Kamis, 10 Oktober 2013

Seperti Bertemu Kembali


Hanya dalam yahoo messenger kami bertemu kembali setelah hampir tiga minggu sejak obrolan terakhir itu. Ternyata kawan itu baru mulai bekerja lagi setelah cutinya selama dua minggu karena sakit malaria. Kawan itu bertanya herbals apakah yang bisa mengobati penyakit malaria, dan saya katakan bahwa di Indonesia ada beberapa tumbuhan yang digunakan untuk mengobati malaria. Saya katakan tumbuhan itu adalah buah dan teras mahoni, daun meniran dan temulawak. Saya sulit menjelaskannya saat dia tanyakan seperti apa, lalu saya kirimkan foto karena kebetulan di rumah ada buku-buku tanaman obat.

kawan itu senang sekali dan akan menanyakan tentang tumbuhan itu di tempatnya serta akan meramu dan meminumnya selama merasa sakit.
Sayang percakapan harus saya akhiri karena saya harus bersiap untuk menyediakan makan malam keluarga.






Selasa, 08 Oktober 2013

Ketika Berbicara



Ketika berbicara, sering kita tidak mengerti apa yang kita katakan
Dan tidak menyadari apa yang kita lakukan


 Delapan Oktober di Yeh Gangga

 Sebelum bicara, kita tidak pernah bertanya
apakah kita jujur mengatakannya

Karena sebelum kita habis bicara
orang sudah bertanya,
Benarkah yang kita katakan...sama dengan yang  kita lakukan
 
 


Minggu, 06 Oktober 2013

Minggu akan Berlalu



Hari Minggu ini akan berlalu satu jam lagi. Tanpa disadari Bulan Oktober juga sudah berjalan seperempatnya. Kecepatan waktu memang tidak bisa dinyatakan dengan tanda pergantian siang dan malam, karena keduanya beredar sama setiap harinya, 24 jam. Ada saatnya waktu terasa begitu cepat tetapi kita tidak tahu mengapa. Dan pada saat lain waktu terasa lambat ketika kita berhadapan dengan persoalan. Pada saat itu rasanya kita ingin berjalan cepat untuk mendahului waktu dan meninggalkan masalahnya.

Esok kita sudah memulai hari baru untuk kerja satu minggu kedepan. Kegembiraan hari kemarin hari ini sudah berubah menjadi hari penuh keraguan. Antara harus membangun semangat mulai bekerja dengan menyesali mengapa waktu cepat berlalu.
Tetapi penyesalan tidak pernah ada gunanya. Sedangkan semangat selalu menjadikan kita bisa berjalan seiring dengan perjalanan waktu untuk mencapai satu tujuan.
Bersemangatlah!


Berpacu dengan Waktu di Gunung Rinjani




Sabtu, 05 Oktober 2013






Selamat sore,
Mari kita nikmati sore pada akhir pekan ini dengan senyum karena kita bisa beristirahat dari rutinitas kerja yang cukup melelahkan. Udara di sini panas dan kering. Saya membayangkan bagaimana panasnya kota kelahiran saya di Jawa Timur.Sedang di kota ini yang terkenal sejuk udaranya saja begini panasnya.Sangat jauh perbedaan kota tempat tinggal saya ini dengan keadaan kota kampung halaman saya dari keadaan alamnya. Tetapi mobilitas kerja dan pertumbuhan ekonomi kota saya lebih cepat. Walau tidak bisa dipungkiri banyaknya lahan hijau yang sudah menjadi tempat hunian juga. Semuanya berjalan seimbang. Sedang di sini pertumbuhan pembangunan kurang diimbangi oleh pertumbuhan ekonomi dan mobilitas kerja, terutama di dalam kota. Yang ada hanya pembangunan proyek-proyek pencitraan yang tidak begitu bermanfaat. Bahkan sebaliknya.
Kota sejuk ini semakin sumpek. lembah dan jurang yang menjadi pemandangan hijau sudah diratakan demi membangun. Setiap kali saya menghabiskan waktu libur di pedesaan, saya merasa khawatir bahwa keindahan alam yang mempesona di mana-mana di semua wilayah pedesaan di sini suatu saat tidak kita dapatkan lagi. Di sini ada tren membangun rumah baru dan bagus untuk gengsi. Sawah-sawah, kebun dan tanah disulap menjadi bangunan rumah dan ruko. Padahal pada akhirnya bangunan-bangunan itu tidak digunakan dan rusak perlahan-lahan.

Panas udara seperti ini membuat saya rindu kampung halaman. Panasnya suhu udara ditambah dengan panasnya efek cerobong-cerobong tungku pengolahan minyak menambah berat beban kota kelahiran saya. Namun......saya akui kehidupan di kota kecil itu sangat berarti. Kesederhanaan, keramahan dan keuletan masyarakatnya menjadikan kehidupan diliputi dengan rasa nyaman dan tenteram. Bahkan bagi tukang becak sekalipun. Mereka bisa tertib, juga mobil-mobil angkutan umum semua bekerja tanpa meninggalkan unggah-ungguh kekeluargaan. Tidak pernah ngoyo dan memiliki kesetiakawanan dengan sesamanya.
Ini tidak saya dapatkan di tempat lain.

Pembaca, saya jadi ngelantur, karena saya ingin pulang menengok ibu saya yang renta di rumah tua yang penuh kenangan.
Selamat beristirahat dan menghabiskan malam panjang.




Kamis, 03 Oktober 2013

Pertemuan dengan Pengawas

Hari ini banyak hal yang bisa saya pelajari. Pertemuan dengan pengawas kurikulum di ruang PSB (Pusat Sumber Belajar) memuaskan kami semua dan menghasilkan keputusan untuk mengkaji ulang silabus dan perangkat lain secara  bersama-sama. Laporan saya mengenai beberapa masalah yang muncul di kelas ketika menerapkan kurikulum 2013 selama triwulan pertama menjadi pembahasan panjang lebar. Mulai dari materi dalam buku paket, administrasi guru yang sesuai dengan kurikulum 2013, standar Rancangan Program Pembelajaran, menentukan indikator dalam kaitan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dsb.
Semuanya serba tidak saya pahami karena kurikulumnya saja kami belum mengetahui. Instruksi tentang pokok-pokok kurikulum hanya disampaikan melalui Permen saja, yang disampaikan secara lisan dalam satu kali pertemuan sosialisasi.

Saya perlihatkan pekerjaan saya kepada pengawas. Saya membuat dua perangkat dengan versi berbeda dan ternyata keduanya masih banyak kesalahan. Bermula dari kesalahan inilah  pada akhirnya  saya mendapat penjelasan dan saya bisa memahami karakteristik kurikulum 2013.

Saya pulang dari sekolah membawa segebok pekerjaan yang ingin segera saya selesaikan. Lalu bagaimana kawan yang lain. Saya sampaikan berita kesalahan itu dan ternyata sama, semua tidak mengerti dan salah juga, kecuali mungkin bagi guru kordinator yang sudah mengikuti sosialisasi di provinsi. Cuma kesibukan masing-masing barangkali yang menghambat informasi tidak berlanjut ke guru-guru lainnya.

Syukurlah, saya berharap masih ingat penjelasan tadi dan segera bisa memproyeksikannya ke dalam portofolio. Termasuk instrumen penilaian yang sama sekali berbeda dengan kurikulum sebelumnya. hal ini karena adanya tambahan instrumen untuk mengevaluasi ketrampilan dan sikap siswa dalam nilai dan predikat

Rabu, 02 Oktober 2013

Masa demi Masa

Pagi ini redup karena matahari tertutup mendung. Namun tidak mengurangi semangat untuk bekerja. Rasanya bahagia memulai pekerjaan pada pagi hari jika tidak dibebani pekerjaan rumah. Apalagi melihat murid sudah siap menunggu untuk memulai pelajaran.

Pelajaran awal berlangsung 90 menit lalu ada jeda di tengah 90 menit. Sunyi di ruang guru. Saya browsing lagu lawas, sejak kemarin saya terus bersenandung dan sekarang saya menemukannya. Take My Hand for Awhile, Glenn Campbell, 



Setelah Sunrise di Summit, G Rinjani 2013


saya membayangkan masa muda saya yang indah. Saya bisa menikmati masa-masa penuh kenangan yang tak akan terlupakan.

Kini masa sudah berganti. Seperti buah yang hampir jatuh dari pohonnya karena sudah tidak berdaya untuk bertahan. Namun saya ingin menjadi buah yang jatuh dan tumbuh menjadi tunas baru dalam jiwa saya.
Saya bersenandung tidak peduli pantas atau tidak, saya merasa tenang dengan ini.Dan merasa puas dengan hidup saya yang melewati banyak cerita,tetapi tidak pernah kehilangan rasa untuk menikmati segala yang indah di mata, dan di pendengaran saya.