Selamat datang di blog saya. Saya senang Anda bergabung dengan saya, melihat pengalaman saya dalam gambar dan membaca tulisan saya. Beberapa cerita fiksi yang saya tulis terinspirasi oleh pengalaman teman-teman dan orang lain.Saya berharap ada komentar dan saran dari Anda. Tks untuk semuanya.
Sabtu, 09 Maret 2013
Beginilah Orang Kesepian
Hari-hari menjadi waktu untuk menunggu, padahal sudah jelas tidak ada sesuatu yang harus ditunggu.Semua ada saatnya, dan bila saatnya tiba di situlah sesuatu itu ada.
Pinggang sudah terasa pegal dan panas duduk menyelesaikan gambar,demi menghapus waktu. Ngobrol di net dan BB sudah jenuh dan nambah pusing saja, kecuali obrolan di Big Family. Koreksi sudah melampaui batas tumpukan yang saya lalap habis-habisan meski belum habis semuanya. Masih ada waktu, libur hari raya Nyepi. empat hari sangat cukup.
Wah ternyata saya akan melewati libur tanpa jalan-jalan, karena.....sudahlah dinikmati saja apa yang ada sekarang. Membayangkan kesepian yang panjang memang menyedihkan tetapi menjalaninya lebih penting. Karena itulah sekarang saya di sini, membaca, menulis dan menggambar...(kurang berhitung) Mau berhitung menghitung apa, menghitung hari? (Krisdayanti)
Beginilah orang kesepian...
Rabu, 06 Maret 2013
Beri Saya Semangat
Malam itu sunyi, saya sedikit bicara dan lebih banyak mendengar. Saya pikir pertanyaan cuma itu saja. Namun saya tidak bisa berkata tidak, saat saya seperti diburu waktu meskipun sempat berpikir akan satu permintaan dan saya telah mengabulkannya.
Beri saya semangat.... Kalimat ini terus saya ingat, saya pikirkan setiap saat karena waktu itu terdengar aneh di antara banyaknya kalimat yang ada.
Apa yang bisa memberinya semangat ? Andai saya tahu apa yang bisa membuatnya semangat....
Walaupun semangat saya sendiri sering terpatahkan.
Beri saya semangat.... Kalimat ini terus saya ingat, saya pikirkan setiap saat karena waktu itu terdengar aneh di antara banyaknya kalimat yang ada.
Apa yang bisa memberinya semangat ? Andai saya tahu apa yang bisa membuatnya semangat....
Walaupun semangat saya sendiri sering terpatahkan.
Senin, 04 Maret 2013
Tak Mungkin Begini Selamanya
Memang tidak mungkin ada yang abadi dalam kehidupan ini, saya tahu. Tetapi terlalu sulit bagi saya untuk membuat perubahan. Sekalipun banyak alasan yang seharusnya membuat saya berubah.
Ketidakadilan timbang rasa berulangkali mencederai perasaan sehingga berulangkali pula saya berpikir untuk berhenti mengingatnya.
Tidak mungkin bisa begini selamanya. Ini terlalu berat saya rasakan..sangat berat sementara yang saya bawa hanya kesia-siaan. Saya masuki ruang terlalu dalam padahal itu hanya ruang kosong dan...Saya bicara sendiri di dalamnya.
Terkadang bermimpi memang bisa membuat kita bahagia namun menggapai mimpi bukan tanpa air mata.
Saya berharap akan terjadi perubahan yang bisa membebaskan saya dari mimpi.
Rabu, 27 Februari 2013
Selalu Berulang
Senja selalu berulang, pergi dan meninggalkan rasa sunyi. Dan adakalanya juga rindu. Namun orang seringkali tidak tahu kemana harus membuang kedua rasa itu.
Tidak seperti berulangnya pagi, yang terus berganti dan membawa semangat kepada siapa saja untuk mendapatkan semua yang terbaik pada hari itu.
Benar bahwa manusia itu dikuasai waktu, ketika tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk menyelesaikan semua tugas dalam hidupnya.


Em Em Em Hidup itu apa, manusia itu apa.
Jutaan tahun yang sudah berjalan hanya meninggalkan catatan tentang hidup dan manusia dari peradabannya yang kasat mata saja. Jutaan tahun yang berjalan tidak pernah meninggalkan catatan tentang hati, jiwa dan pikiran manusia. Padahal ruh kehidupan manusia adalah ketiganya.
Tetapi bisa jadi, hati serta jiwa dan pikiran manusia adalah zat yang tidak perlu untuk dipersoalkan karena setiap individu bertugas menjadikan ketiganya baik atau buruk, menyenangkan atau menyedihkan.
Ya begitulah, yang buruk jadikan saja baik yang menyedihkan jadikan saja menyenangkan.
Biarkan senja terus berulang, biarkan pagi terus berganti. Karena dalam pergantian waktu manusia mempunyai kesempatan untuk merubah nasibnya.
Tidak seperti berulangnya pagi, yang terus berganti dan membawa semangat kepada siapa saja untuk mendapatkan semua yang terbaik pada hari itu.
Benar bahwa manusia itu dikuasai waktu, ketika tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk menyelesaikan semua tugas dalam hidupnya.


Em Em Em Hidup itu apa, manusia itu apa.
Jutaan tahun yang sudah berjalan hanya meninggalkan catatan tentang hidup dan manusia dari peradabannya yang kasat mata saja. Jutaan tahun yang berjalan tidak pernah meninggalkan catatan tentang hati, jiwa dan pikiran manusia. Padahal ruh kehidupan manusia adalah ketiganya.
Tetapi bisa jadi, hati serta jiwa dan pikiran manusia adalah zat yang tidak perlu untuk dipersoalkan karena setiap individu bertugas menjadikan ketiganya baik atau buruk, menyenangkan atau menyedihkan.
Ya begitulah, yang buruk jadikan saja baik yang menyedihkan jadikan saja menyenangkan.
Biarkan senja terus berulang, biarkan pagi terus berganti. Karena dalam pergantian waktu manusia mempunyai kesempatan untuk merubah nasibnya.
Jalan-Jalan Hari Ini
Hari ini kegiatan murid di sekolah hanya bersih-bersih untuk mempersiapkan Ujian Akhir Sekolah besok. Sehabis mengawasi murid bekerja kami sepakat untuk menengok seorang kawan yang sedang sakit di rumahnya, Kerambitan. Kami konvoi dengan motor. Saat keluar dari By Pass ada razia surat kendaraan bermotor, kami berhenti, tetapi kami cuma ditanya mau kemana dan selanjutnya dipersilakan meneruskan perjalanan.
Hmmmmm nyaman juga jalan di pedesaan.
Sehabis menengok kawan kami melanjutkan perjalanan ke Kelating,desa pantai di selatan kota Tabanan. Ke kediaman salah seorang kawan. Hari panasnya bukan main namun kami senang saja menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan. Tidak habis-habisnya saya terpesona dengan keindahan alam ini sekalipun sudah sering melewatinya.
Rumah kawan kami adalah rumah keluarga besar yang dibangun dalam satu pekarangan yang sangat luas. Penataan bangunan sesuai dengan tradisi rumah Bali yang terdiri dari beberapa bangunan yaitu rumah-rumah tempat tinggal untuk masing-masing kekuarga, Bale Bengong. Yaitu sejenis pendopo yang biasa digunakan untuk tempat berkumpul dan tempat menerima tamu. Dapur, tempat menyimpan peralatan upacara dan Sanggah besar (tempat sembahyang keluarga Hindu)
Tempat ini masih memiliki banyak ruang terbuka sehingga sangat nyaman untuk melakukan kegiatan apa saja. Beberapa pohon buah-buahan ada di sana. Kami juga diajak keluar pekarangan di belakang pagar. wow.. hamparan sawah yang sangat luas. Kami memetik terong, ketimun dan daun kemangi. Dan mengambil jeruk limau di pekarangan. Menyenangkan.
Jam dua belas kami pulang. Sesampai di rumah salah seorang kawan sudah memasang gambar oleh-oleh itu di Grup Teacher of Bisma. Cepat-cepat saya bakar terongnya lengkap dengan sambal langsung saya hidang di meja makan, saya jepret dan saya balas komentarnya. Hah hah hah...mereka heran kenapa sudah matang. begitulah cerita saya hari ini...
Hmmmmm nyaman juga jalan di pedesaan.
Sehabis menengok kawan kami melanjutkan perjalanan ke Kelating,desa pantai di selatan kota Tabanan. Ke kediaman salah seorang kawan. Hari panasnya bukan main namun kami senang saja menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan. Tidak habis-habisnya saya terpesona dengan keindahan alam ini sekalipun sudah sering melewatinya.
Rumah kawan kami adalah rumah keluarga besar yang dibangun dalam satu pekarangan yang sangat luas. Penataan bangunan sesuai dengan tradisi rumah Bali yang terdiri dari beberapa bangunan yaitu rumah-rumah tempat tinggal untuk masing-masing kekuarga, Bale Bengong. Yaitu sejenis pendopo yang biasa digunakan untuk tempat berkumpul dan tempat menerima tamu. Dapur, tempat menyimpan peralatan upacara dan Sanggah besar (tempat sembahyang keluarga Hindu)
![]() |
| Bale Bengong |
![]() |
| Bale Daja |
Tempat ini masih memiliki banyak ruang terbuka sehingga sangat nyaman untuk melakukan kegiatan apa saja. Beberapa pohon buah-buahan ada di sana. Kami juga diajak keluar pekarangan di belakang pagar. wow.. hamparan sawah yang sangat luas. Kami memetik terong, ketimun dan daun kemangi. Dan mengambil jeruk limau di pekarangan. Menyenangkan.
Jam dua belas kami pulang. Sesampai di rumah salah seorang kawan sudah memasang gambar oleh-oleh itu di Grup Teacher of Bisma. Cepat-cepat saya bakar terongnya lengkap dengan sambal langsung saya hidang di meja makan, saya jepret dan saya balas komentarnya. Hah hah hah...mereka heran kenapa sudah matang. begitulah cerita saya hari ini...
![]() |
| Siap Dimakan |
Senin, 25 Februari 2013
Hanya Angin
Angin kencang sudah mereda, meninggalkan keheningan di bawah remang cahaya purnama. Udara tak bergerak kini, sangat berlawanan dengan cuaca beberapa jam lalu.
Semalam ketika tiba-tiba angin menderu sangat kencang membuat seisi rumah tebangun ketakutan saya turun dan memeriksa sekeliling. Terbayang cerita kawan di Malang bahwa seminggu lalu ada angin puting beliung di sekitar rumahnya. Dia katakan itu sangat mengerikan, tetapi saya sahut dengan gurauan bahwa rumah saya di Jatim disapu banjir. Ternyata semalam angin rbut itu juga mengerikan.Apalagi datangnya angin tak terduga.
Semoga malam ini keheningan akan terjaga sampai esok. Saya ngeri membayangkan angin ribut di tengah malam diselingi suara meraung-raung mobil ambulan.
Sebenarnya tidur semalam nyenyak sekali sehabis ngobrol lewat SMS dengan teman. Tetapi karena kencangnya suara angin saya terbangun dan langsung melompat sebelum menyadari apa yang terjadi. Hanya angin...
Minggu, 17 Februari 2013
Senja
Senja sudah meredup. Di langit selatan bayang-bayang awan tampak kelabu dan mutam. Burung-burung gelisah terbang dengan suara kacau.
Pepohonan tak bergerak.
Satu hari akan berakhir, dan anehnya setiap akhir dari sesuatu selalu muram. Setidaknya bagi saya.
Hari berakhir seperti tangisan waktu yang harus menyepi dalam kegelapan tanpa teman. Sampai datangnya hari baru yang ditandai dengan cahaya fajar di ufuk jauh.

Hari kemarin sudah berlalu ditutup dengan malam yang asing, malam yang menutup sunyi di dada. Dan kini malam akan datang kembali.......dimanakah dia bermuara?
Pepohonan tak bergerak.
Satu hari akan berakhir, dan anehnya setiap akhir dari sesuatu selalu muram. Setidaknya bagi saya.
Hari berakhir seperti tangisan waktu yang harus menyepi dalam kegelapan tanpa teman. Sampai datangnya hari baru yang ditandai dengan cahaya fajar di ufuk jauh.

Hari kemarin sudah berlalu ditutup dengan malam yang asing, malam yang menutup sunyi di dada. Dan kini malam akan datang kembali.......dimanakah dia bermuara?
Langganan:
Postingan (Atom)


