Selamat pagi,
Hujan deras semalam meninggalkan dingin dan kemalasan untuk membuka selimut. Seandainya ini hari libur...alangkah nikmatnya meringkuk satu jam lagi di balik selimut.
05.30 alarm membangunkan tidut saya, bersama itu siaran radio dimulai, dengan sebuah lagu lagu merdu. Dan sesaat kemudian saya sadar bahwa hari ini tanggal 17 Maret.
Says harus mencatat tanggal ini setiap kali datang. Karena tanggal ini merupakan salah satu tanggal keberuntungan saya.
Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Senin, 16 Maret 2015
Minggu, 15 Maret 2015
Malam ini
Malam ini pernah begitu penting di antara ribuan malam yang sedang berjalan. Malam ini pernah aku menanti waktu untuk segera berganti, sehingga tiba saatnya matahari esok berwarna jingga di langit barat.
Cahaya redup menjadi saksi perubahan warna pada pergantian waktu.
Menjadi saksi perubahan harapan dan kenyataan. Menjadi saksi musnahnya bertahum impian dalam kehampaan.
Malam ini pernah begitu penting di antara ribuan kata yang berhamburan.
Karena esok kan terjadi apa yang indah dalam bayangan.
Namun bayangan hanyalah hal yang semu,
Segalanya pupus dalam perubahan tanpa kompromi. Seperti gambar di pasir tersapu ombak.
Malam ini hanyalah saksi perubahan pernah terjadi pada esok hari
ketika seribu mimpi terbuang tanpa arti.
Malam ini.....
Cahaya redup menjadi saksi perubahan warna pada pergantian waktu.
Menjadi saksi perubahan harapan dan kenyataan. Menjadi saksi musnahnya bertahum impian dalam kehampaan.
Malam ini pernah begitu penting di antara ribuan kata yang berhamburan.
Karena esok kan terjadi apa yang indah dalam bayangan.
Namun bayangan hanyalah hal yang semu,
Segalanya pupus dalam perubahan tanpa kompromi. Seperti gambar di pasir tersapu ombak.
Malam ini hanyalah saksi perubahan pernah terjadi pada esok hari
ketika seribu mimpi terbuang tanpa arti.
Malam ini.....
Sabtu, 14 Maret 2015
Besame, I'll Lose You Some Time
Hari ini saya menggandrungi lagi irama lagu yang saya sukai, Besame Mucho. Saya bernyanyi dengan kawan dalam irama bosanova dalam organ tunggal di lab fisika. Kami semua bersemangat dalam bekerja, mereka meminta kami menyanyi dan menyanyi sampai akhirnya semua pekerjaan penyelenggaraan pemantapan ujian selesai.
Saya kombinasikan lagu spanyol itu dengan lirik dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia. Ha ha karena saya hanya tahu liriknya sepotong-sepotong. Tetapi yang jelas bisa membuat seorang kawan yang tubuhnya seksi bergoyang salsa dengan percaya diri. Saya ingin mengikuti tetapi yah tahu dirilah.
Kesimpulannya hari ini kami senang, melepas kejenuhan bekerja di kelas. Atau mendengar pengumuman-pengumuman serta komando-komando ala militer yang menyesakkan. Kami bebas berekspresi dan kami berkomitmen untuk memberi suatu contoh kepada anak-anak bagaimana cara menghibur diri dengan bagus.
Kami masih berharap untuk mengulangi kegiatan ini pada dua kali ujian lagi yaitu ujian sekolah dan ujian nasional akhir bulan Maret dan pertengahan April nanti.
Sekaligus akan memberi kenang-kenangan kepada mereka semua serta kawan semua terutama kawan sekerja di panitia penyelenggara ujian tahun ini.
Nah kawan, dengar ya saya mulai bersenandung ...
Besame, besame mucho
Como si fuera esta noche
la ultima vez
Besame, besame mucho
Que tengo miede aperderte
perderte despues
Kiss me, kiss me much more time
As if this beautiful night is
te very last time
kiss me, kiss me much more time
becouse i fear i will lose you
i'll lose you some time
hm hm hm hm .......
Saya kombinasikan lagu spanyol itu dengan lirik dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia. Ha ha karena saya hanya tahu liriknya sepotong-sepotong. Tetapi yang jelas bisa membuat seorang kawan yang tubuhnya seksi bergoyang salsa dengan percaya diri. Saya ingin mengikuti tetapi yah tahu dirilah.
Kesimpulannya hari ini kami senang, melepas kejenuhan bekerja di kelas. Atau mendengar pengumuman-pengumuman serta komando-komando ala militer yang menyesakkan. Kami bebas berekspresi dan kami berkomitmen untuk memberi suatu contoh kepada anak-anak bagaimana cara menghibur diri dengan bagus.
Kami masih berharap untuk mengulangi kegiatan ini pada dua kali ujian lagi yaitu ujian sekolah dan ujian nasional akhir bulan Maret dan pertengahan April nanti.
Sekaligus akan memberi kenang-kenangan kepada mereka semua serta kawan semua terutama kawan sekerja di panitia penyelenggara ujian tahun ini.
Nah kawan, dengar ya saya mulai bersenandung ...
Besame, besame mucho
Como si fuera esta noche
la ultima vez
Besame, besame mucho
Que tengo miede aperderte
perderte despues
Kiss me, kiss me much more time
As if this beautiful night is
te very last time
kiss me, kiss me much more time
becouse i fear i will lose you
i'll lose you some time
hm hm hm hm .......
Jumat, 13 Maret 2015
Sempurna tak akan pernah Selesai
Ujian pemantapan hari kedua berjalan lancar, hanya cuaca yang tidak begitu baik menyebabkan beberapa murid terlambat. Ini pelajaran bagi mereka agar lebih siap saat menempuh ujian sekolah dan Ujian Nasional mereka tidak mendapat tambahan waktu ujian.
Ketika tugas mempersiapkan naskah ujian jam berikutnya sudah beres kami menunggu pergantian jam dengan bernyanyi diiringi petikan gitar seorang teman di ruang panitia.
Tentu saja tidak mengganggu kelas karena ruang panitia terpisah agak jahu dari bangunan kelas.
Saat-saat yang menyenangkan. Dan saat istirahat berikutnya kami berdiskusi tentang berbagai tema, termasuk tentang situasi yang berkembang terutama tentang politik.
Juga tentang politik luar negeri dan ISIS.
Kesempatan begini jarang terjadi pada hari-hari biasa. Karena kami masing-masing sibuk dengan murid atau koreksi ulangan.
Tak lama lagi dunia begini akan saya tinggalkan. Saya sudah siap karena saya bisa meninggalkannya. Kewajiban saya sudah selesai sebagian dan selanjutnya menjalani kewajiban yang lain di tempat lainnya. Bersyukurlah saya dengan segala yang sudah saya
dapatkan dan yang sudah saya jalani.
Saya tahu masih banyak jalan yang bisa saya lewati untuk menyelesaikan tugas saya dalam hidup. Melengkapi apa yang kurang dan menyempurnakan yang sudah ada. Walaupun penyempurnaan itu sendiri tak akan pernah selesai.
Ketika tugas mempersiapkan naskah ujian jam berikutnya sudah beres kami menunggu pergantian jam dengan bernyanyi diiringi petikan gitar seorang teman di ruang panitia.
Tentu saja tidak mengganggu kelas karena ruang panitia terpisah agak jahu dari bangunan kelas.
Saat-saat yang menyenangkan. Dan saat istirahat berikutnya kami berdiskusi tentang berbagai tema, termasuk tentang situasi yang berkembang terutama tentang politik.
Juga tentang politik luar negeri dan ISIS.
Kesempatan begini jarang terjadi pada hari-hari biasa. Karena kami masing-masing sibuk dengan murid atau koreksi ulangan.
Tak lama lagi dunia begini akan saya tinggalkan. Saya sudah siap karena saya bisa meninggalkannya. Kewajiban saya sudah selesai sebagian dan selanjutnya menjalani kewajiban yang lain di tempat lainnya. Bersyukurlah saya dengan segala yang sudah saya
dapatkan dan yang sudah saya jalani.
Saya tahu masih banyak jalan yang bisa saya lewati untuk menyelesaikan tugas saya dalam hidup. Melengkapi apa yang kurang dan menyempurnakan yang sudah ada. Walaupun penyempurnaan itu sendiri tak akan pernah selesai.
Selasa, 10 Maret 2015
Salam dari Desa, Konyol !!!
Selamat malam dari Tabanan.
Hujan rintik memberi irama tersendiri malam ini, sebentar lagi hari berganti. Hanya satu pilihan acara radio yang gelombang suaranya bagus, RRI, karenanya sejak tadi yang menemani hanya acara budaya saja.
Dan sekarang salam penutup sudah diucapkan oleh sang penyiar dalam kalimat-kalimat puitis.
Sampai besok kawan, sampai kita bertemu lagi. Anda memberi dan saya menerima. Anda menemani saya menikmati. Terima kasih kawan atad semua suguhan Anda. Nah musik berirama Lautan Teduh sudah mengakhiri malam ini.
Selamat pagi, detik hari baru mulai.
semoga hari ini lebih bermakna dari hari yang baru terlewati. Semoga saya bertemu dengan teman setia saya. Yang bisa memberi warna pada hari-hari yang terlewati. Yang bisa membuat saya kesal tetapi juga membuat saya tersenyum oleh kalimat-kalimat konyolnya.
Terkadang saya ikutan konyol dan selanjutnya tertawa sendiri.
Begitulah adanya, sekecil apapun yang bisa membuat kita tersenyum bisa menjadi besar artinya saat kita butuh untuk tersenyum.
Nanti akan saya ucapkan terima kasih kepada teman itu jika ia memainkan lagi kekonyolannya. Atau akan says balas dengan kata-kata konyol yang lebih konyol.
Ha ha ha biar sama-sama konyol.
Hujan rintik memberi irama tersendiri malam ini, sebentar lagi hari berganti. Hanya satu pilihan acara radio yang gelombang suaranya bagus, RRI, karenanya sejak tadi yang menemani hanya acara budaya saja.
Dan sekarang salam penutup sudah diucapkan oleh sang penyiar dalam kalimat-kalimat puitis.
Sampai besok kawan, sampai kita bertemu lagi. Anda memberi dan saya menerima. Anda menemani saya menikmati. Terima kasih kawan atad semua suguhan Anda. Nah musik berirama Lautan Teduh sudah mengakhiri malam ini.
Selamat pagi, detik hari baru mulai.
semoga hari ini lebih bermakna dari hari yang baru terlewati. Semoga saya bertemu dengan teman setia saya. Yang bisa memberi warna pada hari-hari yang terlewati. Yang bisa membuat saya kesal tetapi juga membuat saya tersenyum oleh kalimat-kalimat konyolnya.
Terkadang saya ikutan konyol dan selanjutnya tertawa sendiri.
Begitulah adanya, sekecil apapun yang bisa membuat kita tersenyum bisa menjadi besar artinya saat kita butuh untuk tersenyum.
Nanti akan saya ucapkan terima kasih kepada teman itu jika ia memainkan lagi kekonyolannya. Atau akan says balas dengan kata-kata konyol yang lebih konyol.
Ha ha ha biar sama-sama konyol.
Bulan Maret
Bulan Maret sudah hampir sampai di pertengahannya. Tak terasa waktu ini berputar demikian cepatnya sehingga Bulan Maret sudah ada dalam lingkaran saya.
Ada satu cerita, ketika itu senja berwarna kemerahan, dan lalu lintas sangat padat. Namun hiruk pikuk itu tidak mengurangi arti segala yang berlangsung kala itu.
Senja itu indah, dan tak terlupakan. Jalan-jalan menyusuri kesibukan kota dalam suasana yang berbeda.
Kesempatan memang tak terjadi dua kali sama persis. Tetapi harapan selalu ada sampai ajal mendekat. Karena sesaat yang membuat kita bahagia akan menjadi waktu yang panjang untuk mengenangnya.
Dan kebahagiaan itu sangat sederhana, sangat singkat dan sangat dekat. Kini bulan Maret,
Bulan yang menyemaikan kembali benih kebahagiaan.
Ada satu cerita, ketika itu senja berwarna kemerahan, dan lalu lintas sangat padat. Namun hiruk pikuk itu tidak mengurangi arti segala yang berlangsung kala itu.
Senja itu indah, dan tak terlupakan. Jalan-jalan menyusuri kesibukan kota dalam suasana yang berbeda.
Kesempatan memang tak terjadi dua kali sama persis. Tetapi harapan selalu ada sampai ajal mendekat. Karena sesaat yang membuat kita bahagia akan menjadi waktu yang panjang untuk mengenangnya.
Dan kebahagiaan itu sangat sederhana, sangat singkat dan sangat dekat. Kini bulan Maret,
Bulan yang menyemaikan kembali benih kebahagiaan.
Langganan:
Postingan (Atom)