Kamis, 13 Februari 2014

Gemuruh Suara Hujan Malam ini




Hujan datang bergemuruh, sementara tiupan angin sangat kencang. Namun malam kembali sunyi karena hujan hanya beberapa menit sudah reda.

Teman, baru saja saya berpikir apakah Anda juga menikmati suasana malam berhujan ini seperti saya menikmatinya.
Ada sesuatu yang berbeda setiap kali saya mendengarkan suara hujan di tengah malam.




Kini keterasingan sering menyergap bersama datangnya hujan di tengah malam. Menit demi menit melukiskan kembali cerita yang sudah lama berlalu. Dan meninggalkan pilu.

Hujan sudah benar-benar reda, saya harus segera menutup malam ini dengan mimpi yang bisa mengubur sepi. Selamat malam.

Senin, 10 Februari 2014


Selamat pagi dari Tamansari. Dari jendela tampak suami sedang mencuci mobil di bawah dan suara kendaraan lalu lalang di depan memberi warna dan irama pagi ini. Saya tidak mengajar hari ini sehingga bisa menikmati suasana pagi di rumah. Rasa kantuk masih terasa karena itu saya paksakan menulis ini walaupun tidak ada ide khusus yang akan saya sampaikan.
Sebenarnya ketika ide itu mengalir deras dan mendesak dinding rasa saya, saya bahkan menahannya dengan sekuat tenaga untuk tidak menuangkannya. Sehingga rasanya desakan itu menjadi endapan yang memenuhi dada. Berat.

Pembaca, pada suatu saat seseorang akan mengalami ini. Merasakan sesuatu yang tidak mungkin bisa mengatakannya. Banyak hal yang menjadi pertimbangan selain daya dukung yang tidak ada untuk menampungnya.
Kesadaran siapa dan bagaimana saya adalah kendali yang sangat kuat untuk menahan diri, dan mengajari kemauan saya untuk meredamnya.
Berat dan menyakitkan, tetapi ini lebih baik daripada membiarkan pikiran percuma meliar kemana-mana. Saya pikir begitu.

Saya mengerti pada suatu saat segalanya akan baik-baik saja. Seperti kesadaran dari pengaruh anestesi yang perlahan tapi pasti, halusinasi itu akan berakhir dan keadaan kembali normal.
Tidak perlu ada air mata, karena orang tua tidak boleh menangisi apapun.


Selamat pagi pembaca, sekarang saya akan menikmati secangkir teh dan berharap saya bisa mendapatkan inspirasi untuk lukisan saya hari ini. Bye bye.



Dia sudah Mekar Sepenuhnya

Minggu, 09 Februari 2014

Perubahan itu Pasti




Tadi pagi bunga ini masih menjadi kuntum muda yang mengintip malu
Lalu pada siang hari ia mulai mengembang

Apa yang terjadi esok hari, pastilah perubahan yang dramatis.
Begitu juga mungkin proses yang terjadi dalam diri manusia.

Sabtu, 08 Februari 2014

Lomba Menghias Telur

Kemarin sore saya menjadi juri Lomba Menghias Telur dalam rangka Perayaan Maulid Nabi di Masjid. Kreasi hiasan telur tahun ini ada beberapa yang berbeda dari tahun lalu.


Saya salut dengan usaha peserta lomba yang tidak tanggung-tanggung. Padahal lomba ini atas nama individu.























































Gambar di atas adalah beberapa yang saya anggap bagus.

Selasa, 04 Februari 2014

Kadek Ayu Mei Malam Ini






Sejak pagi saya terus menghindar dari kekhawatiran terhadap serbuan kesepian karena hari ini saya bebas mengajar. Hanya satu kali keluar rumah dan selebihnya di rumah. Seperti yang sudah saya recanakan kemarin saya akan melanjutkan gambar saya, tetapi baru lewat tengah hari saya memuliainya karena saya sangat ngantuk ketika menonton televisi dan tertidur.

Malam ini saya terhibur setelah ngobrol dengan Ayu Mei. Seorang mantan murid yang sekarang menjadi teman kerja. Chatingan dengannya selalu enak dan terus tertawa karena kami sama-sama suka guyonan segar. Dia dulu selalu menjadi juara umum di SMA.
Menemukan teman yang tulus memang tidak mudah. Hanya sedikit teman yang tanpa basa-basi dan ngobrol hanya sekedar etika.
Berbicara dengan Ayu tidak begitu walaupun kami beda generasi.  Karena itulah kami selalu ingin bercakap-cakap dan bergurau di manapun.

Saya sudah mengucapkan bye bye padanya beberapa menit lalu dan berjanji ngobrol besok di sekolah pada jam kosong. Dia belum pernah ingkar janji karena itu juga saya juga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak apabila dia mengajak saya bertemu di sekolah bahkan terkadang hanya untuk cuci mata, itu istilah kami yang artinya datang ke sekolah tanpa jam mengajar. Kalau saya sudah bilang cuci mata pasti dia akan tertawa dan selanjutnya memlesetkan banyak istilah dan hal lainnya. Dan itulah semangat obrolan kami, ditambah saling membantah dan menyetujui juga. Pokoknya saling menyenangkan.
Dan malam ini kesedihan sudah saya tutup dengan hal yang menyenangkan dari Ayu Mei.

Minggu, 02 Februari 2014

Hampir Satu Tahun

Hari Minggu ini menjadi hari biasa, berjalan tidak sesuai rencana. Seharusnya saya menyelesaikan gambar yang lama tertunda namun acara berubah karena ada tamu sampai sore dan menyelesaikan tugas rumah seperti biasa.






 Koleksi dari Museum Wayang
Oktober 2013


Waktu memang setajam pedang, sekali bergerak menebas habis dan hilanglah yang kita tunggu. Namun ada baiknya karena obrolan kami membuat suasana hangat dan beda dari hari-hari biasa. Tak ada sepi hari ini karena malam ini saya juga baru saja chatting dengan adik di Jakarta.

Masih ada hari esok. Saya harus membunuh kemalasan dan menyalurkan kebosanan ini dengan apa yang bisa saya lakukan.

Besok merupakan hari baru dalam  bulan baru, Senin awal Februari. Benar-benar tidak terasa bulanpun berganti dengan cepat. Dan tidak terasa hampir satu tahun saya sudah melewati satu hari yang bersejarah pada Maret tahun 2013.



Sabtu, 01 Februari 2014

Tanpa Pesan

Selamat pagi pembaca,
Dini hari baru saja terlewati bersamaan turunnya hujan. Malam minggu sudah berlalu tanpa terasa dan itu yang menjadi harapan bagi orang seperti saya. Beberapa jam lalu malam minggu sudah kami awali dengan ngobrol bersama di Big Family. Biasalah, olok-olokan, lucu-lucuan dan sebagainya.
Bersyukurlah kami memiliki keluarga besar yang selalu kompak untuk saling melempar lawakan dan cerita.
Sehingga sekalipun kami terpisah di berbagai kota kami tidak pernah merasa terasing atau jauh. Karena intensitas pertemuan kami juga relatif  cukup, tanpa menunggu lebaran.
Hanya pada saat lebaran kami bisa ngumpul semuanya dan bikin acara, yang pasti juga tamasya.

Pembaca, saya tadi juga ingat seorang teman yang sudah lama tidak saya tahu kabar beritanya. Saya mencoba mengirim e-mail sambil meyakinkan apakah alamat itu masih aktif. Terbersit sedih juga mengingat pertemanan kami selama ini yang berpisah begitu saja tanpa kabar berita.