Jumat, 16 Januari 2015

Mencari Tawa

Selamat pagi pembaca, hari ini cerah dan penuh keceriaan. Lengking tawa penyiar radio menyambung lagu-demi lagu lincah membangkitkan semangat dan gairah. Suara anak-anak sekolah Dasar di sebelah menandakan mereka bersuka ria dalam jerit manis dan tawa.
Kita musti memulai hari ini seperti mereka dalam mengerjakan apa yang harus selesai sebelum hari berganti.

Ada catatan untuk semalam, pesan yang hambar karena saya tahu itu basa-basi untuk sekedar bertegur sapa. Saya tak lagi terlalu suka dengan pujian untuk hal yang biasa.Saya lebih suka dengan kata-kata tulus dan jujur.

Pembaca, kita berharap banyak kebaikan menghampiri kita hari ini,bisa mengakhiri minggu dengan senyum dan tawa. Saya akan bersiap ke tempat kerja dan mencari tawa di sana. Bye.




Zakelijk Poezii

Untuk Kiven

Waktu itu temaram
Balangan Beach
Setelah senja menutup cahaya
Kamu hanya tersenyum aku juga
tapi kita berjalan terus

lalu kita berpisah
kita bersalaman dan kulambaikan tangan

Aku berpikir itu permulaan
bukan yang terakhir
sampai akhirnya  menjadi yang terakhir
apa mau dikata
Cerita itu untuk berdua
Bukan untukku saja

Kini engkau beranak dua
Bukan aku tak bisa
Tetapi kau cukup bahagia dengan mereka
cintamu yang sangat berharga




Kamis, 15 Januari 2015

Tidak Tersia-Sia

Rasa dingin menjalari kedua lengan lalu turun keujung jari, sepertinya badan saya kurang sehat. Ataukah suhu udara memang dingin saya  tidak mengerti. Jaket, stoking dan selimut  hanya sedikit menghangatkan karena rasa dingin merayap perlahan di kulit.

Berharap malam segera membuat saya tidur nyenyak dan mimpi indah.
melihat taman dengan bunga warna-warni dan kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari. Lalu seseorang berdiri di sana sambil tersenyum melihat saya he he,ganjen.

Kawan, beruntunglah saya. Masih punya  kawan, punya murid yang sangat baik. Saya semakin merasa dihargai. Coba lihat ketika tampak oleh mereka saya lewat, serentak mereka memanggil dan mencari perhatian atau melambaikan tangan dari jauh.
Hal ini terkadang mengejutkan kawan yang berada disebelah saya.
Saya pasti sangat kehilangan nanti, tetapi tidak juga. Kami masih bisa bertemu di media sosial. Bahkan kebanyakan yang menjadi teman saya di facebook adalah mereka yang sudah menjadi mantan murid dari yang muda sampai yang sudah tidak muda lagi.
Dari waktu ke waktu mereka terus datang dan bertambah menyemarakkan beranda saya.
Mengetahui perkembangan mereka sama dengan  bertegur sapa. Ini cukup mengurangi rasa sepi, selain itu juga memperluas jendela pengintaian untuk kehidupan mereka.
Patut saya syukuri apa yang saya miliki hari ini dan nanti.

Balangan Beach 2014

Dan satu lagi, sesuatu yang istimewa untuk saya nantikan setiap waktu, yang bisa menutup segala kekurangan saya dan menjadikan waktu saya tidak tersia-sia.


Rabu, 14 Januari 2015

Seorang Sahabat




Gerimis mengisi malam , udara bergerak cepat disertai desis daun-daunan.
Begitu banyak rencana yan tertulis di benak untuk memperbaiki teknik dan materi ajar, namun kesudahannya semua tinggal rencana. Hanya satu yang terealisasi tetapi batal digunakan hari ini alias tertunda. Materi pengayaan kelas XII untu minggu ini.
Satu lagi urusan administrasi kepegawaian. Yang satu ini saya sudah jenuh dengan urusannya. Sungguh senang saya mendapat bantuan seorang mantan murid yang kini menjadi teman kerja untuk mengerjakan itu dengan sukarela.

Sekarang saya selalu mau rileks saja menghabiskan waktu dengan apa yang saya mau. sahabat online saya yang setia telah tiba dan siap kembali ngobrol sepulang dari lawatan natal dan tahun barunya ke kampung halaman. Kristiani yang taat dan rajin ke gereja. Saya memanggilnya Girl, dan dia senang dengan panggilan itu dan balik memanggil saya Ma. Gadis ini sahabat yang paling baik dan menyapa saya hampir setiap hari kerjanya selama lebih dari tiga tahun. Menjadi kesepian jika Sabtu dan Minggu tiba, kami tidak bisa ngobrol dan bergurau.
Hari ini saya menunggu dia memanggil tetapi tak terjadi. Bisa saja  terlalu sibuk atau gangguan teknis saja. Saya percaya dia tidak sengaja menghindar atau memutus hubungan karena saya tahu dia sangat baik dan penuh hormat.
Saya menunggumu Girl, seperti kau bilang semalam love you Ma, see you next day.


ilustrasi cerita anak

Cinta dan Cendawan

Senja melukiskan warna berguratan cahaya. Antara desir angin suara burung malas bercicitan seperti sedang berebut sesuatu. Mungkin mereka berebut tempat ataupun makanan. Suara induk berceracap menandakan ia sedang mengurus anak-anak mereka.

Sepi yang damai, walaupun berulang kali gemuruh halus di balik awan meningkahi langit tak akan mengusik kedamaian ini.
Kesendirian yang sempurna, kesepian yang bicara bahwa setiap orang memerlukan kawan. Seperti Plato pernah berkata bahwa manusia adalah makhluk sosial.

ilustrasi buku cerita anak 2014
Pengingkaran jika orang berkata 'Aku lebih senang sendiri'

Kali ini saya katakan, saya tidak sanggup sendiri. Saya merindukan kekasih  saya, cinta saya. Berabad lamanya jiwa manusia dilengkapi oleh cinta dan tidak ada dari kita yang tahu bagaimana cara memperlakukan cinta dengan cinta, kecuali menjaganya.
Berbagai cara telah dilakukan manusia untuk menunjukkan cinta, tetapi lebih banyak orang yang membunuh cinta.

Pembaca, cinta adalah kebesaran jiwa yang bisa memberi kemerdekaan jiwa lainnya tanpa kehilangan apapun. Seberapa kita berikan tak akan mengosongkan jiwa kita.

Cinta bisa tumbuh dari sebuah reruntuhan, sebagai perjuangan cendawan untuk mendapatkan hidupnya setelah didera penderitaan. Dia bersemi dengan subur ketika hujan menyirami. Love you so much.


                                                                     ilustrasi cerita 2014


Minggu, 11 Januari 2015

Save Our Soul

Hati boleh luka, rasa boleh sakit tetapi jangan matikan karakter.  Karena kematian karakter menjadikan seseorang tinggal separo jiwa. Hidup segan mati tak mau. Saya berharap sisi baik yang kita miliki masih konsisten menjaga nilai kemanusiaan kita. Tak saling membenci jika tak saling mengasihi.  Dan tak saling menyakiti jika  tak bisa saling menjaga.
Dengan begitu hidup yang kita jalani akan terasa nyaman dan damai. Sekali kita menyakiti sekian kali kita akan menyesali karena kesalahan seperti itu akan sulit terhapus, sesulit memnghapus torehan akibat luka.

Hidup segan Mati tak Mau

Menyusur Desa di Akhir Tahun 2014



Air Terjun Nglirip Tuban Akhir 2014


Selamat bertemu lagi pembaca,
Kali ini cerita saya tentang perjalanan kecil mengisi liburan jelang tahun 2015 kemarin. Perjalanan dari desa ke desa di perbatasan kabupaten Bojonegoro-Tuban jawa Timur.

Perjalan ini adalah perjalanan  memangkas desa-desa di pegunungan kapur utara  setelah menyeberang Sungai Bengawan Solo. Perjalanan pada musim hujan memberi pemandangan yang menyejukkan mata karena kawasan pegunungan kapur yang biasanya tampak gersang kecoklatan kini menjadi hijau dan rimbun.

Keruh pada Musim Hujan
 Pegunungan ini hanyalah pegunungan kapur sehingga kehidupan masyarakatnya banyak bergantung pada hasil menambang batu kapur. Selain itu di bidang pertanian banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan di sela-sela pohon jati seperti menanam jagung, ubi, cabe dan rimpang-rimpangan. Sedangkan tanam padi hanya dilakukan di tanah-tanah datar pada musim penghujan saja. Di samping itu mereka juga beternak kambing dan sapi.
Ada sebuah sungai berair terjun di desa Nglirip yang menjadi objek wisata masyarakat lokal. Sebenarnya air terjun ini dulu hanyalah air terjun alami dari sungai yang mengalir dari atas perbukitan, tetapi sekarang dibuat semacam waduk sehingga melebar dan diatasnya dibuat jembatan kecil yang menghubungkan dua sisi perbukitan tempat para petani mencari rumput untuk ternak mereka.

Pemandangan dari Makam di Atas Bukit

Di atas sebuah bukit kecil di sisi jalan ada sebuah makam lama yang dianggap sebagai makam salah seorang Sunan atau penyiar agama Islam. Makam isi tidak pernah sepi dari pengunjung yang berziarah.

Dari halaman depan makam kita bisa melihat pemandangan ke kawasan air terjun dan sawah serta hutan dan kebun yang ada di kejauhan. Cukup untuk disebut indah secara panorama global walau tak ada yang istimewa dari detil-detil objek yang kita lihat. Tetapi tampak mereka masyarakat yang mengunjungi tempat ini bersenang-senang.