Sabtu, 09 Januari 2016

Selamat pagi. Saat saya membuka jendela, Tiupan angin serentak mengibarkan tirai dengan lembut. Sudah terlalu lama suara burung yang merdu ini terlupakan.  Kini saatnya saya kembali dalam kemerduan  nyanyian burung dan hangatnya cahaya matahari pagi.
Seorang teman dalam obrolan di yahoo messenger sudah dua kali duapuluh empat jam tidak menyapa. Sebenarnya tidak ada yang menarik dari obrolan ini karena teman itu selalu menggunakan kalimat yang sama setiap kali chatting. Bahkan terkadang ia bisa membuat saya kesal, tetapi kesetiaannya to say hello sudah membuat saya selalu menunggu.

Saya juga berharap untuk obrolan dengan tiga teman chatting lainnya, gadis Niger, juga seseorang pengaku serdadu yang bertugas di Suriah, dan seorang lagi pengaku duda di London asal Jerman. Tidak masalah jika ada kebohongan tentang identitas ini, bagi saya yang terpenting adalah komunikasi dan saling menghargai sebagai teman.

Sampai hari ini mereka tidak muncul. Seperti persaudaraan di dunia nyata, saya mengkhawatirkan mereka.

Sobat, dua minggu terakhir ini saya mendapat job untuk membuat kreasi asesori pakaian pengantin. Penghias kepala, penghias pundak. Kreasi ini cukup menyita waktu luang saya sehingga sebagian besar waktu saya hanya duduk menghadapi pekerjaan ini. Saya senang dengan pekerjaan ini karena saya harus berkreasi sendiri sesuai dengan tema pesanan baik warna, model maupun ukuran. Dan kabarnya kreasi saya ini cepat lakunya, artinya menarik perhatian pembeli. Selanjutnya pesanan itu saya kirim lewat paket ke pemesannya.




 Penutup Kepala Pengiring 6 0rang












serba guna

Untuk Hijaber


Penutup Kepala untuk Gaun Pengantin




Hayo sapa yang mau pesta..riasan ini serba guna loh.

Rabu, 06 Januari 2016

Hampa dan Kerinduan

Selamat malam,
Hampa sejak kegembiraan jiwa saya berangsur mereda. Kegembiraan itu bertunas dari musim kering yang membakar lalu dengan sekuat daya saya siram. Tetapi apa yang abadi di dunia ini selain perubahan itu menurut kata orang dan benar. Hari-hari penuh warna itu telah berganti dengan keredupan. Walaupun begitu keredupan ini tidak memudarkan rasa bersyukur saya telah menemukan sesuatu yang sudah mengubah suasana hati saya. Tidak ada lagi yang bisa membuat saya merasa menderita seandainya dera derita itu datang. Saya merasa sangat kuat dengan pengalaman hidup saya dan dalam kekuatan itu jiwa saya sarat dengan cinta.
Akhir hidup saya maybe juga akan bahagia karena bisa melupakan rasa sakit.

Hampa, tetapi saya tahu tidak sepenuhnya sisa kehidupan saya kosong. Ada api yang selalu menyala dan tak bisa padam sampai kapan pun. Saya tahu, ini adalah takdir yang sebenarnya. Merasakan sesuatu yang tidak bisa dimengerti namun membuat saya yakin bahwa Tuhan menyayangi saya setelah ujian yang berat itu.

Hampa terkadang menjadi kerinduan yang mencabik, tetapi apa yang bisa dilakukan kerinduan itu ketika ia berada di bibir sebuah jurang yang sangat lebar dan tidak mungkin untuk melompatinya.
Maka tinggallah kerinduan itu menjadi kerinduan abadi di sana.
 

Selasa, 15 Desember 2015

Di Rumah Sakit Umum Bekasi

Ini kali menjadi hari yang membosankan di Rumah Sakit Umum Bekasi. Antrean yang lama dan panggilan yang tidak berurutan sesuai nomor juga membingungkan. Tetapi sudahlah, semua kembali kepada siapa kita. Cuma saya tidak suka ketika melihat petugas yang tidak bersikap ramah kepada pasien. Maka ketika giliran keluarga saya mau ditekan dengan pertanyaan yang merendahkan wibawa pasien, saya merapat dan membalas tekanan dengan memandangnya tajam. Dan di situlah saya tahu seberapa besar kesabaran setiap orang. Ternyata laki-laki itu lebih sabar dari saya. Ia mulai tersenyum melayani kami dan melambatkan tempo bicacanya.

Empat jam sudah untuk hari ini.

Rabu, 09 Desember 2015

Tak Bersemangat


 
      Besok rapat guru untuk pembagian rapor akhir semester satu. Artinya sehabis ini praktis tidak ada pekerjaan karena saya bukan wali kelas. Saya segera pergi ke Jakarta setelah ini. Sulung saya sakit padahal tugas yang harus dikerjakannya banyak dan semua nyaris tidak bisa ditunda. Jika tidak ia akan merugi.Saya harus pergi memberinya semangat dan menenemani walau hanya sedikit waktu. Berguna atau tidak saya ingin mengurangi ketidaknyamanan kami masing-masing. Saya sudah kabari bungsu saya untuk menunda kepulangannya sampai akhir tahun ini.

Besok masih ada yang harus saya urus dengan beberapa murid bandel yang belum melengkapi tugas yang saya berikan. Melengkapi nilai yang kurang.
waduh kenapa saya bingung begini menulis, tidak ada keinginan sama sekali mencatat segala sesuatunya. Apa gairah saya sudah tumpul, barangkali benar. Tetapi saya perlu garis bawahi ide saya sebenarnya masih banyak hanya saya perlu suntikan semangat untuk merubah apa yang saya rasa menjadi apa yang saya tulis.

Kejenuhan akan hal yang begini-begitu saja juga melemahkan semangat saya.





Olah Raga Mengisi Tengah Semester

Ada yang hampir terlupakan lagi kegiatan akhir semester pertama ini, yaitu kegiatan pertandingan beberapa cabang olah raga antar kelas. Kegiatan ini mengisi waktu kosong setelah remedial bagi siswa yang nilainya tidak mencapai kompetenso dasar. Dan waktu bagi wali kelas untuk menulis rapor. Berikut ini foto yang saya ambil dari kegiatan tersebut,



Senin, 07 Desember 2015

Sabtu, 05 Desember 2015

Selamat sore pembaca.
Hari yang sepi sejak saya kembali dari perjalanan refreshing ke bukit 29 Lumajang. Saya sakit setelah kehujanan dan kedinginan selama sehari semalam di puncak bukit itu. Puncak bukit di ketinggian 2900 mdpl dan 3000 mdpl.

perjalanan ke alam kali ini tidak begitu berkesan karena cuaca berkabut yang terus menerus menutupi panorama indah di sana Hanya beberapa menit saja kami bisa mendapatkan cuaca terbaik untuk mengambil gambar dan menikmati alam.



walaupun begitu, cukuplah membuat perasaan segar kembali. Kejenuhan membaca posting dan komentar sampah seputar gagasan wisata syariah Bali yang kelewat menusuk
telinga terobati sejenak.
Yah, ternyata sampai saat ini belum juga reda. Saya baru sadar betapa kebencian itu begitu membabi buta. Tidak ada logika untuk mencerna apapun selain kebencian dan kemarahan yang tidak jelas tetapi melebar dan terus melebar.