkan lebih. Artinya kalau saya memberi nilai pada mereka, saya buat rata-rata saja tidak peduli siapa sebenarnya yang berhak mendapat nilai tinggi.
Seperti itulah mungkin posisi saya.

Namun saya tidak terlalu berpikir dengan jerih payah, karena keseragaman dalam program lebih penting. Apalagi masalah program mengajar yang segalanya merupakan pendiktean pemikirnya.

Untung saya sudah mendapatkan tanda tangan kepala sekolah tadi pagi dan sudah mengumpulkan di koordinator mata pelajaran Aman rasanya.

Yah saya juga pernah meminta, mungkin juga sebenarnya mereka juga pernah keberatan.





Hanya Waktu yang Bisa Membawa Perubahan

Saya sudah berada pada titik terendah menggunakan rasio untuk menghadapinya. Saya tahu tetapi saya tidak sanggup menghentikan  ini. Rasa kesal dan marah sudah tidak ada gunanya. Terkadang saya ingin memutus jalan tetapi saya masih ingin melewatinya.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi. Pada satu saat ada kekhawatiran dan ketakutan yang luar biasa  sepertinya saya akan tergelincir dari satu tempat yang tinggi. Namun pada setiap saat saya masih berharap saya bisa bertahan di sana.
Hanya waktu yang bisa membawa perubahan dan memudarkan segalanya. Saya terlalu perasa barangkali sehingga suatu hal yang dianggap biasa bagi orang lain menjadi luar biasa bagi saya.

Berapa waktu yang saya butuhkan untuk mencapai kondisi dan situasi yang aman, saya tidak tahu. Saya hanya bisa berharap dan berharap seseorang membantu saya memecahkan teka-teki ini. Atau waktu yang akan melakukannya.



Hazelnut dan chesnut oleh-oleh dari Belgia



Senin, 25 November 2013

Metode Mengajar yang Paling Tepat


Museum Bahari Soenda Kelapa
Selamat malam dari kota Tabanan. Hujan sudah membuat badan terasa dingin dan sedikit kaku. Saya  lega sudah menyelesaikan perbaikan Program Mengajar setelah beberapa hari saya suntuk menyusun RPP. Sebenarnya ini menjadi hal yang menjemukan karena kreatifitas guru untuk berinovasi di kelas sangat dikebiri. Bayangkan tatanan materi kurikulum 2013 ini sangat buruk, menurut pendapat saya. Tidak ada pembaruan yang berarti. Hanya pengenalan istilah-istilah dalam teknik mengajar saja yang baru.

Demi tugas saya buat sesuai dengan prosedur. Tetapi saya tahu jikalau metode itu diterapkan sepenuhnya di dalam kelas tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Anak sekarang tidak bisa dilepas dengan metode diskusi melulu. Bayangkan, kalau dalam satu hari ada empat pelajaran dan keempatnya disampaikan dengan metode diskusi  seperti yang sudah ditentukan oleh kurikulum 2013, saya yakin ini membosankan. Disamping itu pemborosan waktu dan energi yang tidak berbanding dengan hasil. lebih-lebih diskusinya dimulai dari diskusi kelompok.

Bayangkan pula jika kesemua kelas melakukan kegiatan yang sama bisa seperti apa suasana kelasnya. Dan itu berlaku selama jam pelajaran setiap hari.

Saya jadi ingat pada saat saya ujian sarjana muda. Ada satu pertanyaan dosen penguji yang tidak pernah saya lupakan yaitu tentang metode apa yang paling baik. Saya menjawab dengan yakin, bahwa tidak ada metode terbaik di antara beberapa metode mengajar, yang ada adalah metode yang tepat. Jadi saya akan menggunakan  metode tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Waduh jawaban saya menyenangkan..dan saya menjadi salah satu dari empat lulusan terbaik yang langsung menjadi mahasiswa program doktoral tanpa seleksi.
Sebenarnya jawaban saya terinspirasi oleh salah seorang dosen yang cara mengajarnya menarik karena fleksibel.
Dan selanjutnya saya selalu menerapkan keyakinan saya akan kebenaran bahwa metode apapun akan menjadi baik ketika digunakan secara tepat.
Jadi bukan hanya dengan metode berdiskusi.

Begitulah kesan yang timbul di dalam pikiran saya setelah mencermati struktur dan isi kurikulum 2013 yang tertuang dalam program mengajar saya.
Selamat malam pembaca, terima kasih telah mengikuti tulisan ini.

Hujan mereda, sepertinya ini menjadi hujan yang panjang karena suaranya datar bergemericik saja.

Rabu, 20 November 2013

Kembali ke Jakarta





Rasa Syukur yang tidak terhingga, ketika  suami saya sangat gembira sambil mengepalkan tangan kanannya sambil berucap "YES!" beberapa kali. Saya melihat layar laptopnya. Dan saya juga gembira, saya bisa menduga pengumuman yang dinanti- nanti beberapa hari ini pasti sudah menyenangkannya. Benar!
"Jagoan Kecil saya menang!" ya menang bersaing dengan 38.000 peserta dalam test penerimaan CPNS di LIPI. Alhamdulillah,
Kali ini si bungsu menang lagi bersama 240 peserta lainnya. Kompetisi ini adalah kompetisi tingkat nasional. Karenanya saya bangga, ketiga kalinya bungsu saya belum pernah kalah di tingkat nasional. Dan yang keempat masih menunggu panggilan wawancara, persaingan di LAPAN. Sepertinya tidak perlu was-was menunggu lagi untuk ini, karena tes tertulisnya  ia berada di peringkat satu. Tinggal wawancara.

Berarti bungsu saya akan kembali ke Jakarta lagi, seperti tiga tahun lalu.Dan mengikuti jejak kakaknya.
Kamarnya akan kembali kosong dan tidak tahu kapan ada yang mengisinya nanti.

Tetapi apa mau dikata, saya harus bisa menerima bahwa masa depan mereka adalah harapan saya juga.Keberhasilan mereka nanti juga akan menjadi kebahagiaan saya. Saya bangga anak-anak saya mendapatkan pekerjaan yang lebih bergengsi daripada pekerjaan orang tuanya.

Segala puji bagi Allah Seru Sekalian Alam.Terima kasih Tuhan atas semua yang Engkau berikan kepada kami.