Minggu, 12 April 2015

Tantangan

Ada perih yang meratai dada. Kalimat-kalimat yang sudah puluhan kali diulang itu menyesakkan.   Namun apa yang bisa saya katakan, marah?  Itu sama artinya dengan keputusasaan menghadapi tantangan. Saya musti bisa menerima apapun  maksud dan tujuan pesan-pesan beranting itu.
Pastinya semua itu bukan tanpa sebab dan saya harus bisa memahami itu.
Sedih terkadang memikirkan ini. Ada satu hal yang sangat pantas saya salahkan.
Tindakan saya terdahulu. Ceroboh.

Batuan di Pantai Balangan Jimbaran

Perasaan yang luar biasa telah membuat saya mengesampingkan hal yang bisa saja terjadi.
Dan perasaan orang yang bagaimanakah yang telah menjadikan saya sebagai sasaran. .
Saya tidak mengerti, tetapi saya tahu saya harus menerima.
Baiklah, saya bisa menerima, saya suka tantangan dan tidak akan menyerah.

Kamis, 09 April 2015

Hidup adalah Keteraturan

Selamat petang teman,
Selamat menikmati istirahat Anda dan melepaskan kelelahan dari semua pekerjaan Anda.
Masih ada hari esok dan esok untuk meneruskan kembali urusan yang belum selesai. Mengejar akhir suatu pekerjaan itu perlu tetapi mendapatkan akhir pekerjaan itu  tidak mungkin.
Hidup ini sempurna karena bekerja tetapi kesempurnaan hidup bukan hanya oleh pekerjaan. Ada saatnya kita perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Menikmati kesempatan untuk bersenang-senang, tersenyum dan tertawa. Menikmati kesempatan berdiam  diri dalam mengevaluasi semua yang terjadi pada hari-hari yang terlewati.


Pantai Balangan 2014

Dan bila kita sudah merasa lepas dari beban, ada baiknya membayangkan rencana hari-hari selanjutnya.
Ingat bahwa kehidupan ini adalah keteraturan. Sistem yang bekerja secara teratur dan cermat. Ketidakseimbangan sistem bisa menimbulkan anomali yang membahayakan kehidupan.




Teman, beristirahatlah agar esok bisa menjalankan kembali tugas Anda dengan semangat baru.

Minggu, 05 April 2015

Akhir hanyalah Waktu

Saya akan melihat akhir satu episode hanya sebagai waktu sedangkan permulaan selanjutnya adalah perbuatan.
Ya saya berharap ini akan terjadi pada perjalanan selanjutnya, bahwa semuanya bisa sesuai dengan harapan. Bahwa kenyataan yang saya hadapi tidak memperkecil jiwa saya.



P Geleang



Saya tidak sabar menunggu waktu untuk memulai sesuatu yang baru. Banyak keinginan yang ingin saya wujudkan. Mengajar untuk melestarikan profesi saya yang masih dibutuhkan. Ada rasa malu, seandainya saya tidak yakin bahwa saya ada karena dipilih. 
Keinginan pribadi saya sesungguhnya adalah intensif menyalurkan hobi menggambar dan traveling. Selain itu juga merawat tanaman.
Saya juga sangat ingin merawat ibu saya dan masih banyak lagi ingin-ingin yang lainnya.
Itulah yang membuat saya tak sabar. Memulai kehidupan baru itu berat dalam bayangan tetapi mungkin akan plong dalam kenyataan. Saya ingin melihat kenyataan itu..agar segera terbebas dari bayangan.

Saya akan memulai hidup baru dengan semangat baru.


Sabtu, 04 April 2015

Atas Dasar Cinta







Selamat pagi cinta,
pagiku adalah cinta yang baru bersemi
hari baruku adalah cinta dalam hangat matahari
rasa syukurku adalah cinta di rumpun semesta

Kawan, detik-detik di depan terus mendekat. Satu saat penting dalam perjalanan
Hidup akan terjadi, transisi antara dua masa yang sangat berbeda akan terjadi.
Saya tak pernah menganggap akan adanya akhir dan permulaan sejarah hidup saya. Saya hanya melihatnya sebagai bagian dari alur cerita hidup saya. Hal biasa yang terjadi pada sebagian besar orang.
Pensiun......
Hanya istilah dengan konotasi pelemahan, tetapi sebaliknya saya mulai berpikir bagaimana nanti saya bisa  membagi waktu seperti selama ini untuk menikmati hari-hari saya, tawaran untuk bekerja di tempat baru  sudah menunggu dan sepertinya saya tidak punya alasan lagi untuk tidak menerima. Sejak tahun lalu saya ditunggu dan terus ditagih. Usulan saya untuk merekrut guru baru yang banyak mencari jam mengajar sia-sia.



Antara senang dan khawatir Kekhawatiran tidak memenuhi harapan memang ada  karena saya sudah melanggar batas umur.
Namun harapan akan kebersediaan saya bekerja lagi di tempat yang lain membuat semangat baru saya tumbuh lebih baik.
Saya berharap bisa menjalani babak baru yang menyenangkan bukan untuk kerja semata. Saya harus lebih baik dari harapan dan bisa memberi lebih dari yang mereka bayar.
 
Semua atas dasar cinta.


Rabu, 01 April 2015

43 Tahun yang Lalu

Waktu terus berganti namun tak bisa menggantikan apa yang tercatat di dalamnya. Bahkan perputaran waktu terkadang bisa mempertemukan lagi mata rantai cerita yang terputus. Perjalanan saya mendaki G Lemongan akhir bulan Maret 2015 memberi hikmah tersendiri. Setelah turun gunung sambil istirahat di hotel saya memposting foto. Pagi esoknya ada permintaan pertemanan. Melihat profilnya orang tersebut tinggal di Lumajang.  langsung permintaan pertemanannya saya terima, karena saya berpikir ini ada kaitan dengan pendakian gunung di Lumajang. Dalam ucapan terima kasihnya, orang tersebut memanggil nama saya seperti sudah kenal saya dan menyebut nama teman-teman saya semasa sekolah dulu.
Saya bertanya bagaimana ia bisa kenal saya.
Kemudian orang itu menceritakan satu peristiwa kecil saat saya sekolah di Malang dulu. Saya langsung menebak dengan menyebut namanya. Benar. Ganti dia bertanya bagaimana saya bisa langsung mengingatnya. Saya tidak menjawab. Ketika saya tanyakan lagi bagaimana bisa menemukan saya, kawan itu menjawab mengklik nama saya di facebook. Dan sebenarnya sudah pernah meminta pertemanan saat melihat foto saya di Cemoro Tunggal dekat Mahameru G Semeru.

Selanjutnya kabar-kabaran tentang keluarga dan teman dan tentang objek wisata gunung. Tentu saja juga tawaran kunjungan dan saling tukar alamat.
Saya sedikit tidak enak ketika dia bilang semoga saya masih mau membalas tulisannya di facebook. Ya karena sejak semula saya sudah merasa bersalah. Dulu semasa sekolah saya  pernah tidak membalas surat-suratnya. Saya tahu waktu itu ia menunggu, sampai saatnya ia kembali ke kota kelahirannya setelah ujian akhir.

Kini kami sudah renta, dan dia berkata bahwa saya adalah seorang ibu idaman yang selalu diidolakan seperti 43 tahun lalu.
Saya terhenyak kaget, 43 tahun yang lalu. Ada rasa perih mengiris.Saya telah melupakannya.

Danau Ranu Klakah Lumajang,



                                Di tepi danau ini di hotel Ranu Klakah saya bermalam
                                Dan dia bercerita di danau ini pula dia biasa memancing.
                                
                              



Rabu, 25 Maret 2015

Mengunjungi Gunung Lemongan Lumajang

Gunung Lemongan ternyata bukan gunung-gunungan seperti yang saya duga. Under estimate terhadap gunung yang terletak di kecamatan Klakah kabupaten Lumajang ini mempermalukan diri saya sendiri. Walaupun tingginya cuma 1600-an mdpl, medannya lumayan berat di beberapa tempat.


G Semeru di Kejauhan

Namun secara umum kawasan gunung Lemongan memiliki panorama yang cantik dan teduh di kaki gunung. Dari kejauhan kelihatan ada dua danau yaitu Ranu Klakah dan Ranu Pakis. Di tepi Ranu Klakah itulah kami menginap. Sebuah hotel dengan empat kamar bangunan zaman Belanda, milik pemerintah daerah kabupaten Lumajang.


Lembut dan Cantik di Kejauhan

Sementara treking dari lereng gunung sampai perut dan kepala gunung berupa tanah batuan dan pasir berwarnna hitam legam.

Matahari merekah ketika kami sampai di pos bayangan, saya menyebutnya demikian karena tempat ini menyerupai tempat istirahat tanpa rambu. Area datar dipenuhi batuan runcing yang seperti tumbuh menyebar tidak teratur. 



Bertemu sekelompok pendaki di pos Watu Gede
Mulai Berpasir



                                                       Makin Sulit di kemiringan 70-an Derajat

Istirahat di kemiringan

Merenungi tebing 90 derajat yang baru Terlalui  




Seandainya Saya Terjatuh?

Rabu, 18 Maret 2015

Pemanasan Pendakian

Persiapan pendakian  pemanasan sudah hampir rampung. Tinggal packing dan menyiapkan perbekalan.
Besok selepas kerja kami berangkat meninggalkan Bali menuju Lumajang dengan bus umum. Seperti biasa setiap kaliakan mendaki saya sulit tidur karena membayangkan perjalanannya srperti apa. Gunung yang akan kami tuju tidak terkenal, jadi bisa saja tidak akan banyak orang ysng kami temui. Ada sedikit rasa takut juga mengingat pendakian nanti akan dimulai tengah malam untuk summit attack. Belum lagi bisa membayangkan siapa dan bagaimana porter saya nanti.
Tetapi sudahlah semua tantangan itu berisiko. Saya berharap semuanya akan baik-baik saja.
Ah jadi tidak sabar, terus membayangkan terutama membayangkan saat menyaksikan matahari terbit dsri puncak gunung. Saya jadi bersemangat, saya harus bisa.