Rabu, 22 Oktober 2014

Hari Esok

Selamat pagi pembaca,
angin kering dan berdebu masih mewarnai pagi ini. Sepertinya tulisan saya semakin tidak berisi. Sama dengan tidak berartinya  kesibukan saya saat-saat ini. Tetapi saya tahu harus selalu ada yang saya ucapkan sebelum saya menyerah.

Sobat, Rasa saya peredaran waktu ini adalah kehidupan sebenarnya. Segala daya bisa kita lalukan tetapi tidak untuk menunda waktu. Dahulu saya selalu berpikir tentang masih adanya hari esok tetapi sekarang saya berpikir tak ada hari esok.
Hidup terus berjalan, dari detik hingga abad dalam catatan jalan kehidupan aneka ragam. Seandainya sebelum kita lahir bisa memilih jalan pastilah dunia ini tidak ada air mata.
Namun seandainya juga dunia ini hanya ada tawa mungkinkah tawa itu masih istimewa,
Pikiran saya memang gila, hmmm......



Selasa, 21 Oktober 2014

Terperangkap dalam Harapan

Senja, bunga kamboja indah menawan di luar jendela seperti sedang bersuka bersama angin. Tetapi senja memperburuk mood saya. Saya terperangkap dalam harapan dan mulai jenuh menantinya. Seharusnya tak ada cerita seperti ini, kini bukanlah masa lalu. Kekinian ini memang masih berupa remah-remah hari-hari kemarin, sejak kepastian itu terbaca.
Saya bisa menerima itu tetapi tidak untuk selanjutnya. Saya sudah tidak punya penyokong jiwa saya. Hanya perlu semangat dan saya harus bisa membangun semangat saya sendiri.

Kawan, saya tahu, banyak hal yang bisa membuat saya gembira atau bersedih dengan cepat. Tetapi kehilangan kegembiraan itu lebih cepat daripada hilangnya kesedihan.
Sepertinya memang begitulah segala yang ada dalam hidup ini, semua akan datang dan pergi sekalipun sebenarnya kita ingin memilih.





Jumat, 17 Oktober 2014

Hari ini

Selamat petang dari Tabanan,
Secangkir kopi setelah bangun tidur membuat petang ini terasa nikmat. Terhapus segala rasa lelah sepanjang hari ini akibat cuaca yang sangat terik dan keing.
Saya berbincang dengan adik di BBM mengenai ekstrrior rumah. Beberapa foto bagian darieksterior rumah saya sudah saya kirim gambarnya, termasuk proses pembuatan dan perawatannya.
Saya bersemangat bila membicarakan hal ini karena pada dasarnya saya juga menyukai penataan tempat tinggal yang bisa memberikan rasa nyaman sekaligus enak dipandang dan praktis.

Seperti itulah isi komunikasi yang biasa saya lakukan dengan adik-adik saya.
Beberapa hari yang lalu ia minta pertimbangan mengenai nama calon bayinya. Menurut saya nama yang dipilihnya kurang bagus, dan ia akan mempertimbangkan lagi nama itu.

Dan seperti biasa, seorang teman mengucapkan good morning untuk waktu saya yang sore hari. Selanjutnya hal biasa yang kami perbincangkan adalah hal keluarga, cuaca,pekerjaan dll. Namun sejak dua hari lalu ia mengatakan ia kesepian setelah hampir satu tahun ia menyatakan putus dari teman prianya. Ini baru pertama kalinya ia mengeluh.
Tentu saja saya mengatakan bahwa masih banyak teman di sekitar pekerjaannya, dan masih ada saya. Saya katakan juga, saya akan lebih kesepian beberapa bulan ke depan.

Akhirnya kamipun saling membesarkan hati satu sama lain. Begitulah hari ini.

Senin, 13 Oktober 2014

Merasa saja

Dengan cepat rasa gembira itu berubah menjadi kecewa setelah membaca pesan itu. Karena pesan itu hanyalah pengulangan dari pesan terdahulu.
Lambat laun semangat berbagi menjadi pudar.
Easy come easy go, tiba-tiba pepatah itu menjadi hit di kancah pengalaman batin saya. Sehingga saya  jadi tersenyum sendiri melihat kekonyolan  diri.
Berharap bisa bertukar pikiran dan berbagi rasa malah tertipu oleh harapan itu.
Sudahlah, sifat buruk orang biasa adalah kelemahannya sedangkan sifat buruk orang pintar adalah kepandaiannya memainkan intriknya.

Membaca hati memang sangat sulit dibandingkan membaca kalimat, serumit apa pun kalimat itu. Namun kata-kata dan kalimat kadang-kadang masih tidak mampu berlaku jujur dalam mengutarakan isi hati seseorang.

Walaupun demikian masih perlu saya hargai nilai ketidakjujuran itu. Karena kalimat-kalimat itu sempat membuat  saya merasa penting dan senang untuk beberapa saat..



Kelimutu

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sajak Cendawan

Aku masih menunggu
kamu akan menyebutku
Sunset di Labuan Bajo 2010
dalam rangkaian bahasa berbisa
serumpun cendawan pada pokok tua

Katamu, daun memori akan jatuh
dan kau akan mengumpulkan satu demi satu
hari ini, besok dan seterusnya
demi harapan hari depan yang indah bersama

Aku adalah daun kering
yang mengganggu
setiap kali aku terbawa angin
dan jatuh di dekat kakimu

Adakah artinya aku menunggu
ketika malam menutup senja
dan angin akan kembali ke laut bebas
tak berpaling pada segala yang ada



Jumat, 10 Oktober 2014

Doa Akhir Pekan


Selamat berakhir pekan kawan, semoga hari Anda menyenangkan.
Di sini saya belum bisa menikmati akhir pekan dengan santai karena masih harus bekerja Minggu besok.
Sebenarnya sangat ingin berakhir pekan bersama Anda di situ  tetapi ada batas yang sangat tegas di antara saya dan Anda.

jadi biarkan saja hari indah ini berlalu dan tinggalkan saya dalam asyik masyuk dengan tumpukan buku ini.
Kesenangan Anda hari ini kesenangan saya juga. Selamat bermalam minggu.
 

Selasa, 07 Oktober 2014

Harga untuk Kata-Kata

Pagi ini secangkir kopi saya harapkan mengurangi rasa dingin akibat gejala flu yang mulai saya rasakan. Sepertinya memang ada hasilnya sehingga saya sudah melepas mantel dan merasakan udara yang mengalir segar.

Kawan, saya masih berpikir tentang kalimat-kalimat puitis itu. Jadi teringat masa remaja dulu bahwa saya pengagum penyair-penyair romantisme. Tetapi waktu sudah berganti, ada rasa segan bicara lagi tentang romantisme, walaupun hati saya masih sering berbicara sendiri tentang hal itu.

Mendapatkan kenikmatan itu bisa dengan cara yang murah dan mudah bahkan terkadang gratis.
Membaca kalimat-kalimat indah termasuk cara mendapatkan kenikmatan bahkan kebahagiaan tanpa membayar. Sederhana kan. Karena itu saya sangat menghargai kata-kata yang baik seseorang apabila itu merupakan ucapan yang tulus. Dan saya terus mengenangnya.
Sayang, pada akhirnya saya harus menunggu sampai pada akhirnya kata-kata itu menghilang dikubur waktu, tanpa saya kenali kata itu sebagai kata yang terakhir.